Jika ada satu hal yang benar-benar menjadi jantung film ini, itu adalah hubungan antara Mother Mary dan Sam. Ini bukan sekadar relasi antara artis dan desainer, melainkan hubungan yang lebih kompleks. Antara pencipta dan ciptaan, antara identitas asli dan persona publik.
Michaela Coel tampil sangat dominan di sini. Ekspresi wajahnya mampu menyampaikan konflik batin yang tidak terucapkan, dari hangat menjadi getir hanya dalam hitungan detik. Ia seperti jangkar emosional film ini, seolah membumi di tengah narasi yang sering mengawang-ngawang.
Sementara itu, Anne Hathaway menghadirkan sosok Mother Mary sebagai figur yang rapuh di balik kemegahannya. Meski secara emosional terkadang terasa tertahan, secara fisik ia tampil total. Ada satu adegan tarian tanpa musik yang benar-benar mencuri perhatian. Gerakannya terlihat seperti seseorang yang sedang melepaskan beban, tapi juga seperti orang yang sedang kerasukan oleh alter egonya sendiri.
Relasi keduanya tidak pernah benar-benar nyaman. Ada jarak, ada luka lama, ada sesuatu yang tidak pernah selesai. Namun, justru di situlah film ini menemukan kekuatannya. Ada ketegangan yang tidak pernah sepenuhnya terurai hingga akhir. Minusnya, nyaris 80 persen film berfokus pada mereka. Karakter lain seperti Hilda (Hunter Schafer) jadi tak banyak mendapat sorotan.