Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Momen Roronoa Zoro Menangis di One Piece, Hanya 3 Kali!
Zoro (dok. Toei Animation/One Piece)
  • Roronoa Zoro dikenal sebagai sosok tangguh yang jarang menunjukkan emosi, tapi ternyata hanya tiga kali ia menangis sepanjang kisah One Piece.

  • Tangisan pertama muncul saat kematian Kuina dan kedua setelah kekalahannya dari Mihawk, keduanya memperlihatkan sisi rapuh serta tekad kuat Zoro terhadap impiannya.

  • Momen ketiga terjadi ketika Zoro mengetahui identitas asli Nenek Kokoro sebagai duyung, menghadirkan tangisan kocak yang menegaskan sisi manusiawi di balik ketegarannya.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Roronoa Zoro terkenal sebagai karakter paling tangguh dan minim ekspresi di kelompok Topi Jerami. Saat momen perpisahan kapal Going Merry, dia tetap berdiri tegak tanpa menunjukkan kesedihan sementara kru lain menangis hebat.

Namun, anggapan bahwa dia tidak punya emosi, sama sekali keliru. Sepanjang cerita One Piece, Oda Sensei ternyata pernah tiga kali membuat sang pendekar pedang ini meneteskan air mata. Penasaran momen apa saja yang berhasil menghancurkan pertahanan emosionalnya? Mari langsung kita bahas.

1. Saat mendengar kabar kematian Kuina (Episode 19)

Zoro (dok. Toei Animation/One Piece)

Masa lalu Roronoa Zoro sangat lekat dengan sosok Kuina. Sebagai sahabat sekaligus rival berlatih pedang, mereka berdua mengikat janji untuk berjuang bersama menuju puncak dan menjadi pendekar pedang terkuat di dunia.

Namun takdir berkata lain saat Kuina meninggal dunia secara tiba-tiba akibat kecelakaan tragis. Kejadian ini langsung menghancurkan mental Zoro muda hingga membuatnya menangis tersedu-sedu. Ini adalah momen pertama kali kamu melihat sisi rapuh dari sosok yang biasanya tampil sangat keras dan tegar.

2. Setelah menerima kekalahan telak dari Mihawk (Episode 24)

Zoro (dok. Toei Animation/One Piece)

Pertarungan Roronoa Zoro melawan Dracule Mihawk di restoran Baratie menjadi salah satu titik balik paling emosional yang bisa kamu saksikan. Pada momen tersebut, Zoro menyadari bahwa kerja kerasnya selama bertahun-tahun masih belum cukup untuk menandingi kekuatan sang pendekar pedang nomor satu dunia.

Zoro menangis bukan karena rasa sakit akibat luka tebasan yang parah. Air mata itu jatuh murni karena rasa frustrasi setelah dia memahami betapa jauh jurang pemisah antara kemampuannya saat ini dengan impian besarnya.

Dalam kondisi hancur tersebut, Zoro mengangkat pedangnya ke udara dan berteriak memberikan janji kepada kaptennya bahwa dia tidak akan pernah kalah lagi. Tangisan ini menjadi bukti seberapa besar harga diri dan dedikasi Zoro terhadap jalan pedang yang dia pilih.

3. Ketika tahu Nenek Kokoro adalah seorang duyung (Episode 306)

Zoro (dok. Toei Animation/One Piece)

Berbeda dengan dua tangisan sebelumnya yang penuh haru, momen ketiga ini justru terasa sangat kocak dan absurd. Peristiwa langka ini terjadi pada penghujung arc Enies Lobby saat kelompok Topi Jerami sedang terjebak dalam situasi hidup dan mati di bawah laut.

Nenek Kokoro tiba-tiba datang menyelamatkan mereka dan mengungkap identitas aslinya sebagai seorang putri duyung. Bagi Zoro yang punya ekspektasi tinggi terhadap kecantikan wujud duyung, kenyataan ini seolah menjadi pukulan mental terberat sepanjang hidupnya.

Saking syoknya melihat wujud asli Nenek Kokoro, Zoro sampai meneteskan air mata keputusasaan dan berusaha menghapus ingatan tersebut dari otaknya. Oda Sensei benar-benar jenius karena sukses menghancurkan ekspresi datar sang wakil kapten hanya lewat sebuah lelucon visual gitu.

Momen Zoro nangis di sepanjang cerita One Piece memang hanya terjadi tiga kali dan selalu sukses memberikan kesan mendalam. Kejadian langka ini membuktikan bahwa dia tetap memiliki sisi emosional serta harga diri tinggi yang sengaja disembunyikan di balik sikap tegarnya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article