Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Viral Artis Thailand Ramai Minta Maaf Karena Bikin Gestur Tangan

Viral Artis Thailand Ramai Minta Maaf Karena Bikin Gestur Tangan
potret Win Metawin dan permintaan maaf Nani Hirunkit (Instagram.com/winmetawin | x.com/Hirunkit_)
Intinya Sih
  • Sejumlah artis Thailand, termasuk Win Metawin dan Force Jiratchapong, meminta maaf setelah menggunakan gestur Signal for Help dalam konten media sosial yang dinilai tidak sesuai konteks.
  • Signal for Help merupakan isyarat tangan yang diciptakan Canadian Women’s Foundation pada 2020 untuk membantu korban kekerasan atau situasi berbahaya meminta pertolongan secara diam-diam.
  • Netizen menilai penggunaan gestur ini di luar konteks dapat mengaburkan makna aslinya dan berpotensi membuat masyarakat salah paham terhadap sinyal darurat tersebut.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Sejumlah artis Thailand mendadak menjadi sorotan setelah beramai-ramai menyampaikan permintaan maaf karena menggunakan Signal for Help atau gestur tangan yang digunakan sebagai isyarat meminta pertolongan, dalam konten media sosial mereka.

Nama besar seperti Win Metawin hingga Force Jiratchapong Srisang pun ikut terseret dalam kontroversi ini. Keduanya ramai dikritik setelah terlihat menggunakan Signal for Help dalam sebuah video. Netizen menilai gestur tersebut digunakan di luar konteks sehingga dikhawatirkan akan mengaburkan makna aslinya sebagai isyarat meminta pertolongan.

1. Sederet artis Thailand rilis permintaan maaf terkait gestur Signal for Help

Tangkapan layar unggahan Win Metawin di X yang berisi permintaan maaf atas penggunaan gestur tangan tanpa memahami maknanya.
permintaan maaf Win Metawin (x.com/winmetawin)

Setelah kontroversi terkait gestur Signal for Help meluas, sederet artis Thailand merilis permintaan maaf melalui akun media sosial masing-masing. Lewat akun X miliknya, Win Metawin mengaku menyesal menggunakan gestur tersebut tanpa memahami makna serta sensitivitas di baliknya.

“Saya sudah membaca pesan dan komentar kalian tentang isyarat tangan yang saya gunakan di postingan terbaru saya. Saya benar-benar minta maaf karena menggunakan gerakan itu tanpa memahami sepenuhnya makna atau kepekaannya. Saya salah paham dengan gerakan itu, mengira itu hanya tanda umum untuk meminta bantuan dalam situasi apa pun. Saya tidak menyadari bahwa itu membawa makna khusus,” tulisnya.

Sementara Itu, Force berjanji akan lebih berhati-hati dalam menggunakan gestur maupun simbol di ruang publik.

Selain Win dan Force, permintaan maaf serupa juga datang dari Ohm Tpk, Film Rachanun, Faye Peraya, Aou Thanaboon, Nani Hirunkit, dan masih banyak lagi.

2. Kenapa Signal for Help dianggap sensitif?

Tangkapan layar unggahan akun X berisi permintaan maaf atas penggunaan isyarat tangan kekerasan dalam rumah tangga dan ilustrasi tiga langkah sinyal bantuan.
permintaan maaf Nani Hirunkit (x.com/Hirunkit_)

Bagi yang belum familiar, mungkin bertanya-tanya kenapa penggunaan gestur ini menuai kontroversi hingga membuat sejumlah artis Thailand dihujani kritik. Jadi, Singnal for Help ini bukan sekadar gestur biasa.

Isyarat ini pertama kali diperkenalkan oleh Canadian Women’s Foundation pada 2020 sebagai cara bagi korban kekerasan dalam rumah tangga atau orang yang berada dalam situasi berbahaya untuk meminta pertolongan secara diam-diam, terutama ketika mereka tidak bisa berbicara secara langsung.

Gestur ini dilakukan dengan mengangkat telapak tangan menghadap ke depan, melipat ibu jari ke arah telapak tangan, lalu menutupnya menggunakan empat jari lainnya.

3. Penggunaan Signal for Help di luar konteks dikhawatirkan dapat mengaburkan makna aslinya

Tangkapan layar unggahan akun X ohmtpk yang berisi pernyataan permintaan maaf terkait gestur tangan yang disalahartikan sebagai simbol kekerasan dalam rumah tangga.
permintaan maaf Ohm Tpk (x.com/Tpkkrubs_)

Seiring dengan banyaknya artis Thailand yang menggunakan Signal for Help di luar konteks dalam beberapa waktu belakangan pun memicu perdebatan di media sosial. Netizen menilai, simbol yang memiliki makna serius tersebut tidak seharusnya digunakan secara sembarangan, terutama dalam konteks candaan atau hiburan.

Mereka khawatir apabila Signal for Help terlalu sering digunakan sebagai bagian dari tren atau gimmick di media sosial, masyarakat dapat menganggapnya sebagai gestur biasa. Hal tersebut pun dinilai dapat berpotensi membuat makna asli dari isyarat ini tidak lagi dipahami dengan baik saat digunakan oleh seseorang yang benar-benar membutuhkan pertolongan.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More