Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Rundown Syuting Film Na Willa: Ada Evaluasi hingga Syuting Mulai Jam 8 Pagi

Rundown Syuting Film Na Willa: Ada Evaluasi hingga Syuting Mulai Jam 8 Pagi
Yadi Sugandi, Director of Photography (dok. Pribadi/Yadi Sugandi)
Intinya Sih
  • Tim produksi film Na Willa (2026) rutin melakukan evaluasi dan persiapan setiap malam agar proses syuting delapan hingga sepuluh jam per hari berjalan efisien selama 27 hari.
  • Kru dan pemain sudah berkumpul sejak pukul 05.00 WIB untuk make up, sarapan, serta latihan sebelum syuting dimulai sekitar pukul 08.00 WIB di lokasi Surabaya.
  • Untuk menjaga mood aktor cilik, tim menyediakan break lima sampai sepuluh menit serta menyesuaikan suasana ceria lewat pakaian berwarna terang dan sikap ramah di lokasi syuting.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Surabaya, IDN Times - Perbincangan saya dengan Yadi Sugandi, Director of Photography film Na Willa (2026) masih berlanjut. Usai menanyakan bagaimana suasana sehat dan nyaman lokasi syuting Na Willa (2026), saya penasaran dengan rundown produksi film ini setiap harinya.

Demi memanfaatkan waktu semaksimal mungkin, tim produksi berusaha mempersiapkan syuting dengan sangat matang, termasuk melakukan meeting antar head of department satu malam sebelumnya. Selain itu, baik kru dan cast sudah berkumpul di lokasi syuting pukul 05.00 WIB.

Di sela-sela syuting, Yadi berkata tim produksi juga menyiapkan waktu break selama lima sampai 10 menit, untuk menjaga mood para aktor cilik.

1. Di malam hari, Head of Department rapat dulu untuk ngerekap syuting hari itu, serta persiapan produksi esok hari

Yadi Sugandi, Director of Photography
Yadi Sugandi, Director of Photography (dok. Pribadi/Yadi Sugandi)

Syuting film Na Willa (2026) hanya memakan waktu delapan sampai 10 jam per hari, lho. Karena syuting berakhir lebih cepat, di malam harinya para HOD (Head of Department) bisa briefing dulu untuk evaluasi, sekaligus mempersiapkan produksi keesokan harinya.

"Kami biasanya para head of department, HOD, merangkum tentang hasil yang dikerjakan tadi pagi dan apa yang akan kita kerjakan esok harinya," ujar Yadi Sugandi saat interview melalui Zoom pada 27 Maret 2026 lalu.

Berkat evaluasi dan persiapan tersebut, tim produksi bisa menghemat waktu lebih banyak. Sehingga durasi syuting maksimal 10 jam per hari bisa terus terlaksana selama 27 hari.

"Jadi kita sudah tahu, katakan seperti pergerakan-pergerakan, lighting yang harus diubah, atau perubahan-perubahan set yang harus disesuaikan," lanjutnya sembari mengingat momen saat produksi.

2. Kru dan cast biasanya sudah kumpul dari jam 5 pagi untuk make up, sarapan, dan persiapan syuting lainnya

Yadi Sugandi, Director of Photography
Yadi Sugandi, Director of Photography (dok. Pribadi/Yadi Sugandi)

Keesokan harinya, tim produksi dan cast sudah stand by di lokasi syuting sejak pukul 05.00 WIB, lho. Meski matahari belum terbit, aktivitas di lokasi syuting film Na Willa (2026) sudah dimulai.

"Kita besok paginya jam lima atau enam pagi sampai, sarapan. Anak-anak kecil juga jam setengah lima pagi biasanya sudah datang, mereka mulai sarapan, make up, dan segala macamnya," tutur Yadi dengan semangat menceritakan rundown produksi film Na Willa (2026).

Nah, pukul 07.00 WIB, set lokasi biasanya sudah siap, lengkap dengan kru dan para cast. Setelah latihan blocking dan sebagainya, syuting film Na Willa (2026) dimulai sekitar pukul 08.00 WIB.

"Jadi biasanya kalau jam tujuh pagi anak-anak sudah siap, sudah turun di set. Terus mereka latihan, kamera pun latihan. Paling lama itu jam delapan pagi, kami sudah mulai syuting," ucapnya yang menambahkan terkadang syuting juga sudah dimulai pukul 07.00 WIB.

3. Setelah dua jam syuting, biasanya bakal istirahat lima sampai 10 menit untuk menjaga mood anak-anak

Yadi Sugandi, Director of Photography
Yadi Sugandi, Director of Photography (dok. Pribadi/Yadi Sugandi)

Selain bebas asap rokok, tim produksi juga mempersiapkan waktu lebih untuk tidur di sela-sela makan siang, baik untuk cast, maupun kru. Ternyata di luar itu, juga akan disediakan break untuk me-refresh mood para aktor cilik.

"Ada break-break kecil sebelum makan siang. Ada break lima menit, 10 menit untuk ngajakin mereka bercanda, ngajakin mereka bermain, ketawa bersama," jelasnya.

Gak cuma menyedikan waktu break, kalau adegan yang akan dilakukan cukup berat, tim produksi punya cara lain agar mood tetap terjaga. Mulai dari memakai baju berwarna cerah, bermotif, hingga tidak boleh pasang wajah galak.

"Muka kamu gak boleh seram, jenggot kamu cukur, kumis kamu cukur. Pokoknya kamu harus segar, mukanya harus senang buat anak-anak, gak boleh bikin anak-anak takut," cerita Yadi sembari tertawa.

Ia melanjutkan, "Kadang juga saya bilang, 'Eh besok scene-nya agak berat, ya.' Besok gak boleh pakai baju hitam-hitam. Harus pakai yang bunga-bunga."

Untuk membuat para aktor cilik happy di lokasi syuting, ternyata kru juga harus menyesuaikan gaya berpakaian hingga mood mereka, lho. Gak cuma filmnya yang terlihat ceria, tapi lokasi syuting juga terasa menyenangkan.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Indra Zakaria
EditorIndra Zakaria
Follow Us

Latest in Hype

See More