5 Rahasia Masa Lalu Yi Jae dari Su Bin di Dream to You

Reuni Joo Yi Jae (Hyeri) dan Woo Su Bin (Hwang In Yeop) dalam Dream to You perlahan membuka kejadian 15 tahun lalu yang selama ini berdiri di antara mereka. Woo Su Bin akhirnya mengetahui pada episode 5 bahwa Joo Yi Jae mengalami kecelakaan ketika mencarinya setelah ia pergi ke Amerika Serikat. Namun, mengetahui kecelakaan tersebut belum otomatis membuat Woo Su Bin memahami seluruh hidup yang harus dibangun ulang Joo Yi Jae setelah dirinya pergi.
Ada banyak detail masa lalu yang tidak pernah mereka bicarakan selama bertahun-tahun karena keduanya menjalani kehidupan berbeda setelah hubungan tersebut berakhir. Joo Yi Jae sendiri lebih sering menyimpan pengalaman pahitnya daripada menjadikannya alasan agar Woo Su Bin merasa bersalah. Berikut lima rahasia masa lalu Joo Yi Jae yang belum sepenuhnya diketahui Woo Su Bin di Dream to You, mulai dari kehilangan ayah hingga beban hidup yang membuat mimpinya perlahan terkubur.
1. Ayah Joo Yi Jae meninggal ketika dirinya masih belum sadar

Kecelakaan Joo Yi Jae ternyata bukan satu-satunya tragedi yang terjadi setelah kepergian Woo Su Bin. Saat Joo Yi Jae masih tidak sadarkan diri, ayahnya meninggal sehingga ia kehilangan kesempatan untuk berada di sisi sang ayah pada saat-saat terakhir. Ia bahkan harus menerima kabar kehilangan tersebut setelah dirinya kembali sadar dan mulai menghadapi kenyataan yang sudah berubah total.
Sampai perkembangan cerita terkini, belum diperlihatkan bahwa Joo Yi Jae menjelaskan seluruh bagian kehilangan tersebut secara langsung kepada Woo Su Bin. Woo Su Bin baru mengetahui kecelakaan yang terjadi karena dirinya pergi, sehingga rasa bersalahnya sudah cukup besar tanpa mengetahui seluruh konsekuensi sesudahnya. Jika kematian ayah Joo Yi Jae akhirnya terungkap, informasi tersebut bisa membuatnya memahami mengapa masa lalu tidak mudah dibereskan hanya dengan permintaan maaf.
2. Masa pemulihannya jauh lebih panjang daripada sekadar bangun dari koma

Selamat dari kecelakaan tidak berarti Joo Yi Jae bisa langsung kembali menjalani kehidupan seperti sebelumnya. Kondisinya membutuhkan proses panjang untuk membangun kembali keseharian, sementara cedera yang dialaminya ikut meninggalkan bekas pada tubuh dan perjalanan hidupnya. Sumber yang membahas episode awal bahkan menegaskan bahwa ia harus melewati waktu panjang setelah sadar sebelum dapat kembali menjalani aktivitas normal.
Woo Su Bin memang mulai memahami bahwa kecelakaan tersebut sangat serius, tetapi detail proses pemulihan Joo Yi Jae belum benar-benar terbuka di antara mereka. Ada perbedaan besar antara mengetahui seseorang pernah kecelakaan dan memahami berapa banyak waktu yang dibutuhkan orang tersebut untuk kembali berdiri. Bagian inilah yang bisa menjelaskan kenapa Joo Yi Jae sekarang jauh lebih realistis dibanding remaja penuh keberanian yang dahulu dikenal Woo Su Bin.
3. Kecelakaan itu membuat Joo Yi Jae kehilangan jalur menuju sekolah film

Hari kecelakaan Joo Yi Jae berkaitan langsung dengan masa penting ketika dirinya sedang mengejar pendidikan untuk mewujudkan mimpi sebagai sutradara. Setelah kondisi kesehatannya berubah, ia akhirnya tidak melanjutkan rencana kuliah perfilman yang sudah lama diperjuangkan. Mimpi yang dahulu justru membuat Woo Su Bin berani membayangkan hidup sebagai sutradara malah menjadi sesuatu yang harus dilepas Joo Yi Jae.
Ironi tersebut terasa makin besar karena Woo Su Bin akhirnya berhasil hidup dari mimpi yang pertama kali diperkenalkan Joo Yi Jae kepadanya. Saat kembali ke Korea, ia sudah menjadi sutradara sukses sementara Joo Yi Jae bekerja sebagai reporter dan menjauh dari dunia film. Woo Su Bin mengetahui bahwa perempuan tersebut menyerah pada mimpinya, tetapi memahami seluruh proses bagaimana satu kecelakaan menutup jalannya menuju sekolah film adalah perkara yang jauh lebih personal.
4. Joo Yi Jae harus mengganti mimpi dengan tanggung jawab keluarga

Setelah kehilangan ayah dan melalui masa pemulihan, Joo Yi Jae tidak punya banyak ruang untuk hanya memikirkan ambisinya sendiri. Kondisi keluarganya menuntut dirinya bekerja dan ikut menopang kehidupan rumah tangga, hingga akhirnya ia memilih jalur sebagai reporter. Ia bahkan terus membantu kebutuhan keluarga ketika sudah dewasa, memperlihatkan bahwa tanggung jawab tersebut tidak berhenti setelah hidupnya mulai stabil.
Bagian kehidupan ini penting karena menjelaskan kenapa ajakan Woo Su Bin untuk kembali membuat film tidak bisa langsung disambut dengan antusias. Bagi Woo Su Bin, kesempatan kedua mungkin terdengar romantis, tetapi bagi Joo Yi Jae keputusan tersebut berarti meninggalkan kestabilan yang diperjuangkan setelah keluarganya kehilangan banyak hal. Beban itu selama ini tidak sepenuhnya terlihat karena Joo Yi Jae terbiasa menyelesaikan persoalannya tanpa meminta Woo Su Bin menanggungnya.
5. Joo Yi Jae sebenarnya lebih banyak menyalahkan dirinya sendiri

Sikap dingin Joo Yi Jae sering membuatnya terlihat seolah seluruh kemarahan selama 15 tahun diarahkan kepada Woo Su Bin. Namun, dialog dan perjalanan karakternya menunjukkan bahwa sumber penyesalan tersebut juga berkaitan dengan dirinya sendiri serta keputusan yang dibuat pada hari ketika semuanya berubah. Ia kehilangan banyak hal setelah memilih mengejar Woo Su Bin, sehingga sosok sang cinta pertama menjadi pengingat tentang kehidupan yang tidak sempat ia jalani.
Inilah rahasia emosional yang mungkin paling sulit dijelaskan melalui satu percakapan. Joo Yi Jae bisa mengatakan bahwa Woo Su Bin adalah penyesalannya, tetapi yang sebenarnya ia sesali juga mencakup mimpi, pilihan, dan masa mudanya sendiri yang hilang setelah kecelakaan. Jika Woo Su Bin memahami bagian tersebut, ia mungkin berhenti melihat Joo Yi Jae hanya sebagai seseorang yang harus ditebus dan mulai memperlakukannya sebagai partner yang ingin membangun kembali hidup dengan pilihannya sendiri.
Masa lalu Joo Yi Jae ternyata menyimpan luka yang jauh lebih panjang daripada kecelakaan yang kini sudah diketahui Woo Su Bin, sebab setelah pria itu pergi ia masih harus kehilangan ayah, menjalani pemulihan, melepaskan pendidikan film, dan mengganti mimpi dengan tanggung jawab keluarga sambil menyimpan penyesalan terhadap dirinya sendiri. Ketika satu demi satu bagian tersebut akhirnya menemukan jalan untuk keluar, Dream to You berpotensi membuat hubungan mereka bergerak ke fase yang lebih emosional, karena kesempatan kedua baru benar-benar berarti saat Woo Su Bin tidak hanya memahami apa yang terjadi pada Joo Yi Jae 15 tahun lalu, tetapi juga mengenali perempuan yang terbentuk dari semua kehilangan setelahnya.





















