Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Patah Hati yang Dirasakan Do Ra Ik di Episode Awal Drakor Idol I

still cut drama Korea Idol I
still cut drama Korea Idol I (instagram.com/channel.ena.d)
Intinya sih...
  • Dituduh membunuh sahabat sekaligus rekan satu band
  • Pertemuan terakhir yang seharusnya menyenangkan
  • Menghadiri pemakaman dalam kondisi mental yang hancur
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Awal drama Korea Idol I tidak dibuka dengan kemewahan panggung atau sorotan kamera, melainkan dengan kehancuran emosional seorang idol yang kehilangan segalanya dalam waktu singkat. Do Ra Ik (Kim Jae Young), personel paling populer dari Gold Boys, mendadak berubah dari figur yang dipuja menjadi sosok yang dicurigai dan dibenci. Tuduhan pembunuhan terhadap Kang Woo Seong (Jeong Jae Kwang) bukan hanya mengguncang kariernya, tetapi juga mematahkan hatinya secara berlapis.

Hal yang membuat luka Do Ra Ik terasa semakin dalam adalah fakta bahwa semua tragedi ini terjadi hampir bersamaan, tanpa memberi ruang baginya untuk bernapas. Idol I dengan sengaja menempatkan penonton di posisi yang tidak nyaman, menyaksikan seseorang berduka sambil dipaksa membela diri. Berikut lima patah hati yang dirasakan oleh Do Ra Ik di awal episode Idol I, sehingga menjadi fondasi emosional keseluruhan cerita.

1. Dituduh membunuh sahabat sekaligus rekan satu band

still cut drama Korea Idol I
still cut drama Korea Idol I (youtube.com/@Studio_Genie)

Patah hati terbesar Do Ra Ik datang dari tuduhan yang paling kejam. Ia dianggap membunuh Kang Woo Seong, sahabat yang paling ia percayai. Tuduhan ini bukan sekadar persoalan hukum, tetapi penghancuran relasi paling penting dalam hidupnya.

Dalam satu waktu, Do Ra Ik kehilangan sahabat dan sekaligus kehilangan identitasnya sebagai manusia yang layak dipercaya. Drama ini dengan tajam memperlihatkan bagaimana satu tuduhan bisa menghapus seluruh sejarah kebersamaan.

2. Pertemuan terakhir yang seharusnya menyenangkan

still cut drama Korea Idol I
still cut drama Korea Idol I (youtube.com/@Studio_Genie)

Salah satu ironi paling menyakitkan di awal Idol I adalah kenyataan bahwa pertemuan terakhir Do Ra Ik dan Kang Woo Seong berlangsung hangat. Tidak ada pertengkaran, tidak ada konflik besar, hanya percakapan biasa yang penuh keakraban.

Justru karena itulah, momen ini menjadi luka yang terus berulang di benak Do Ra Ik. Ingatan akan tawa dan kebersamaan itu berubah menjadi penyesalan yang tidak pernah selesai.

3. Menghadiri pemakaman dalam kondisi mental yang hancur

still cut drama Korea Idol I
still cut drama Korea Idol I (instagram.com/channel.ena.d)

Do Ra Ik dipaksa menghadiri pemakaman Kang Woo Seong di tengah kondisi mental yang kacau. Ia datang bukan hanya sebagai orang yang berduka, tetapi juga sebagai tersangka di mata banyak orang.

Tatapan curiga, bisikan pelan, dan jarak emosional dari orang-orang di sekitarnya membuat prosesi pemakaman terasa seperti hukuman sosial. Idol I menampilkan momen ini sebagai bentuk kekerasan emosional yang sunyi tetapi menyakitkan.

4. Jalan terjal untuk membuktikan dirinya tidak bersalah

still cut drama Korea Idol I
still cut drama Korea Idol I (instagram.com/channel.ena.d)

Alih-alih diberi waktu untuk berduka, Do Ra Ik harus segera menghadapi kenyataan pahit, ia harus membuktikan dirinya tidak bersalah. Beban ini terasa tidak adil karena pembuktian tersebut dilakukan di tengah trauma, serangan panik, dan tekanan publik yang masif.

Jalan hukum yang harus ia tempuh digambarkan panjang, melelahkan, dan penuh jebakan asumsi. Patah hati Do Ra Ik bukan hanya soal kehilangan, tetapi juga tentang kelelahan mempertahankan kebenaran.

5. Kenangan indah yang justru terus melukai

still cut drama Korea Idol I
still cut drama Korea Idol I (youtube.com/@Studio_Genie)

Alih-alih menjadi sumber penghiburan, kenangan indah bersama Kang Woo Seong justru menjadi pisau bermata dua bagi Do Ra Ik. Setiap ingatan tentang masa-masa latihan, kegagalan, dan keberhasilan bersama membuat rasa kehilangan semakin tajam. Idol I menunjukkan bahwa duka tidak selalu hadir dalam bentuk tangis, tetapi juga dalam ingatan yang terus memutar luka lama tanpa jeda.

Pada akhirnya, lima patah hati ini menjelaskan mengapa Do Ra Ik digambarkan begitu rapuh di awal Idol I. Ia bukan lemah, melainkan terlalu banyak kehilangan dalam waktu yang terlalu singkat. Dengan memusatkan cerita pada luka emosional ini, Idol I berhasil membangun fondasi empati yang kuat, membuat penonton memahami bahwa perjuangan Do Ra Ik bukan hanya soal membuktikan dirinya tidak bersalah, tetapi juga tentang bertahan hidup di tengah duka yang belum sempat disembuhkan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Inaf Mei
EditorInaf Mei
Follow Us

Latest in Korea

See More

7 Bukti Sun Jae Gyu Sosok Paman Idaman di Spring Fever, Tulus!

09 Jan 2026, 12:51 WIBKorea