Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Sejarah Spider-Man dan Punisher sebelum Spider-Man: Brand New Day
Spider-Man dan Punisher (dok. Marvel Studios/Spider-Man: Brand New Day)
  • Spider-Man: Brand New Day (2026) mempertemukan Tom Holland dan Jon Bernthal sebagai Spider-Man serta Punisher dalam debut layar lebar MCU bagi Frank Castle.
  • Dalam komik, Punisher debut sebagai musuh Spider-Man di The Amazing Spider-Man #129 (1974), setelah dimanipulasi Jackal untuk memburu Peter Parker.
  • Perbedaan metode—Spider-Man menyerahkan penjahat ke hukum, Punisher menghabisi mereka—kerap memicu konflik, meski keduanya juga bersekutu menghadapi ancaman seperti Tarantula dan Tombstone.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Spider-Man: Brand New Day (2026) menjadi film solo keempat Peter Parker alias Spider-Man (Tom Holland) yang berada di bawah naungan jagat Marvel Cinematic Universe (MCU). Perhatian fans tak hanya tertuju pada sang manusia laba-laba, melainkan juga pada kemunculan Frank Castle alias Punisher (Jon Bernthal). Pasalnya, film ini menandai debut sang vigilante di film layar lebar MCU setelah sebelumnya lebih sering tampil dalam proyek-proyek streaming, mulai dari Marvel's Daredevil Season 2 (2016), Marvel's The Punisher (2017—2019), Daredevil: Born Again (2025— ), hingga The Punisher: One Last Kill (2026).

Walau baru dipertemukan di MCU, Spider-Man dan Punisher sebetulnya sudah memiliki sejarah panjang. Keduanya kerap bertarung karena perbedaan prinsip, tetapi tak jarang pula bersekutu demi menghadapi musuh yang sama. Nah, sebelum menyaksikan pertemuan perdana Spider-Man dan Punisher di MCU lewat Spider-Man: Brand New Day, mari flashback ke momen ketika mereka pertama kali bertemu di komik Marvel.

1. Punisher mengawali debutnya dengan menjadi musuh Spider-Man

Spider-Man bertarung dengan Punisher (dok. Marvel Comics/The Amazing Spider-Man)

Pertemuan pertama Spider-Man dan Punisher dalam komik The Amazing Spider-Man #129 (1974) bisa dibilang jauh dari kesan bersahabat. Sebagai debut sang antihero, Punisher disewa dan dimanipulasi oleh Miles Warren alias Jackal setelah diyakinkan bahwa Spider-Man bertanggung jawab atas kematian Norman Osborn. Begitu Peter Parker mengenakan kostum superhero, Punisher pun langsung melancarkan serangan.

Pertarungan pun berlangsung sengit di berbagai sudut Kota New York. Setelah menyadari kalau dirinya telah dimanipulasi, Punisher menghentikan pemburuannya terhadap Spider-Man dan bersumpah untuk membalas dendam kepada Jackal. Berawal dari sekadar karakter pendukung, kemunculan Punisher justru mendapat sambutan positif dari pembaca hingga Marvel memperluas kisahnya melalui Marvel Preview #2 (1975) sebelum akhirnya sang antihero memperoleh seri solo perdana berjudul The Punisher: Circle of Blood (1986).

2. Spider-Man dan Punisher sering kali bentrok karena perbedaan prinsip

Spider-Man bertarung dengan Punisher karena perbedaan prinsip (dok. Marvel Comics/The Amazing Spider-Man)

Kesalahpahaman yang mewarnai pertemuan perdana Spider-Man dan Punisher ternyata tidak membuat hubungan membaik begitu saja. Saat bertemu dalam kesempatan berikutnya, duo ini masih sering berselisih meski mengincar musuh yang sama. Pasalnya, Spider-Man berusaha membawa para penjahat ke hadapan hukum, sedangkan Punisher tidak segan untuk menghabisi mereka.

Setelah The Amazing Spider-Man #129, Spider-Man kembali bertemu Punisher dalam The Amazing Spider-Man #134 (1974) saat keduanya memburu Tarantula sebelum akhirnya bekerja sama untuk menghentikannya. Spider-Man dipertemukan lagi dengan Punisher dalam alur cerita Gang War, tepatnya dalam The Amazing Spider-Man #285 (1987), saat mereka berusaha menghentikan perang antargeng yang pecah di New York. Namun, perbedaan prinsip membuat pertarungan antara Spider-Man dan Punisher tak terhindarkan menjelang akhir komik.

3. Mulai akhir 1980-an, Spider-Man sering bekerja sama dengan Punisher

Spider-Man versi Ben Reilly bekerja sama dengan Punisher (dok. Marvel Comics/Spider-Man/Punisher: Family Plot)

Seiring berjalannya waktu, Spider-Man dan Punisher mulai bisa mengesampingkan perbedaan prinsip saat menghadapi ancaman yang sama. The Spectacular Spider-Man #141 (1988) menjadi salah satu momen kerja sama duo sang manusia laba-laba dan vigilante sadis yang paling berkesan. Dalam komik ini, Spider-Man dan Punisher bahu membahu menghentikan Lonnie Lincoln alias Tombstone, bos mafia New York yang memiliki kulit sekeras batu.

Hubungan Spider-Man dan Punisher diuji lagi saat berhadapan dengan Tombstone dalam seri Spider-Man/Punisher: Family Plot (1996). Awalnya, Punisher masih menganggap manusia laba-laba yang saat itu adalah Ben Reilly sebagai musuh karena terikat kontrak dengan keluarga mafia Geraci. Meski begitu, setelah diselamatkan dari ledakan gedung, Punisher mulai menghormati sang manusia laba-laba sehingga duo ini sepakat untuk saling bekerja sama demi menjatuhkan Tombstone.

4. Spider-Man: Brand New Day menyatukan Spider-Man dan Punisher di MCU

Spider-Man dan Punisher (dok. Marvel Studios/Spider-Man: Brand New Day | Punisher: One Last Kill)

Sebelum Jon Bernthal mengenakan kostum berlambang tengkorak di jagat MCU, Punisher sudah beberapa kali diadaptasi ke live action melalui The Punisher (1989), The Punisher (2004), dan Punisher: War Zone (2008) yang masing-masing dibintangi Dolph Lundgren, Thomas Jane, dan mendiang Ray Stevenson. Di sisi lain, Spider-Man hadir dalam trilogi Spider-Man yang diperankan oleh Tobey Maguire, duologi The Amazing Spider-Man oleh Andrew Garfield, sampai akhirnya bergabung dengan MCU lewat Tom Holland. Meski sama-sama merupakan karakter ikonik Marvel, Spider-Man dan Punisher sama sekali belum pernah tampil bersama dalam satu film live action.

Harapan fans komik Marvel akhirnya terkabul melalui Spider-Man: Brand New Day yang mempertemukan Spider-Man versi Holland dan Punisher versi Bernthal untuk pertama kalinya di layar yang sama. Film ini bakal membawa dinamika khas dari komik yang penuh dengan benturan akibat perbedaan ideologi. Namun, karena situasinya, Spider-Man dan Punisher mau tidak mau harus bekerja sama untuk menghadapi ancaman yang lebih besar.

Penasaran seperti apa dinamika saat Spider-Man, superhero remaja yang banyak bicara bertemu dengan Punisher, vigilante yang brutal dan dingin? Segera dapatkan tiket untuk menonton Spider-Man: Brand New Day yang sudah tayang di bioskop Tanah Air sejak 29 Juni 2026, ya!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article