11 Lagu Paskah untuk Ibadah Kristen, Berasal dari Buku Nyanyian Gereja

Terdapat banyak lagu rohani Kristen dari berbagai buku lagu gereja seperti Kidung Jemaat, Gita Bakti, dan Kidung Keesaan yang biasa dinyanyikan saat ibadah Paskah.
Lirik demi lirik yang terkandung pada lagunya berisi syair yang mengungkapkan perasaan syukur dan sukacita atas kebangkitan Yesus Kristus.
Lagu-lagu tersebut pun menggambarkan kemenangan Kristus atas maut, kebangkitan-Nya yang membawa harapan baru, serta ajakan untuk memuji dan bersyukur kepada Tuhan.
Hari Paskah atau yang diperingati sebagai Hari Kebangkitan Yesus Kristus jelas menjadi momentum yang sangat berharga dan sakral bagi umat Kristen. Biasanya, peribadahan yang dilakukan di hari Paskah tampak spesial karena jemaat turut melantunkan lagu-lagu bertema kebangkitan Yesus.
Lagu Paskah yang berasal dari buku lagu gereja pun kini sudah banyak yang familier. Berikut beberapa lagu Paskah untuk ibadah Kristen yang biasa dinyanyikan ketika hari Paskah tiba!
Table of Content
1. Kidung Jemaat 187 – Yesus Bangkit! Nyanyilah
Melalui liriknya, lagu "Yesus Bangkit! Nyanyilah" menekankan bahwa kebangkitan Yesus Kristus patut dirayakan dengan penuh iman. Lagu ini pun mengajak umat untuk memuji Tuhan sekaligus mensyukuri kehidupan baru setelah dosa dihapuskan lewat pengorbanan Yesus di kayu salib.
Berikut lirik lagunya:
1. Yesus bangkit! Nyanyilah: Haleluya!
Sungguh mulia hari-Nya! Haleluya!
Yang disalib Golgota, Haleluya,
Menebus manusia. Haleluya!
2. Naikkan puji dan syukur. Haleluya!
Bagi Kristus, Raja-Mu. Haleluya!
Maut ditanggung oleh-Nya. Haleluya!
Yang berdosa s'lamatlah. Haleluya!
3. Siksa salib-Nya memb'ri, Haleluya!
pendamaian tak terp'ri. Haleluya!
Dan malaikat s'lamanya, Haleluya!
menyanyikan hormat-Nya. Haleluya!
4. Puji Allah! Nyanyilah! Haleluya!
Mahaagung kasih-Nya! Haleluya!
Bala sorga, puji t'rus, Haleluya!
Bapa, Putra, Roh Kudus. Haleluya!
2. Kidung Jemaat 188 – Kristus Bangkit! Soraklah
Sementara itu, lagu "Kristus Bangkit! Soraklah" mengajak jemaat bersukacita atas kebangkitan Yesus Kristus, serta menegaskan bahwa kebangkitan-Nya merupakan peristiwa kemenangan sekaligus sumber keselamatan bagi umat percaya.
Adapun lirik lagu Kidung Jemaat 188 – "Kristus Bangkit! Soraklah", antara lain:
1. Kristus bangkit! Soraklah: Haleluya!
Bumi, sorga bergema: Haleluya!
Berbalasan bersyukur: Haleluya!
Muliakan Tuhanmu! Haleluya!
2. Karya kasih-Nya genap: Haleluya!
Kemenangan-Nya tetap: Haleluya!
Surya s'lamat jadi t'rang: Haleluya!
Takkan lagi terbenam: Haleluya!
3. Kuasa kubur menyerah: Haleluya!
Dan neraka takluklah: Haleluya!
Kristus jaya atas maut: Haleluya!
Dan terbukalah Firdaus: Haleluya!
4. Hidup Raja mulia: Haleluya!
Kita s'lamat Oleh-Nya: Haleluya!
Maut, di mana jayamu: Haleluya!
Kubur, mana kuasamu: Haleluya!
5. Hai tinggalkan maut kelam: Haleluya!
Ikut Dia yang menang: Haleluya!
Bangkitlah, manusia: Haleluya!
Dalam kebangkitan-Nya: Haleluya!
6. Raja agung, t'rimalah: Haleluya!
Sorak puji semesta: Haleluya!
Hormat kami bergema: Haleluya!
Kaulah Hidup yang baka: Haleluya!
3. Kidung Jemaat 189 – Yerusalem, Bersoraklah
"Yerusalem, Bersoraklah" menjadi ajakan yang ditujukan kepada umat untuk menyambut dengan sukacita peristiwa kebangkitan Yesus sebagai kemenangan atas maut. Pasalnya, kebangkitan Sang Juru Selamat telah memberi kehidupan baru bagi umat percaya.
Ini lirik lagunya:
1. Yerusalem, bersoraklah menyambut fajar mulia!
Terbitlah hari yang terang: Tuhanmu bangkit dan menang!
2. Kuasa kubur, alam maut tak menaklukkan Putra Daud:
Sang Bapa membangkitkan-Nya; abadilah kuasa-Nya!
3. Oleh-Nya kita pun lepas, tak lagi takut dan cemas:
dengan percaya pada-Nya sang maut hilang dashyatnya!
4. Kebangkitan-Nya memberi hidup yang baru tak henti.
Terbitlah dari mati-Nya hidup kekal dan mulia.
4. Kidung Jemaat 191 – Hari Minggu, Hari Kebangkitan
Melalui lagu "Hari Minggu, Hari Kebangkitan", umat percaya diajak memaknai kembali peristiwa kebangkitan Yesus dan mendorong mereka untuk menjalani kehidupan baru sesuai kehendak Tuhan dengan meninggalkan kehidupan lama yang dikuasai dosa.
Selengkapnya, begini isi lirik lagu "Hari Minggu, Hari Kebangkitan":
1. Hari Minggu, Hari Kebangkitan, kami sambut fajarmu.
Di terangmu daya maut hilang, kalah sudah seteru.
Kristus, Matahari Kehidupan, o, pancarkan sinar penghiburan
dan harapan yang penuh akan damai Sabatmu.
2. Atas panggilan-Mu kami bangkit, hidup dalam hidup-Mu.
Dari kubur-dosa kami tampil, dibebaskan Roh Kudus.
Ajar kami tiap-tiap hari di kematian-Mu turut mati,
agar bangkit dan teguh ikut jalan jaya-Mu.
3. Hidup, mati, kami mengalami perlindungan-Mu tetap.
Nanti gurun dunia dijalani, masa duka pun genap.
Sungguh indah Hari Perhentian menyudahi malam kematian,
Saat kami menyembah Dikau di terang baka.
5. Kidung Jemaat 194 – Dikau, Yang Bangkit, Mahamulia
"Dikau, Yang Bangkit, Mahamulia" menjadi salah satu lagu yang gak kalah populer dan sering kali dilantunkan dalam peribadahan Paskah di gereja. Kata-kata dalam liriknya juga berisi ajakan kepada umat untuk ikut bergembira atas kemenangan Yesus melalui kebangkitan-Nya yang telah membawa damai, kekuatan, dan pengharapan baru bagi kehidupan orang percaya.
Berikut lirik lagu Kidung Jemaat 194 – "Dikau, Yang Bangkit, Mahamulia":
1. Dikau, Yang Bangkit, mahamulia!
Dikaulah abadi jaya dan megah!
Turun malak sorga putih cemerlang;
kubur ia buka, tanda Kau menang.
Refrein: Dikau, Yang Bangkit, mahamulia!
Dikaulah abadi jaya dan megah!
2. Lihatlah Dia, Yesus, Tuhanmu!
Dialah Mesias; yakinlah teguh!
Mari, umat Tuhan, bergembiralah!
Bertekun maklumkan kemenangan-Nya!
3. Tuhanku hidup takut pun lenyap.
Dia Junjunganku, Damaiku tetap.
Yesuslah Kuatku, Kemenanganku,
Yesuslah Hidupku, Kemuliaanku!
6. Kidung Jemaat 211 – Tuhanku Bangkit! Nyanyilah
Lirik yang terkandung pada lagu "Tuhanku Bangkit! Nyanyilah" menangkap jelas peristiwa saat Yesus bangkit dari kematian-Nya. Oleh karena itu, lagu ini seperti menjadi bentuk penegasan bahwa kebangkitan Yesus menjadi bukti kalau Ia telah berhasil mengalahkan maut sehingga umat percaya mendapatkan kehidupan baru di dalam-Nya.
Berikut isi lirik lagunya:
1. Tuhanku bangkit! Nyanyilah: Haleluya!
Kubur ditinggalkan-Nya, maut dikalahkan-Nya.
Tuhanku bangkit! Nyanyilah: Haleluya!
2. Tuhanku bangkit! Nyanyilah Haleluya!
Tiga ibu datanglah, tidak menemukan-Nya.
Tuhanku bangkit! Nyanyilah Haleluya!
3. Tuhanku bangkit! Nyanyilah Haleluya!
Sang malaikat mulia membukakan kubur-Nya.
Tuhanku bangkit! Nyanyilah Haleluya!
4. Tuhanku bangkit! Nyanyilah Haleluya!
"Jangan takut dan sedih: Yang kaucari t'lah pergi!"
Tuhanku bangkit! Nyanyilah Haleluya!
5. Tuhanku bangkit! Nyanyilah Haleluya!
"Ingat akan sabda-Nya yang pernah diucap-Nya."
Tuhanku bangkit! Nyanyilah Haleluya!
6. Tuhanku bangkit! Nyanyilah Haleluya!
"Setelah sengsara-Nya Allah memuliakan-Nya."
Tuhanku bangkit! Nyanyilah Haleluya!
7. Tuhanku bangkit! Nyanyilah Haleluya!
Yang tersalib hiduplah! Kita hidup oleh-Nya!
Tuhanku bangkit! Nyanyilah Haleluya!
7. Gita Bakti 173 – T'rang Paskah Berseri
"T'rang Paskah Berseri" menjadi ungkapan sukacita atas kebangkitan Yesus yang tidak hanya mengalahkan maut, tapi juga mengusir segala kesedihan. Lirik Gita Bakti 173 ini turut menegaskan, kemenangan Yesus melalui kebangkitan-Nya memberikan harapan baru bagi umat yang telah diselamatkan dari dosa.
Lebih jelasnya, begini lirik lagu "T'rang Paskah Berseri:
1. T’rang Paskah berseri,
tersingkir kesedihan:
Sang Raja tersalib,
menang dengan gemilang!
Refrein: Andaikan Tuhanku tak dibangkitkan lagi,
percuma imanku. Tetapi Ia bangkit,
ya bangkit, ya bangkit, ya bangkit!
2. Harapanku teguh:
kelak 'ku bangkit pula
di waktu menderu
suara sangkakala.
3. Sang maut menyerah,
tak lagi berkuasa
dan 'ku bahagia,
selamat kar'na Paskah.
8. Gita Bakti 174 – Di Pagi Nan Sunyi
Lagu Gita Bakti 174 berjudul "Di Pagi Nan Sunyi" berisi penegasan kalau kehidupan kekal bagi orang percaya berasal dari karya keselamatan yang Yesus sudah lakukan melalui kebangkitan-Nya usai pengorbanan di kayu salib. Itulah sebabnya mengapa umat harus menyambut kabar kebangkitan-Nya dengan sukacita.
Seperti ini lirik "Di Pagi Nan Sunyi":
1. Di pagi nan sunyi kabar gembirapun terdengar,
dari malak sorga berjubah putih berkilauan.
Yesus telah bangkit, kubur tak lagi mengungkung-Nya!
Para perempuan pun bergegas memb'ritakan-Nya.
Refrein: Mari bersukacita, mari bersukaria;
kar'na kes'lamatanmu sudah menjadi nyata.
Maut dikalahkan-Nya, kubur ditaklukkan-Nya.
Mari puji Dia, besar kuasa-Nya.
2. Petrus dan Yohanes seg'ra menuju kubur itu.
Mereka pun tidak melihat Yesus di dalamnya.
Mereka percaya kar'na mengingat nubuat-Nya.
Kubur Yesus kosong menjadi bukti Dia menang!
3. Kebangkitan Yesus membuka tabir masa depan
bagi yang percaya dan yang berharap kepada-Nya.
Kebangkitan Yesus memberi hidup selamanya:
Marilah semua kita bernyanyi Haleluya!
9. Kidung Keesaan 250 – Gembira dan Bernyanyilah
Lagu "Gembira dan Bernyanyilah" yang tercantum Kidung Keesaan 250 mengajak kita untuk merayakan Paskah dengan penuh sukacita karena Yesus sebagai Penebus telah berhasil menaklukkan maut melalui peristiwa kebangkitan-Nya.
Berikut isi lirik lagu "Gembira dan Bernyanyilah":
1. Gembira dan bernyanyilah
menyambut Paskah yang cerah
dan kes’lamatan yang baka.
Refrein: Haleluya, Haleluya,
Haleluya, Haleluya!
Terpuji Kristus s’lamanya!
2. T'lah bangkit Yesus, Penebus,
yang disalibkan bagimu.
Agungkan nama-Nya terus!
3. Gapura maut hancurlah,
dan oleh Tuhan bebaslah
semua orang milik-Nya.
4. Segala puji dan syukur
ya Putra Allah, bagi-Mu;
Firdaus Kau buka bagiku!
5. Seluruh umat, nyanyilah!
Tritunggal Kudus pujilah
sekarang dan selamanya.
10. Kidung Keesaan 258 – Maut Sudah Menyerah
"Maut Sudah menyerah" menjadi salah satu lagu yang dinyanyikan dalam ibadah Paskah. Liriknya menegaskan kekuatan Yesus yang mampu mengalahkan maut, sekaligus mengajak umat percaya untuk terus memuliakan dan mengagungkan nama Tuhan.
Adapun liriknya di bawah ini!
1. Maut sudah menyerah,
kubur hilang kuasanya:
Jurus'lamat t'lah menang
dalam sinar cemerlang,
dalam sinar cemerlang.
2. Umat Tuhan, pandanglah
ke angkasa mulia
dan saksikan Penebus
masuk sorga yang kudus,
masuk sorga yang kudus.
3. Surga, bukalah gerbang,
sambut Raja yang menang!
Antarkan ke takhta-Nya
Yang kekal kuasa-Nya,
Yang kekal kuasa-Nya.
4. Nyanyilah, hai Serafim,
mainkan harpa berdenting.
Ikutlah, manusia,
mengagungkan nama-Nya,
mengagungkan nama-Nya.
11. Kidung Keesaan 264 – Waktu Fajar di Taman Sepi
Kidung Keesaan 264 tidak hanya bercerita tentang Maria yang menemukan kubur kosong sebagai tanda Yesus telah bangkit, tetapi juga menggerakkan umat percaya untuk membagikan kabar sukacita kebangkitan-Nya kepada semua orang di sekitar mereka.
Lirik Kidung Keesaan 264 "Waktu Fajar di Taman Sepi":
1. Waktu fajar di taman sepi
datanglah Maria ke kubur;
kubur kosong yang ditemukannya.
T'lah bangkit Tuhan Yesus!
Refrein: Dan suara Yesus memanggilku,
bergembiralah hatiku!
Sungguh indah persekutuannya
bersama dengan Yesus.
2. Dan sekarang di saat teduh
aku datang mencari Tuhan;
ingin 'ku ikut dan menyapa-Nya,
bersatu dengan Tuhan.
3. Ingin 'ku tetap bersama-Nya
hidup damai aman sentosa;
namun Tuhan mengutus 'ku pergi,
b'ritakan kebangkitan.
Itulah beberapa lagu Paskah untuk ibadah Kristen yang penuh dengan ungkapan syukur dan sukacita merayakan kebangkitan Yesus Kristus. Semoga dapat menjadi rujukan bagi kamu yang tengah mencari lagu Paskah untuk ibadah.


















