Cuplikan adegan drakor Honour (dok. Hancinema/Honour/Edited by Canva)
Terbunuhnya seorang jurnalis yang sedang menyelidiki kasus tentang jaringan prostitusi besar menjadi sinyal bahwa tidak ada ruang aman bagi pengungkap kebenaran. Padahal dalam setiap wawancara yang dilakukannya, terdapat informasi kuat untuk menaklukkan pihak di balik jaringan tersebut. Sayangnya, dalam proses mengumpulkan data, jurnalis tersebut mendapatkan penyerangan yang merenggut nyawanya.
Lebih parahnya lagi, muncul fitnah atas nama dirinya bahwa sebelum meninggal dia memperkosa seorang gadis. Tidak hanya jurnalis, trio pengacara wanita dalam drakor ini juga tidak merasa aman setiap harinya. Mereka pernah mendapatkan teror coretan di mobil, disuntik heroin, bahkan diserang saat sedang berada di apartemen.
Sebaik apa pun niat dan tindakan untuk menegakkan keadilan, akan selalu ada rintangan bahkan ancaman yang harus diterima. Tidak semua orang dapat melewati hal ini karena selalu butuh keberanian dan keyakinan. Empat bentuk kritik sosial tersirat dalam drakor Honour di atas seolah menjadi tamparan halus untuk realita. Terlepas dari apapun risikonya, semoga semakin banyak manusia yang tetap berada di sisi kebenaran.