Review X-Men '97 Season 2, Kualitasnya Konsisten

- X-Men '97 Season 2 rilis pada 1 Juli 2026 dengan empat episode awal, melanjutkan kisah setelah pertarungan besar melawan Bastion dan menghadirkan ancaman baru bernama Apocalypse.
- Musim kedua mempertahankan kualitas visual konsisten, mengadaptasi banyak cerita klasik X-Men seperti The Adventures of Cyclops & Phoenix serta memperkenalkan karakter baru seperti Nathan Summers dan tim X-Force.
- Cerita musim ini padat karena membagi alur di tiga era waktu berbeda, namun tetap tersusun rapi dan mendapat rating awal sempurna di Rotten Tomatoes.
MCU akhirnya merilis proyek serial animasi pertama mereka di tahun 2026 ini lewat X-Men '97 Season 2. Empat episode perdananya langsung dirilis secara bersamaan pada 1 Juli 2026, melanjutkan cerita dari musim pertama yang nyaris mendapat rating sempurna di Rotten Tomatoes.
Untuk musim kedua ini, fans X-Men dan MCU terhadap serial ini memiliki ekspektasi yang cukup besar. Buat kamu yang cukup puas dengan musim pertamanya, ini sedikit gambaran tentang X-Men '97 Season 2 biar kamu makin mantap pilih mau nonton atau tidak.
Sinopsis X-Men '97 Season 2 (2026)
Setelah pertarungan besar melawan Bastion di musim pertama, para anggota X-Men terpencar ke berbagai era waktu mulai dari Mesir Kuno, tahun 1997, hingga masa depan yang jauh. Sambil menemukan jalan pulang, mereka menghadapi ancaman baru bernama Apocalypse yang mulai menjalankan rencana jahatnya. Sementara di masa kini, perseteruan antara mutan dan manusia semakin mengkhawatirkan, terlebih saat sosok X-Men sedang dilanda krisis.
| Producer | Alex Scharf, Sean Gantka, Danielle Costa |
| Writer | Brian Ford Sullivan, Anthony Sellitti, Mariah Wilson, Beau DeMayo, JB Ballard |
| Age Rating | R |
| Genre | Animasi, Aksi & Petualangan, Sci-fi & Fantasy |
| Duration | 30 Minutes |
| Release Date | 01-07-2026 |
| Theme | mutant, sequel, superhero, based on comic, super power, superhero team, discrimination, 1990s |
| Production House | Marvel Animation |
| Where to Watch | Disney+ Hotstar |
| Cast | Ray Chase, Jennifer Hale, Alison Sealy-Smith, Cal Dodd, J. P. Karliak, Chris Potter |
Trailer X-Men '97 Season 2 (2026)
still cut serial animasi X-Men '97 Season 2 (2026)
1. Langsung intens sejak awal, visualnya terasa masih konsisten
X-Men '97 Season 2 memulai ceritanya dengan langsung peristiwa dari ending musim peramanya. Gak heran kalau musim kedua ini terasa dimulai langsung intens, karena musim pertamanya sendiri diakhiri dengan menempatkan para anggota X-Men di situasi tak terduga yakni tersebar di era masa yang berbeda-beda.
Visual masih menjadi senjata utama bagi serial ini. Di musim kedua, kualitas visualnya terasa konsisten, ada beberapa peningkatan dan gak berasa berasa ada penurunan dari musim pertamanya. Memanjakan mata setiap adegan yang tersaji, terkhusus adegan-adegan pertarungan yang banyak memberikan efek ledakan, tembakan, dan detail-detail seperti serpihan batu dan debut yang menunjang cerita jadi terasa makin mendebarkan.
2. Banyak mengadaptasi cerita komik X-Men klasik, kemunculan karakter baru bikin antusias
Salah satu yang di-notice dari musim kedua ini adalah cerita-cerita yang diadaptasi. Marvel Animation beserta jajaran tim produksi diketahui cukup banyak mengadaptasi cerita dari komik X-Men klasik. Arc seperti The Adventures of Cyclops & Phoenix, Askani'son dan The Rise of Apocalypse tentunya memuaskan fans yang sudah baca komiknya. Bagi yang belum baca komiknya sekalipun tetap bisa menikmati karena disusun dengan rapi, menyatu dengan alur cerita secara keseluruhan dengan baik.
Salah satu yang paling bikin excited di saat menonton empat episode perdana X-Men '97 Season 2 adalah soal karakter-karakter baru yang muncul. Hampir semuanya punya pengaruh kuat di penceritaan kali ini, mulai dari Apocalypse yang jadi villain sekaligus bintang utama di musim ini, Nathan Summers yang kehadirannya bukan hanya sekadar sebagai fan service, sampai tim-tim baru seperti X-Force dan X-Factor yang seperti melihat Avengers tapi dalam dunia X-Men.
3. Ceritanya padat, kamu harus benar-benar fokus menontonnya
Kalau ditanya soal hal yang mengganjal dari musim kedua serial animasi ini mungkin seputar ceritanya yang cukup padat. Seperti yang sudha sempat di-spill di ending musim pertama, musim kedua ini akan mengikuti para anggota X-Men yang terpencar di tiga era waktu berbeda yaitu era Mesir Kuno, masa depan dan masa sekarang yang berlatar di tahun 1997.
Positifnya, kepingan-kepingan cerita itu disusun dengan cukup baik jadi menontonnya terasa gak berantakan. Tapi di sisi lain, penceritaan untuk tiga era waktu berbeda dengan jumlah episode yang terbilang tidak banyak, yakni sembilan episode, membuat musim kedua ini ceritanya jadi agak padat. Kamu mungkin gak boleh melewatkan detail-detail dari obrolan dan peristiwa yang terjadi agar gak kebingungan ke depannya.
Dengan rating awal sebesar 100 persen di Rotten Tomatoes, sudah cukup membuktikan kalau X-Men Season 2 '97 masih menjadi salah satu serial animasi terbaik di MCU sejauh ini.







![[QUIZ] Ikut no na Makan Warteg, Kami Bisa Tebak Tipe Crush dari Lauk Favoritmu!](https://image.idntimes.com/post/20260430/upload_5cb4e1799981726c55ff06eb1650d3ee_9338bd19-3255-40e8-8a83-f3c464b47e36.jpg)










