7 Alasan Baek Tae Ju Menciptakan Aplikasi Connect In di Honour

Akhirnya terungkap bahwa Baek Tae Ju (Yeon Woo Jin) di drakor Honour (2026) sebenarnya adalah sosok di balik pengembangan aplikasi Connect In. Aplikasi yang selama ini digunakan sebagai media prostitusi oleh Park Je Yeol (Seo Hyun Woo) ternyata punya cerita yang jauh lebih kompleks dari yang dibayangkan penonton.
Awalnya, penonton mengira bahwa villain utama drama ini hanyalah Park Je Yeol. Namun, setelah berbagai fakta terkuak, gambaran ceritanya justru jadi semakin luas. Motif Baek Tae Ju ternyata dipicu oleh dendam masa lalu sekaligus ambisinya untuk “membersihkan” dunia dari orang-orang yang memanfaatkan kekuasaan untuk melakukan kejahatan. Nah, kira-kira apa saja alasan yang membuat Tae Ju sampai menciptakan Connect In? Yuk, simak!
1. Semua rencana Tae Ju berawal dari kematian sang kakak, Seo Ji Yeon, yang pernah menjadi korban prostitusi oleh para elit berkuasa

2. Kasus yang menimpa Ji Yeon tidak pernah benar-benar mendapatkan keadilan hingga akhirnya ia memilih mengakhiri hidupnya karena tekanan mental

3. Para pelaku yang terlibat adalah orang-orang berpengaruh, sehingga kasus tersebut dengan mudah ditutup tanpa pernah benar-benar diproses hukum

4. Dari situlah dendam Tae Ju tumbuh, hingga ia menciptakan Connect In sebagai “perangkap” bagi orang-orang berkuasa yang melakukan kejahatan serupa

5. Lewat sistem digital aplikasi tersebut, semua aktivitas para pengguna dapat terekam dan menjadi data yang bisa digunakan sebagai bukti

6. Dengan cara itu, Tae Ju perlahan mengumpulkan informasi tentang para pejabat yang selama ini merasa kebal hukum

7. Ia juga menyimpan kebencian pada jaringan hukum yang selama ini melindungi kejahatan tersebut, termasuk firma Heil yang terlibat di balik sistem IT

Siapa sangka, Baek Tae Ju ternyata sudah merancang semua skenario ini sejak lama. Meski tujuannya adalah menjebak dan menghancurkan jaringan elit yang korup, cara yang ia pilih tetap berada di wilayah abu-abu. Alih-alih menggunakan jalur hukum secara langsung, Tae Ju justru memanfaatkan teknologi sebagai alat balas dendam sekaligus senjata untuk membuka kejahatan yang selama ini tersembunyi. Nah, menurut kamu sendiri, tindakan Tae Ju ini bisa dibenarkan atau justru membuatnya sama berbahayanya dengan para pelaku yang ingin ia jatuhkan?