Teuku Rizky Soal Pacaran Beda Agama, Sempat Perang Dingin dengan Ibu

- Teuku Rizky pernah berdebat hingga perang dingin dengan ibunya soal pacaran beda agama, sebelum keduanya berdamai lewat percakapan dari hati ke hati.
- Lutesha, yang dibesarkan dalam keluarga terbuka, mendapat perspektif baru setelah riset untuk film; ia memahami keyakinan, nilai, dan restu keluarga membuat isu ini kompleks.
- Rieke Diah Pitaloka menegaskan agama bersifat privat dan tidak dapat dipaksakan, termasuk oleh orangtua kepada anak, sebagaimana pandangannya melalui karakter Halimah.
Jakarta, IDN Times – Hubungan orangtua dan anak tentu memiliki dinamika tersendiri, terlebih ketika dihadapkan pada perbedaan pandangan, termasuk soal cinta beda agama. Pengalaman tersebut pun pernah dialami oleh Teuku Rizky.
Dalam sesi roundtable interview di kantor IDN, Jakarta, Jumat (24/7/2026), Teuku Ryzki mengenang bahwa hubungan asmara beda agama yang pernah dijalaninya tidak hanya memicu perdebatan dengan sang ibu, tetapi juga sempat membuat keduanya mengalami perang dingin.
1. Teuku Rizky ungkap pengalaman pacaran beda agama, sempat perang dingin dengan ibunya

Dalam roundtable interview yang berlangsung selama 30 menit, Teuku Rizky tak menampik bahwa ibunya memiliki pandangan yang cukup konservatif soal cinta beda agama. Perbedaan cara pandang itulah yang membuat keduanya kerap terlibat perdebatan dan saling mempertahankan pendapat.
“Nyokap cukup konservatif. Jadi banyak berantemnya, banyak perlawanannya,” kata Teuku Rizky.
Meski begitu, Teuku Rizky mengaku memahami sudut pandang sang ibu. Menurutnya, cara pandang tersebut dipengaruhi oleh referensi serta lingkungan keluarga yang membentuk nilai-nilai yang diyakini ibunya.
“Gue memahami mungkin nyokap gue seperti itu karena kurangnya referensi, culture-nya dia bersama keluarganya,” lanjut Rizky.
Di balik perbedaan pandangan di antara ia dan ibunya, Teuku Rizky juga merasa bahwa pengalaman tersebut justru menjadi proses yang membuat mereka sama-sama bertumbuh. Hingga pada akhirnya, ia mengajak sang ibu berbicara dari hati ke hati. Percakapan itu pun menjadi titik balik bagi keduanya untuk mengakhiri perdebatan yang berlarut-larut dan perang dingin yang sempat mereka alami.
“Pada akhirnya, serangkaian perdebatan itu sampai di momen di mana gue akhirnya ngobrol sama nyokap bahwa kayaknya cukup deh kita untuk banyak perdebatan dan jadi perang dingin ini.”
2. Tumbuh di keluarga open minded, Lutesha sempat bingung hubungan beda agama jadi persoalan

Nah, berbeda dari Teuku Rizky, Lutesha yang tumbuh di lingkungan keluarga yang terbuka justru sempat merasa bingung kenapa hubungan beda agama menjadi persoalan.
“Soalnya aku tumbuh dan lahir di keluarga yang sangat modern dan sangat open minded. Jadi aku gak paham kenapa ada orang yang gak bisa nikah karena beda agama. Jadi aku mikir, ‘Kenapa ya? Padahal, fine-fine aja pasangan beda agama,” ungkap Lutesha.
Namun, setelah terlibat dalam film Seni Merayu Tuhan bersama Ari Irham, Teuku Rizky, dan Rieke Diah Pitaloka, Lutesha mengaku pandangannya mulai berubah, terutama setelah ia mendalami karakternya yang beragama Katolik dan melakukan riset dengan berdiskusi bersama teman-temannya yang memiliki keyakinan tersebut.
Dari berbagai percakapan itu, Lutesha pun mengaku mendapatkan perspektif baru mengenai alasan kenapa cinta beda agama menjadi persoalan yang kompleks. Menurut Lutesha, diskusi tersebut memberinya pemahaman baru mengenai berbagai pertimbangan yang dimiliki seseorang dalam menyikapi hubungan beda agama. Ia pun menyadari bahwa keyakinan, nilai-nilai yang dipegang, serta restu keluarga menjadi faktor penting dalam mengambil keputusan.
3. Rieke Diah Pitaloka tegaskan agama sebagai sesuatu yang privat

Sebagai ibu dari tiga anak laki-laki, Rieke Diah Pitaloka turut membagikan pandangannya mengenai agama dalam kehidupan keluarganya. Ia menegaskan bahwa agama merupakan sesuatu yang bersifat sangat pribadi, sehingga setiap orang memiliki ruang untuk menentukan keyakinannya masing-masing.
Pandangan tersebut juga ia kaitkan dengan karakter Halimah yang diperankannya di film Seni Merayu Tuhan. Melalui karakter Halimah, Rieke ingin menunjukkan bahwa keyakinan tidak bisa dipaksakan, bahkan termasuk dalam hubungan antara orangtua dan anak.
“Itu sesuatu yang privat. Sama juga dengan Halimah kepada hikmah. Jadi, meski kita merasa bahwa kalau, ‘Gue islam, anak gue wajib islam.’ Gak bisa. Agama itu adalah sesuatu yang sangat privat,” pungkas Rieke Diah Pitaloka.















![[QUIZ] Siapa Member Tim Passion JKT48 yang Ngajak Kamu Date Nonton Spider-Man Brand New Day](https://image.idntimes.com/post/20260801/upload_860d2eb073fd633b6d500c136573b75f_43c58e22-a170-4267-8d70-04f52cf29450.jpg)






