9 Fakta Unik Pulau Pyeondong di Drakor Doctor On The Edge

- Pulau Pyeondong digambarkan sebagai pulau terpencil dan terluar yang hanya bisa diakses lewat kapal atau helikopter, dengan jumlah penduduk sedikit dan mayoritas lansia.
- Do Ji Ui, seorang dokter bedah muda, ditugaskan selama setahun di Pulau Pyeondong untuk menjalani pengabdian wajib militer sambil beradaptasi dengan kehidupan sederhana masyarakat lokal.
- Meski fasilitas pendidikan dan kesehatan terbatas, Pulau Pyeondong dikenal karena keindahan alamnya yang estetik serta menjadi lokasi pengabdian bagi tentara dan tenaga medis.
Drakor Doctor On The Edge mengambil latar cerita di sebuah pulau terpencil dan terluar bernama Pyeondong. Pemeran utama, Do Ji Ui (Lee Jae Wook), ditugaskan di sana selama setahun sebagai bentuk pengabdian wajib militernya.
Sebagai seorang dokter bedah, ia pun harus beradaptasi dan menyesuaikan dengan keadaan pulau yang sangat jauh berbeda dengan kehidupannya di kota. Lantas, seperti apa fakta unik Pulau Pyeondong dalam drakor Doctor On The Edge ini?
1. Pulau Pyeondong adalah daerah terpencil yang hanya dapat dijangkau menggunakan kapal atau helikopter sehingga akses ke luar pulau cukup terbatas

2. Rata-rata penduduk terkini Pulau Pyeondong merupakan para orang tua dan lansia. Mereka menetap di pulau sementara anak cucu mereka bekerja di kota

3. Mata pencaharian penduduk sekitar adalah nelayan, mereka sangat mengandalkan hasil laut, setelah menjaring atau memancing mereka menjualnya

4. Jumlah penduduknya sangat sedikit sehingga mereka saling mengenal, apalagi posisi rumah dan bangunan gak mengalami perubahan dari masa ke masa

5. Jika punya urusan di bagian belakang pulau, maka harus menaiki kapal kecil selama lima menit atau pilihan lainnya berjalan kaki selama satu jam

6. Pulau Pyeondong sering dijadikan destinasi pengabdian tentara yang sedang wajib militer, karena daerah terluar, masyarakatnya butuh perhatian lebih

7. Di sisi lain, Pulau Pyeondong menawarkan keindahan alam yang begitu menakjubkan dan estetik karena dikelilingi lautan dan gugusan pulau kecil

8. Penduduknya rata-rata berlatar pendidikan yang rendah sehingga bebal dan sulit diatur. Bahkan, mereka sulit percaya perkataan para tenaga medis

9. Resto seperti di perkotaan tidak ada di Pyeondong. Hanya ada satu warung makan dan para pendatang harus menyesuaikan lidah mereka dengan masakannya

Pulau Pyeondong begitu istimewa, selain terpencil dan terluar, ia juga membutuhkan fasilitas medis dan pendidikan yang memadai. Bagaimana tidak, penduduk desanya mau jauh dari pendidikan dan kesehatan yang mumpuni.
Di sisi lain, Pulau Pyeondong menyajikan keindahan alam yang memanjakan mata. Sepanjang mata memandang, ada hamparan langit dan lautan biru, serta gugusan pulau-pulau kecil yang estetik. Keunikannya ini membuat Pyeondong menarik perhatian signifikan.



















