Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Tara Basro Cerita Perasaannya Bikin Buku Yasin untuk 40 Hari Vidi Aldiano
Tara Basro bikin buku Yasin buat almarhum Vidi Aldiano (Instagram.com/tarabasro)
  • Tara Basro dipercaya membuat buku Yasin untuk mengenang 40 hari kepergian sahabatnya, Vidi Aldiano, dan mengaku tak menyangka harus mendesain sesuatu dengan nama almarhum di dalamnya.
  • Buku Yasin berwarna biru jeans itu dirancang mencerminkan sosok Vidi, lengkap dengan foto senyumannya serta halaman khusus bagi penerima untuk menuliskan kenangan pribadi mereka.
  • Melalui proses pembuatan buku ini, Tara yang dikenal perfeksionis belajar bahwa makna tidak selalu datang dari kesempurnaan, melainkan dari ketulusan dan doa untuk mengenang Vidi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Sudah lebih dari 40 hari, almarhum Vidi Aldiano pergi meninggalkan orang-orang yang ia cintai untuk menghadap Illahi. Sebelumnya, pada Sabtu (18/4/2026), keluarga almarhum Vidi menggelar acara 40 hari mengenang pelantun "Nuansa Bening" (2008) itu di Masjid Nurul Hidayah, Bintaro Raya, Jakarta Selatan.

Sementara pada Senin (20/4/2026), Tara Basro mengungkap cerita dan latar belakang pembuatan buku Yasin untuk 40 harian almarhum Vidi Aldiano. Desainnya almarhum Vidi banget, Tara sebut ia tak menyangka bahwa dirinya harus mendesain buku yasin untuk sahabat tercintanya tersebut.

1. Tara Basro gak nyangka bakal bikin buku Yasin Vidi Aldiano

Tara Basro bikin buku Yasin buat almarhum Vidi Aldiano (Instagram.com/tarabasro)

Tara Basro dikenal sebagai salah satu sahabat almarhum Vidi Aldiano semasa hidup. Persahabatan itu tetap terjalin, bahkan kali ini Tara dipercaya membuat buku Yasin almarhum Vidi. Tara pun tidak percaya harus membuat buku Yasin yang ada nama almarhum Vidi di dalamnya.

"Mimpi apa gue Vid, harus bikin buku Yasin, tapi ada nama lo di dalamnya," ungkap Tara Basro mengawali ceritanya. Ia mengunggah pesan dalam tiga paragraf berlatarkan buku Yasin Vidi yang berwarna biru jeans.

Di akhir ceritanya itu, Tara menambahkan pesan yang ditutup dengan emotikon hati berwarna biru, "Semoga berkenan ya... dibuat dengan hati yang masih belajar merelakan."

2. Dia bikin buku Yasin yang menggambarkan Vidi banget

Tara Basro bikin buku Yasin buat almarhum Vidi Aldiano (Instagram.com/tarabasro)

Sejak awal, Tara memang ingin membuat buku Yasin yang benar-benar menggambarkan almarhum Vidi. Konsep yang ada di kepala Tara itu berhasil divisualisasikan dengan detail oleh desainer Gema Semesta.

"Dari awal kebayang mau buku yang menggambarkan Vidi, sesuatu yang kalau dibuka, orang bisa sedikit menemukan lo di sana. Untung ada @gemasemesta yang membantu mewujudkan semua yang ruwet di kepala gue," sambung pemeran Rini di Pengabdi Setan (2017) ini.

Tara pun spill visual dari buku Yasin almarhum Vidi. Cover-nya berwarna biru jeans bertuliskan nama Vidi di atas paranada yang sengaja dibuat timbul. Lalu Tara memilih foto terbaik yang menampilkan senyuman almarhum Vidi di halaman pertama, lengkap dengan tulisan nama Oxavia Aldiano. Ada juga halaman khusus yang digunakan untuk menyimpan kenangan para penerima buku Yasin tersebut.

"Halaman ini menjadi ruang untuk menyimpan kenangan kita. Dalam bentuk tulisan, foto, gambar, atau apa pun yang terasa paling dekat," tulis Tara sembari membagikan halaman berwarna putih lengkap dengan gambar not balok dan nama Vidi.

3. Lewat pembuatan buku ini, Tara Basro yang perfeksionis belajar kalau gak harus sempurna untuk bisa berarti

Tara Basro bikin buku Yasin buat almarhum Vidi Aldiano (Instagram.com/tarabasro)

Di dalam Yasin itu, Tara juga menambahkan doa dan pesan untuk orang-orang yang menerima buku tersebut. Ia menceritakan bagaimana sosok Vidi semasa hidup, sekaligus betapa pelantun "Status Palsu" (2008) itu sangat dicintai hingga sekarang.

"Kita semua tahu. Mungkin duka atau kepergian Vidi tak akan pernah benar-benar berakhir. Semoga bersama buku ini, Vidi akan selalu dekat dalam doa," tulis salah satu paragraf di doa tersebut.

Bukan hanya mengenang almarhum Vidi, tapi Tara juga belajar satu hal saat membuat buku tersebut. Bagi dirinya yang perfeksionis, Tara semakin memahami bahwa tidak perlu sempurna untuk berarti.

"Lewat buku ini, entah kenapa gue merasa lo lagi ngingetin gue... kalau kesempurnaan itu hanya milik Tuhan. Si perfeksionis ini harus belajar menerima kalau nggak semuanya harus sempurna untuk bisa berarti," ungkap Tara.

Tara juga membagikan bentuk asli dari buku Yasin almarhum Vidi tersebut. Mari kita kirimkan Alfatihah, untuk almarhum Vidi.

Editorial Team