- Gunung Anak Krakatau meningkatkan aktivitas dengan lontaran abu dan asap; masyarakat serta wisatawan diminta tidak memasuki radius bahaya yang ditetapkan pihak berwenang.
- PVMBG membagi status gunung api menjadi empat tingkat: Normal hijau, Waspada kuning, Siaga oranye, dan Awas merah, sebagai acuan kesiapsiagaan bencana.
- Pada Siaga, pendakian tidak disarankan karena erupsi dapat terjadi dalam dua minggu; status Awas berpotensi letusan utama 24 jam dan memerlukan pengosongan kawasan.
Gunung Anak Krakatau kembali menunjukkan peningkatan aktivitas vulkanik dengan melontarkan abu vulkanik serta hembusan asap ke udara. Sebagai salah satu gunung api aktif yang terletak di perairan Selat Sunda, pergerakan aktivitasnya kerap menjadi perhatian mendalam karena letaknya yang berdekatan dengan jalur pelayaran serta kawasan pesisir Provinsi Banten dan Lampung. Masyarakat maupun wisatawan diimbau untuk tidak mendekati radius bahaya yang telah ditetapkan oleh pihak berwenang.
Guna mengantisipasi dampak dari erupsi tersebut, pemahaman mengenai status kebencanaan gunung berapi sangat penting untuk dimiliki. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) membagi tingkat bahaya gunung api ke dalam empat tingkatan utama. Simak penjelasan lengkap mengenai tingkatan status gunung berapi beserta langkah mitigasinya di bawah ini agar kamu selalu siaga!
Table of Content
1. Normal (Simbol Warna Hijau)

anekatempatwisata.com Pada status ini, gunung berada dalam keadaan normal dan tidak menunjukkan aktivitas apapun. Kamu bisa melakukan pendakian bersama teman-temanmu.
2. Waspada (Simbol Warna Kuning)

fansshare.com Status waspada biasanya ditandai dengan gejala peningkatan status seperti gempa vulkanik. Walaupun pada status ini masih diperbolehkan untuk melakukan pendakian, namun kamu harus ekstra hati-hati terhadap peningkatan status gunung.
3. Siaga (Simbol Warna Oranye)

img.astroawani.com Pada status ini aktivitas gunung berapi cenderung diikuti oleh erupsi dan menandakan gunung berapi bisa saja menimbulkan bencana. Kamu disarankan untuk tidak melakukan pendakian. Karena risiko atau bahaya yang terjadi cukup tinggi. Jika aktivitas seismik semakin tinggi, gunung bisa meletus dalam waktu dua minggu ke depan.
4. Awas (Simbol Warna Merah)

thinglink.com Menjelang letusan utama, gunung api yang berstatus awas biasanya diawali oleh letusan abu/ asap. Letusan utama berpeluang terjadi dalam waktu 24 jam. Masyarakat pun harus mengosongkan kawasan sekitar gunung.


















