7 Kekejian Cheum Medical Center yang Terungkap di Ending Bloody Flower

Ending drama Bloody Flower mengungkap berbagai fakta mengejutkan tentang praktik gelap di Chaeum Medical Center. Selama ini rumah sakit tersebut terlihat sebagai institusi medis ternama dengan reputasi yang baik. Namun di balik citra itu, tersimpan kejahatan besar yang akhirnya terbongkar ke publik.
Berbagai eksperimen medis ilegal yang dilakukan secara rahasia terungkap satu per satu di penghujung cerita. Banyak korban berjatuhan akibat ambisi dan kepentingan pihak tertentu di dalamnya. Fakta inilah yang membuat ending drama ini terasa lebih kelam dan penuh konsekuensi. Berikut kekejian yang dilakukan oleh pihak Cheum Medical Center dalam menjalankan eksperimen medis ilegal yang memakan korban.
1. Chaeum Medical Center melakukan eksperimen medis ilegal terhadap pasien tanpa persetujuan resmi, menjadikan mereka bahan uji coba

2. Tercatat sebanyak 223 korban meninggal akibat uji klinis rahasia yang tidak memenuhi standar keselamatan, namun kasusnya ditutup rapat dan dimanipulasi

3. Data rekam medis pasien dipalsukan untuk menutupi efek samping berbahaya dari obat dan prosedur eksperimental yang sebenarnya belum layak digunakan

4. Pihak rumah sakit menyuap oknum tertentu agar praktik ilegal tersebut tidak terendus aparat, sehingga operasinya berjalan selama bertahun-tahun

5. Darah dan organ pasien dimanfaatkan tanpa transparansi, termasuk dalam proyek ambisius yang melibatkan kepentingan pribadi petinggi rumah sakit

6. Dokter yang terlibat sengaja mengabaikan etika profesi dan sumpah medis, memilih keuntungan dan kekuasaan dibanding keselamatan pasien

7. Fakta bahwa kejahatan ini terorganisir dan melibatkan pimpinan tertinggi membuktikan sistem di dalamnya sudah rusak sejak lama

Terungkapnya seluruh kekejian Chaeum Medical Center di ending drama Bloody Flower menjadi bukti bahwa kejahatan yang dibungkus reputasi tetap akan terbongkar pada waktunya. Skandal ini tidak hanya menghancurkan citra institusi, tetapi juga meninggalkan luka mendalam bagi para korban dan keluarga mereka. Pada akhirnya, kisah ini menegaskan bahwa ambisi tanpa batas dan penyalahgunaan kekuasaan selalu membawa konsekuensi besar.


















