Surat Kelulusan Amanda dari JKT48 Buat Fans Ikut Menangis

- Amanda resmi lulus dari JKT48 pada 29 Maret 2026 lewat pertunjukan 'Pertaruhan Cinta', membacakan surat emosional yang membuat member dan penggemar meneteskan air mata.
- Selama perjalanan di JKT48, Amanda belajar menghadapi kegagalan, menekan ego, serta menemukan makna perjuangan dan persahabatan yang membentuknya jadi pribadi lebih kuat dan berkarakter.
- Dalam surat kelulusan, Amanda berterima kasih kepada keluarga, teman sesama member, staf, dan fans atas dukungan mereka, sambil berharap tetap mendapat cinta di perjalanan barunya.
Setelah resmi menjadi anggota generasi 10 pada Agustus 2020, Amanda baru memulai masa trainee di JKT48 pada 18 Desember 2021, tepat sehari setelah ulang tahunnya yang ke-17. Sempat tersandung masalah, member asal Bandung yang dikenal tomboi ini menerima segala konsekuensi dan berhasil bangkit menjadi pribadi yang lebih baik.
Amanda telah melangsungkan pertunjukan kelulusan dari JKT48 pada 29 Maret 2026 melalui setlist "Pertaruhan Cinta." Surat yang ia bacakan di momen kelulusannya tersebut membuat member dan penggemar kompak meneteskan air mata. Berikut adalah rangkuman perasaan yang Amanda sampaikan dalam surat kelulusannya.
1. Panggung sudah menjadi tempat dambaan Amanda untuk mengekspresikan dirinya

Sejak kecil, panggung sudah menjadi tempat nyaman bagi Amanda mengekspresikan dirinya. Mulai dari menyanyi, menari, fashion show, hingga story telling, Amanda benar-benar senang bisa menampilkannya di hadapan banyak orang. Hingga suatu hari, ia mencoba peluang besar untuk melangkah ke dunia baru yang ternyata mengubah hidupnya secara drastis.
Amanda berhasil lolos menjadi anggota generasi 10 JKT48 pada usia 15 tahun, tetapi debutnya sempat ditunda karena restrukturisasi. Di usia 17 tahun, ia kembali menginjakkan kaki di atas panggung sebagai member JKT48 dan benar-benar menjalani aktivitas sebagai bagian dari grup ini. Saat itu, Amanda merasa tinggi karena berhasil menaklukan hal besar di usia muda, ia merasa menang.
2. Terbiasa jadi yang terbaik di lingkungannya, Amanda belajar menghadapi kenyataan di JKT48

Amanda terbiasa menjadi yang terbaik, tetapi di JKT48 ia belajar menghadapi kenyataan bahwa tak semua yang diinginkan bisa terwujud. Di tahun pertamanya, Amanda mulai menyadari bahwa ia tidak suka merasa tertinggal dari teman yang lain, tidak suka kalah, dan tidak mau dilupakan, ia belajar berjuang supaya tetap terlihat di mata fans. Amanda sempat mengalami pergulatan batin dengan dirinya sendiri dan harus belajar menekan ego untuk bisa bertahan di industri yang rumit ini.
Amanda sering bertanya kenapa bukan dirinya yang terpilih, tetapi dalam proses menuju dewasa, ia menemukan jawabannya. Amanda sadar bahwa setiap orang memiliki porsinya masing-masing, jika ia tidak terpilih maka itu memang belum gilirannya. Sayangnya, sebelum gilirannya tiba, takdir memintanya merelakan banyak impiannya untuk pupus.
3. Dari susah beradaptasi, Amanda kini punya banyak teman yang membantunya berkembang

Di awal masa trainee, Amanda mengaku sulit bersosialisasi, tidak bisa membuka diri dan membaur karena tidak pandai memulai obrolan. Ia tidak bisa beradaptasi dan merasa tidak cocok di JKT48. Akhirnya, Amanda memberanikan diri untuk terbuka dengan generasi 10 dan akhirnya timbul perasaan semangat untuk datang ke teater karena bisa bertemu dengan teman-teman maupun senior.
Lyn banyak membantu Amanda meningkatkan rasa percaya diri hingga tak lagi merasa insecure, lalu ada Lia yang selalu mengapresiasi setiap pencapaian kecil Amanda. Sosok Ella membuat Amanda belajar bersyukur dan melihat dunia dengan pandangan positif meski terkadang terasa tak adil. Si bungsu Raisha selalu menjadi pendengar setia Amanda saat butuh menumpahkan segala perasaan.
Amanda berterima kasih kepada Daisy dan Danella yang telah menemaninya di JKT48, kehadiran keduanya membuat Amanda merasa lebih hangat karena ada saudara satu kota yang berjuang bersama di perantauan. Amanda menaruh harapan besar kepada member kembar tersebut untuk bersinar terang di waktu yang tepat. Terakhir, Amanda juga mengucapkan terima kasih kepada Tana Nona, member generasi 1 JKT48 Virtual dan meminta fans memberikan cinta yang sama kepada sahabat virtualnya tersebut.
4. JKT48 telah membentuk Amanda jadi sosok yang memiliki value

Dalam surat kelulusannya, Amanda mengucapkan rasa terima kasih yang besar kepada penggemar karena telah sabar dan bertahan meski banyak air mata tercurah. Setelah ini, Amanda berjanji hanya akan membagikan tawa dari hatinya yang paling tulus, ia tak mau hubungannya dengan fans terasa seperti parasosial saja. Amanda takut setelah lulus dari JKT48, ia akan kehilangan kabar dari pendukungnya karena mereka sangat berarti bagi perjalanan hidupnya.
Amanda tak lupa berterima kasih atas dedikasi staf dan para member, grup ini benar-benar telah membentuknya menjadi sosok yang berkarakter, kuat mentalnya, dan punya value miliknya sendiri. Ia juga berterima kasih kepada member Team Dream yang selalu mengikutsertakannya dalam setiap kegiatan, padahal sistem team baru aktif pada 1 April, saat Amanda sudah tak lagi di JKT48. Ia tak sabar menunggu gebrakan baru dari Team Dream dan berharap tim ini mendapat banyak cinta dari penggemar.
5. Amanda ucapkan rasa terima kasih untuk kedua orang tua

Sosok mama telah menjadi sandaran Amanda selama ini, tempat untuk mencurahkan segala beban mental dan fisik. Ia tidak ingin mamanya merasa sedih karena Amanda yang mengalami cedera parah harus tetap bertahan di JKT48. Amanda menyatakan bahwa semua ini ia jalani dengan rasa bahagia.
Untuk papa yang sudah pergi dengan tenang sejak 2022, Amanda juga mengucapkan rasa terima kasih karena telah memperjuangkannya hingga titik terakhir. Meski papanya tidak bisa melihat dan menemani Amanda di hari kelulusannya dari JKT48, Amanda berharap papanya tahu bahwa ia melakukan semuanya selama ini dengan sepenuh hati.
Amanda menutup perjalanannya di JKT48 pada usia 21 tahun, masih sangat muda untuk meraih mimpinya yang lain di luar sana. Ia berpesan kepada penggemar untuk memperlakukan para member layaknya manusia biasa. Terakhir, ia ingin penggemarnya tetap menemani perjalanan barunya di luar JKT48.



















