8 Duka Hong Eun Jo setelah Kematian Ayahnya di To My Beloved Thief

- Hong Eun Jo pingsan setelah mencabut anak panah dari punggung ayahnya dan gemetar karena syok hebat
- Setelah sadar, Hong Eun Jo bergegas pergi ke atas tebing membawa panah untuk balas dendam
- Meski tahu konsekuensinya, ia tetap ingin membunuh Raja Yi Gyu sambil menyebut "Ayah" untuk pertama kali
Terlahir sebagai Eolnyeo membuat hidup Hong Eun Jo (Nam Ji Hyun) menderita di drakor To My Beloved Thief. Ia mengalami banyak kesulitan dan diskriminasi. Meski begitu, sang ayah sangat menyayanginya dan tidak membedakan perlakuan antara Hong Eun Jo dan kakak gadis itu.
Sayangnya, di akhir episode 9, ayah Hong Eun Jo meninggal dibunuh oleh Raja Yi Gyu (Ha Seok Jin). Peristiwa ini menimbulkan duka mendalam bagi Hong Eun Jo. Berikut ini ekspresi duka Hong Eun Jo setelah kematian ayahnya di drakor To My Beloved Thief.
1. Hong Eun Jo jatuh pingsan setelah mencabut anak panah dari punggung ayahnya. Sebelumnya, tubuh gadis itu gemetar karena syok hebat

2. Setelah sadar, Hong Eun Jo bergegas pergi ke atas tebing membawa panah yang telah menewaskan ayahnya dengan tujuan balas dendam

3. Meski tahu konsekuensinya, ia tetap ingin membunuh Raja Yi Gyu. Ia melepaskan anak panah sambil menyebut "Ayah" untuk pertama kali

4. Selama pemakaman ayahnya, Hong Eun Jo tidak bisa menangis. Ia menahan semua kesedihan dan rasa dukanya seperti kebiasaannya

5. Malangnya, Hong Eun Jo dilarang ikut prosesi pemakaman karena ia adalah Eolnyeo yang dianggap sebagai status sosial yang rendah

6. Setelah pemakaman usai, Hong Eun Jo sendirian ke makam ayahnya mengenakan pakaian sutra dan sepatu bordir hadiah dari sang ayah

7. Saat pergi keluar, Hong Eun Jo kini selalu mengenakan sepatu bordir pemberian mendiang ayahnya sebagai bentuk kerinduan yang besar

8. Hong Eun Jo juga mengingat kembali momennya bersama mendiang sang ayah dan bahkan sempat kehilangan semangat untuk melanjutkan hidup

Duka tak terperi dirasakan Hong Eun Jo pascakematian ayahnya. Pasalnya, selama ini sang ayah adalah salah satu penyemangat terbesar dalam hidup Hong Eun Jo. Setelah ayahnya meninggal, dengan cara yang tragis pula, hidup Hong Eun Jo tak lagi sama.

















