Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Sinopsis Love Like a Bike, Serial BL Thailand di Netflix

Sinopsis Love Like a Bike, Serial BL Thailand di Netflix
still cut Love Like a Bike (x.com/LoveLike35255)
Intinya Sih
  • Love Like a Bike adalah drama BL Thailand karya Golf Tanwarin yang tayang di Netflix dan CH3, mengangkat tema keluarga, cinta, persahabatan, serta mimpi berlatar kota Pattaya.
  • Cerita berfokus pada tiga pria adopsi—Nabnueng, Tawan, dan Sky—dengan kisah cinta berbeda yang dipenuhi trauma masa lalu, konflik emosional, serta proses penyembuhan diri.
  • Drama ini menonjol lewat sinematografi indah Pattaya, simbolisme sepeda sebagai keseimbangan hidup, serta pembahasan isu kesehatan mental melalui karakter psikiaternya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Dikenal dengan karya slice of life Golf Tanwarin kembali menyutradarai drama BL berjudul Love Like a Bike. Drama bergenre romansa ini diproduksi oleh S Class Entertainment bekerjasama dengan P.S. Performance. Lisensi penayangan Love Like a Bike dipegang oleh CH3 Thailand dan platform streaming Netflix.

Mengambil latar kota Pattaya dengan keindahan pantainya, Love Like a Bike mengangkat tema keluarga, cinta, persahabatan, dan mimpi. Tertarik untuk menontonnya? Simak dulu sinopsisnya berikut ini, yuk!

1. Love Like a Bike menceritakan tentang apa?

Love Like a Bike
still cut Love Like a Bike (x.com/LoveLike35255)

Love Like a Bike menceritakan tiga kisah cinta dari tiga pria yang tumbuh bersama sebagai anak adopsi. Mereka tumbuh sebagai saudara yang saling menyayangi dan selalu membantu satu sama lain. Meski begitu mereka mempunyai gaya hidup yang berbeda dengan profesi pekerjaan yang berbeda pula.

Nabnueng (Masu Junyangkidul) merupakan anak tertua yang berprofesi sebagai psikiater. Ia mempunyai kepribadian yang hangat dan selalu mendukung mimpi yang ingin dicapai oleh orang di sekitarnya. Masu terlibat kisah Romansa dengan Sailom (Tee Thanapon), seorang pemuda yang menderita hepaphobia atau ketakutan berlebih terhadap sentuhan. Hubungan Nabnueng dan Sailom dihiasi oleh luka batin dan trauma masa lalu yang berkembang menjadi cinta yang saling menyembuhkan.

Kemudian ada Tawan (Us Nititorn), anak kedua yang berprofesi sebagai mekanik sepeda dan membantu menjalankan cafe keluarga. Kegagalan mendaratkan pesawat yang menewaskan satu anak kecil berusia 7 tahun, membuat Tawan depresi dan trauma sehingga ia meninggalkan pekerjaannya sebagai pilot. Tawan terlihat seperti sosok yang cuek dan kasar, namun ia memiliki hati yang lembut dan tidak pernah bisa mengungkapkan perasaannya dengan gamblang. Tawan terlibat dalam hubungan yang rumit dan penuh pertengkaran dengan Dindin (Ta Nannakun), karyawan di cafe milik keluarganya.

Terakhir ada kisah cinta dari Sky (Dannya Luciono), pemuda tampan yang karismatik. Bakatnya adalah menyenangkan semua orang melalui kata-kata manis. Oleh sebab itu, ia bekerja sebagai host di sebuah bar. Sky berprinsip tidak akan pernah terlibat romansa dengan pelanggannya, namun justru ia jatuh cinta pada Nava (Win Thanat), pemuda yatim piatu yang beberapa kali memakai jasa Sky.

2. Siapa saja pemeran di Love Like a Bike?

Love Like a Bike
still cut Love Like a Bike (x.com/LoveLike35255)

Love Like a Bike melibatkan banyak orang yang berpengalaman di industri hiburan Thailand. Sutradara, penulis naskah, sinematografer, hingga custom designer adalah orang-orang yang mempunyai banyak karya fenomenal. Adapun para aktor yang terlibat peran dalam Love Like a Bike ialah sebagai berikut:

  • Masu Junyangkidul sebagai Nabnueng
  • Tee Thanapon sebagai Sailom
  • Ta Nannakun sebagai Dindin
  • Us Nititorn sebagai Tawan
  • Dannt Luciano sebagai Sky
  • Win Thanat sebagai Nava
  • MJ Teachin sebagai James
  • Natalie Sirinada sebagai Lemon
  • Ningcheng Theerata sebagai Soda
  • Mickey Nathanon sebagai Mickey
  • Zoom Pankorn sebagai Zoom
  • Hong Suchada sebagai Pailin
  • Kanvara Baitong sebagai Lookso
  • Ngow Watcharakorn sebagai Man

3. Kenapa harus nonton Love Like a Bike?

Love Like a Bike
still cut Love Like a Bike (x.com/LoveLike35255)

Love Like a Bike mempunyai beberapa alasan kenapa harus ditonton meskipun rating di IMDb hanya 6,9/10. Sebab drama ini hanya tidak berpusat pada kisah romansanya saja namun juga pada hubungan keluarga dan persahabatan. Tokoh utama yang berprofesi sebagai psikiater membuat drama ini juga membahas tentang mental health. Konflik utama dalam cerita Love Like a Bike juga terasa unik dan menarik karena mengangkat hephephobia. Konflik ini memberi gambaran bahwa ekspresi cinta tidak pernah mempunyai batasan.

Plot cerita Love Like a Bike dibangun dengan sistematis dan tegas. Di episode awal kita langsung diperkenalkan dengan setiap karakter dan konflik yang mereka alami. Namun setelah itu, cerita berkembang secara perlahan membawa penonton menyelami luka batin di setiap karakternya melalui proses terapi yang tidak tergesa-gesa. Mengisyaratkan judulnya, Love Like a Bike menjadikan sepeda sebagai simbol keseimbangan dalam hidup yang terus diupayakan.

Salah satu yang paling menonjol dalam drama Love Like a Bike selain alur dan chemistry para pemainnya adalah sinematografinya yang mengambil latar keindahan kota Pattaya. Citra kota Pattaya di drama ini terkesan ramai, romantis, dan juga menenangkan. Selain itu jika kita perhatikan setiap karakter juga mempunyai warnanya sendiri berdasarkan pakaian yang mereka kenakan. Mulai dari biru kuning, ungu, abu-abu hingga hitam menjadi gambaran setiap karakter di drama ini.

Memulai penayangannya pada 2 Maret 2026, di Netflix Love Like a Bike telah memasuki episode 6. Hanya berjumlah 8 episode konflik dalam drama ini mulai terurai dan hubungan antar karakter kian berkembang. Love Like a Bike menayangkan episode terbarunya setiap hari Senin. Jadi, selamat menonton!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Diana Hasna
EditorDiana Hasna
Follow Us

Latest in Hype

See More