Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Asal-usul Tren GENER8ION Storm yang Viral, Banyak Dijiplak AI
cuplikan STORM oleh Yung Lean dan GENERA8ION (youtube.com/genera8ionworld)
  • Tren GENER8ION Storm berasal dari STORM II, bagian video musik proyek audiovisual GENER8ION bersama Yung Lean, yang menampilkan koreografi siswa berseragam di tangga sekolah.
  • Koreografi ikonik karya Damien Jalet melibatkan 66 penari dalam tujuh barisan, dilatih selama dua hari; STORM II telah ditonton lebih dari 19 juta kali.
  • Potongan adegan kini banyak dibuat ulang, termasuk dengan AI untuk mengganti karakter dan latar, memicu debat etika serta dorongan agar kreator asli tetap diberi kredit.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Tren video di media sosial terus menerus menunjukkan kreativitas baru tiap menitnya. Terkini, lagi viral video dengan koreografi satu orang berdiri diam di tengah deretan orang yang bergerak serempak. Formasi tersebut belakangan banyak dibuat ulang menggunakan teknologi AI, dengan karakter dan latar yang dibuat berbeda-beda, tetapi tetap mempertahankan ciri khas koreografi dari video aslinya.

Karena banyaknya penggunaan AI, gak sedikit netizen yang penasaran dari mana video asli ini dibuat. Dari mana sebenarnya koreografi ini awalnya berasal? Kamu salah satunya yang penasaran? Cek selengkapnya di bawah ini!

1. Berawal dari video music Yung Lean dan GENER8ION

cuplikan STORM oleh Yung Lean dan GENERA8ION (youtube.com/genera8ionworld)

“STORM” merupakan proyek audiovisual dari GENER8ION, kolaborasi DJ dan produser asal Prancis Surkin dengan sutradara Romain Gavras. Yung Lean menjadi pemeran utama dalam video yang dibagi menjadi dua bagian, yakni “STORM I” dan “STORM II” yang dirilis pada April 2026 lalu.

Pada bagian kedua, suasana video berubah menjadi lebih teatrikal. Yung Lean tampil bersama sekelompok siswa berseragam yang kemudian melakukan koreografi secara energik dan serempak di tangga sekolah. Koreografi tersebut dibuat oleh Damien Jalet dan menjadi salah satu bagian yang cukup ikonik dari video ini.

Berdasarkan laporan behind the scenes yang dibagikan oleh Damien, total ada 66 penari yang diatur dalam tujuh barisan. Mereka melakukan latihan selama dua hari. Menariknya, lebih dari setengahnya baru pertama kali mendapatkan pengalaman profesional sebagai penari. Hingga kini, video STORM II sudah ditonton lebih dari 19 juta kali.

2. Potongan videonya viral dibuat ulang oleh berbagai kreator di seluruh dunia

Kenny Blaq (instagram.com/kennyblaqmcfr_)

Potongan adegan inilah yang kemudian berkembang menjadi tren di media sosial. Pengguna membuat versi mereka sendiri dengan mempertahankan konsep satu sosok yang tampil berbeda di tengah kerumunan yang bergerak kompak. Sejumlah konten terbaru bahkan menggunakan AI untuk mengganti karakter maupun latar dari adegan tersebut.

Fenomena tersebut membuat adegan dari video Yung Lean kembali muncul dalam berbagai versi di media sosial. Beberapa konten bahkan secara terbuka menyebutnya sebagai “Yung Lean STORM trend” dan menawarkan prompt untuk membuat ulang adegan tersebut menggunakan generator video AI. Bahkan, komedian Kenny Blaq juga menggunakan referensi video Yung Lean untuk membuat teaser lagu barunya.

3. Penggunaan AI untuk menjiplak klip viral ini jadi perdebatan panas di kalangan netizen

cuplikan STORM oleh Yung Lean dan GENERA8ION (youtube.com/genera8ionworld)

Seiring semakin banyak orang mengikuti tren tersebut, format video STORM juga mulai digunakan sebagai referensi untuk konten berbasis AI. Kreator dapat mempertahankan pola gerakan kerumunan dari video asli sambil mengganti karakter, kostum, maupun latar sesuai konsep yang mereka inginkan.

Di tengah popularitas tren tersebut, penggunaan AI untuk menjiplak adegan dari karya seni audiovisual orisinal, akhirnya memunculkan perdebatan di media sosial. Sebagian netizen menikmati keberagaman dari aneka versi baru. Sementara sebagian lainnya mempertanyakan etika penggunaan karya visual orisinal sebagai dasar untuk reproduksi konten buatan AI.

Pihak Yung Lean dan GENER8ION pun belum memberikan komentar terkait viralnya karya mereka. Namun, netizen mulai meminta para akun media sosial yang menggunakan AI membuat di tren STORM ini untuk tetap memberikan kredit kepada kreator aslinya. Kalau kamu termasuk yang bikin tren video ini, tetap berikan kredit kepada pembuatnya, ya!

Editorial Team

Related Article