4 Insight Mendidik Anak ala Sun Jae Gyu di Spring Fever, Kerja Sama!

- Ajarkan anak untuk menghadapi penderitaan, Sun Jae Gyu harus bekerja keras dan memberikan perlindungan dari jauh saat Han Gyul ingin bertemu ibunya.
- Contohkan dan ajak mereka untuk hidup mandiri, Jae Gyu selalu mengajarkan Han Gyul untuk bisa melakukan pekerjaan dengan mandiri.
- Gak memaksa standar sosial pada Han Gyul, Jae Gyu menghargai segala keputusan hidup yang dipilih oleh keponakannya tersebut.
Sun Jae Gyu (Ahn Bo Hyun) merupakan seorang paman yang membesarkan keponakannya seorang diri di drakor Spring Fever (2026). Saat SMA, kakak perempuan Sun Jae Gyu pulang dengan membawa seorang bayi. Ayahnya marah besar dan kakaknya meninggalkan bayi tersebut bersamanya.
Sayangnya, Sun Jae Gyu hidup berdua dengan sosok ayah yang pemarah dan suka main tangan. Kondisi ini jelas gak ideal untuk membesarkan seorang anak kecil. Sejak saat itu, Sun Jae Gyu berusaha keras menjadi orangtua tunggal dari keponakannya, Sun Han Gyul (Jo Joon Young).
Meskipun hidup berdua dengan pamannya, Han Gyul berhasil tumbuh menjadi sosok yang penuh tanggung jawab dan baik hati. Lalu, apa saja pelajaran dalam proses mendidik Sun Han Gyul ala Sun Jae Gyu di drakor Spring Fever?
1. Ajarkan anak untuk menghadapi penderitaan

Saat Han Gyul kecil, Sun Jae Gyu harus bekerja ekstra keras untuk membiayai kehidupan mereka berdua. Han Gyul diajarkan untuk siap menghadapi berbagai situasi sulit sejak kecil. Hal ini bisa dilihat dengan sosok Jae Gyu yang tetap memperkenalkan diri sebagai pamannya.
Gak hanya itu, Jae Gyu juga gak ragu ketika Han Gyul ingin bertemu dengan ibunya. Dia hanya berusaha memberikan perlindungan dari jauh karena takut Han Gyul dikecewakan. Namun, sekalipun Jae Gyu keberatan, dia gak pernah memaksa Han Gyul untuk melupakan sosok ibunya tersebut.
2. Contohkan dan ajak mereka untuk hidup mandiri

Setelah ayahnya meninggal dunia, Jae Gyu jelas menghabiskan waktunya untuk bekerja. Sejak lama, Jae Gyu gak pernah meninggalkan Han Gyul sendirian saat bekerja dan sekolah. Setelah tumbuh besar, Jae Gyu juga menerapkan jika mereka harus saling membantu dalam menjaga kebersihan rumah.
Jae Gyu selalu mengajarkan Han Gyul untuk bisa melakukan pekerjaan dengan mandiri. Sekalipun seakan dibiarkan, Jae Gyu tetap melindungi dan mendukung Han Gyul ketika dibutuhkan. Dia menjaga dan mendidik Han Gyul menghadapi dunia yang kejam sejak kecil.
3. Gak memaksa standar sosial pada Han Gyul

Sekalipun hidup tanpa orangtua, Han Gyul seakan gak masalah dengan kondisi tersebut. Dia dengan mudah berteman dengan rekan sekelasnya. Bahkan, Han Gyul berhasil mendapatkan peringkat pertama di setiap hasil ujiannya.
Sayangnya, Han Gyul gak ingin melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi meskipun nilainya sangat memadai. Keputusan Han Gyul ini jelas gak membuat Jae Gyu memaksanya. Dia menghargai segala keputusan hidup yang dipilih oleh keponakannya tersebut.
4. Berusaha membuka ruang komunikasi dengan nyaman

Sebagai seorang anak yang hidup sendirian, Han Gyul jelas merasa sangat kesepian. Dia kerap gak ingin menceritakan patah hatinya pada Jae Gyu karena takut terbebani. Namun, Jae Gyu berusaha membuka pembicaraan dengan Han Gyul meskipun topiknya merupakan masalah pribadinya.
Kondisi ini jelas merupakan upaya Jae Gyu untuk memancing cerita Han Gyul. Sekalipun ada yang ditutupi, Jae Gyu tetap menghargai batasan dan privasi yang telah ditetapkan Han Gyul sebelumnya. Makanya, dia gak pernah memaksa Han Gyul untuk wajib menuruti segala perkataannya.
Upaya yang dilakukan Jae Gyu ini jelas merupakan caranya untuk menghargai sosok Han Gyul. Han Gyul sendiri juga sangat pengertian pada sosok paman yang telah jadi orangtuanya tersebut. Jelas hubungan ini merupakan usaha dari dua belah pihak, ya!

















