Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Serial Jepang di Netflix yang Bikin Kamu Melek Isu Sosial

4 min read
5 Serial Jepang di Netflix yang Bikin Kamu Melek Isu Sosial
adegan dalam serial Plastic Beauty (dok. Netflix/Plastic Beauty)
  • Kotaro Lives Alone menyoroti penelantaran anak dan trauma masa kecil, sementara Mr. Hiiragi's Homeroom mengingatkan bahaya perundungan siber, hoaks, serta tanggung jawab pengguna media sosial.
  • Midnight Diner: Tokyo Stories menghadirkan kisah kaum marjinal, termasuk pekerja imigran dan lansia kesepian, melalui kedai malam yang menjadi ruang berbagi tanpa penghakiman.
  • Fishbowl Wives membahas kekerasan dan tekanan dalam pernikahan, sedangkan Plastic Beauty menyorot standar kecantikan, obsesi penampilan, dan diskriminasi berdasarkan rupa.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Kalau kamu pikir serial Jepang cuma seputar kisah cinta persekolahan atau komedi yang absurd, saatnya ubah sudut pandangmu. Pasalnya, industri hiburan Jepang makin berani mengangkat isu-isu sensitif yang riil dan dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Netflix punya sederet serial Jepang yang gak cuma seru buat di-binge-watch, tapi juga bikin penontonnya tersentil dan lebih peka terhadap berbagai persoalan sosial. Mulai dari isu anak hingga standar kecantikan, berikut lima rekomendasi serial Jepang di Netflix yang wajib masuk ke dalam watchlist-mu!

  1. 1. Kotaro Lives Alone (2022)

    poster serial Kotaro Lives Alone
    poster serial Kotaro Lives Alone (dok. Netflix/Kotaro Lives Alone)

    Meskipun dikemas dalam bentuk anime yang menggemaskan, Kotaro Lives Alone sebenarnya punya cerita yang cukup serius. Serial ini bercerita tentang Kotaro Sato, anak 4 tahun yang pindah ke sebuah apartemen dan tinggal sendirian. Tingkahnya yang mandiri membuat Shin Karino, mangaka tetangganya, merasa khawatir dan mengajak penghuni apartemen lain untuk bersama-sama mengawasinya.

    Dari kisah Kotaro, serial ini mengangkat isu penelantaran anak dan trauma masa kecil. Salah satu detail memilukan terlihat dari kebiasaan Kotaro membagikan tisu mahal kepada tetangga karena ia pernah terpaksa memakan tisu saat kelaparan. Lewat kehadiran Shin dkk., anime ini juga menunjukkan pentingnya peran komunitas dalam menjaga keselamatan anak-anak di sekitar kita.

  2. 2. Mr. Hiiragi's Homeroom (2019)

    poster serial Mr. Hiiragi's Homeroom
    poster serial Mr. Hiiragi's Homeroom (dok. Netflix/Mr. Hiiragi's Homeroom)

    Serial drama misteri ini membahas bahaya perundungan siber, penyebaran hoaks, dan tanggung jawab netizen di media sosial. Ketegangannya terasa makin kuat karena sekitar 90 persen adegannya hanya berlangsung di satu ruang kelas yang terisolasi. Lewat frasa ikoniknya, “Let’s think!”, drama ini mengingatkan penonton untuk berpikir dan menyaring informasi sebelum ikut mengetik komentar di internet.

    Kisahnya berawal ketika guru seni bernama Ibuki Hiiragi (Masaki Suda) mendadak mengurung 29 siswanya sebagai sandera, tepat sepuluh hari sebelum kelulusan. Ia mengancam akan meledakkan kelas jika para murid gagal mengungkap kebenaran di balik kematian Reina Kageyama, salah satu siswa bintang di kelas mereka. Setiap hari, Hiiragi memberikan tantangan yang membuat para murid harus menghadapi akibat dari tindakan mereka di dunia digital.

  3. 3. Midnight Diner: Tokyo Stories (2016–2019)

    poster serial Midnight Diner: Tokyo Stories
    poster serial Midnight Diner: Tokyo Stories (dok. Netflix/Midnight Diner: Tokyo Stories)

    Berlatar di gang tersembunyi Shinjuku, Midnight Diner: Tokyo Stories bercerita tentang sebuah kedai kecil yang baru buka saat tengah malam. Pemiliknya, Master (Kaoru Kobayashi), bisa memasak apa saja yang diminta pelanggan selama bahan-bahannya tersedia. Setiap malam, orang-orang dengan cerita berbeda datang ke sana dan menikmati makanan sambil berbagi kisah mereka.

    Sekilas, Midnight Diner memang terasa seperti serial kuliner dengan nuansa slice of life yang hangat. Namun, serial ini juga memberi ruang bagi kaum marjinal yang jarang disorot, mulai dari seorang cross-dresser, pekerja imigran, hingga lansia kesepian. Di tengah kehidupan kota besar yang individualistis dan penuh penilaian, pendekatan Master yang tenang dan tanpa menghakimi seolah menjadi katarsis bagi mereka.

  4. 4. Fishbowl Wives (2022)

    poster serial Fishbowl Wives
    poster serial Fishbowl Wives (dok. Netflix/Fishbowl Wives)

    Kehidupan para istri di apartemen mewah ini menunjukkan kalau rumah tangga yang terlihat sempurna dari luar belum tentu baik-baik saja. Fishbowl Wives mengangkat masalah seperti kekerasan, pengabaian, dan tekanan dalam pernikahan yang membuat perempuan sulit mengambil keputusan untuk dirinya sendiri. Simbol ikan dalam akuarium juga terasa pas untuk menggambarkan para istri yang terlihat nyaman, tapi sebenarnya merasa terkurung.

    Salah satu ceritanya berpusat pada Sakura Hiraga (Ryoko Shinohara) yang mengalami kekerasan dari suaminya meski kehidupan mereka terlihat sempurna. Pertemuannya dengan Haruto (Takanori Iwata), pemilik toko ikan hias, perlahan membuat Sakura berani mempertanyakan pernikahannya. Lima perempuan lain di apartemen tersebut juga memiliki masalah rumah tangga masing-masing.

  5. 5. Plastic Beauty (2026)

    poster serial Plastic Beauty
    poster serial Plastic Beauty (dok. Netflix/Plastic Beauty)

    Melengkapi daftar ini, ada Plastic Beauty yang baru saja tayang di Netflix pada Kamis (17/9/2026). Serial drama medis ini berfokus pada Fumi Numata (Mayu Matsuoka), mantan dokter bedah IGD yang beralih ke dunia kedokteran estetika setelah mengalami sebuah insiden medis. Di klinik barunya, ia berhadapan dengan Rin Tohyama (Riisa Naka), dokter bedah kosmetik populer yang punya pandangan berbeda soal kecantikan dengan Fumi.

    Gak cuma menawarkan konflik keduanya, Plastic Beauty juga mengangkat isu standar kecantikan di masyarakat. Tentang bagaimana tekanan untuk tampil sesuai standar tertentu bisa memengaruhi kehidupan dan cara seseorang memandang dirinya sendiri. Obsesi terhadap penampilan dan diskriminasi berdasarkan rupa pun menjadi bagian dari persoalan yang disorot dalam serial Jepang ini.

    Kelima serial Jepang di atas menunjukkan bahwa isu sosial bisa dikemas lewat berbagai genre dengan cara yang menarik. Kamu gak cuma dapat hiburan yang seru, tapi juga bisa melihat berbagai persoalan sosial dari sudut pandang yang berbeda!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More