7 Hasil Sidang Kedisiplinan Ui Ju di Ending Absolute Value of Romance

- Identitas Yeo Ui Ju sebagai penulis novel BL terbongkar, membuatnya harus menghadapi sidang kedisiplinan di sekolah.
- Orangtua Ui Ju meminta maaf namun berharap sekolah tetap mendukung minat menulis putrinya, sementara para guru tidak merasa dirugikan.
- Hasil sidang memutuskan Ui Ju hanya diskors lima hari dan wajib merevisi novelnya, memberinya kesempatan kedua untuk terus berkarya.
Setelah identitasnya sebagai penulis novel BL akhirnya terbongkar, Yeo Ui Ju (Kim Hyang Gi) harus menghadapi konsekuensi terbesar dalam hidupnya di Absolute Value of Romance (2026). Tak hanya menjadi bahan perbincangan satu sekolah, Ui Ju juga harus menjalani sidang kedisiplinan untuk mempertanggung jawabkan tindakannya yang menggunakan guru-gurunya sebagai inspirasi cerita.
Sidang tersebut melibatkan komite sekolah, para guru yang menjadi inspirasi karakternya, hingga kedua orangtua Ui Ju. Sebelumnya, banyak yang mengira bahwa hasil terburuk dari sidang ini adalah Ui Ju dikeluarkan dari sekolah. Namun, setelah semuanya berlangsung, hasil akhirnya ternyata tidak seburuk yang dibayangkan. Nah, berikut tujuh hasil penting dari sidang kedisiplinan Ui Ju.
1. Orangtua Ui Ju menyampaikan permintaan maaf secara resmi kepada pihak sekolah atas tindakan putri mereka

2. Meski begitu, mereka juga meminta sekolah memahami minat Ui Ju di dunia menulis dan tidak memaksanya berhenti berkarya

3. Awalnya, komite sekolah menganggap tindakan Ui Ju sebagai pelanggaran serius yang bisa berujung pada dikeluarkannya dirinya dari sekolah

4. Namun, para guru yang menjadi inspirasi dalam novel tersebut mengaku tidak merasa dirugikan secara langsung

5. Woo Su bahkan ikut membela Ui Ju dengan menyoroti bakat, kegigihan, dan prestasinya sebagai penulis

6. Setelah berbagai pertimbangan, sekolah memutuskan untuk tidak mengeluarkan Ui Ju dan hanya memberinya skorsing selama lima hari

7. Sebagai syaratnya, Ui Ju harus merevisi novelnya dan berjanji tidak mengulangi kesalahan yang sama

Meski sempat terancam menerima hukuman berat, sidang kedisiplinan Ui Ju akhirnya berakhir dengan hasil yang cukup melegakan. Keputusan tersebut juga menjadi kesempatan kedua bagi Ui Ju untuk memperbaiki kesalahannya tanpa harus mengorbankan mimpinya sebagai penulis. Menurut kamu, apakah keputusan sekolah ini sudah adil untuk semua pihak?


















