CGI Hope Dibilang Jelek, Sutradara: Salah Saya Bikin Alien Lari Siang Hari

Hope menjadi salah satu film Korea Selatan yang paling ditunggu tahun 2026. Bahkan, film thriller invasi alien garapan Na Hong Jin ini disebut sebagai film Korea Selatan termahal yang pernah dibuat setelah menelan anggaran yang dilaporkan mencapai hampir 100 miliar won atau sekitar 74,3 juta dolar AS.
Namun, besarnya biaya produksi tidak serta-merta membuat Hope bebas dari kritik. Setelah world premiere di Festival Film Cannes 2026, kualitas CGI makhluk alien dalam film ini justru menjadi sorotan. Sejumlah kritikus menilai efek visualnya kurang matang dan bahkan terlihat seperti teknologi CGI dari satu dekade lalu.
1. Na Hong Jin buka-bukaan soal bentuk alien di Hope

Hope (dok. Plus M Entertainment/Hope) Ketika Hope pertama kali diputar di Cannes, ekspektasi terhadap film ini memang sangat tinggi. Selain menjadi proyek terbaru Na Hong Jin setelah The Wailing (2016), film tersebut juga digadang-gadang sebagai blockbuster Korea Selatan dengan skala invasi alien yang belum pernah dibuat sebelumnya. Sayangnya, penampilan makhluk alien dalam film justru menuai kritik.
Na Hong Jin kemudian memberikan penjelasan mengenai kritik tersebut. Ia mengatakan bahwa versi Hope yang diputar di Cannes sebenarnya belum versi final. Sang sutradara mengakui bahwa timnya masih membutuhkan waktu beberapa bulan setelah Cannes untuk menyempurnakan efek visual dalam film.
"Saya rasa apa yang Anda lihat di Cannes dapat dilihat sebagai semacam versi setengah jadi. Ini seperti titik tengah hingga versi finalnya dirilis," ucap Na saat diwawancarai Inverse (10/9/2026).
Namun, hal tersebut tidak sepenuhnya berlaku untuk desain aliennya. Na menegaskan kalau bentuk makhluk tersebut memang sengaja dibuat tidak seperti gambaran alien pada umumnya. Na bahkan sempat bergurau bahwa bentuk fisik makhluk tersebut bisa dibuat seperti apa saja, selama bukan Tinky Winky dari Teletubbies.
"Niatan di balik wujud alien ini adalah agar tidak terlihat terlalu kentara seperti alien, karena saya ingin mempertahankan rasa penasaran audiens mengenai apa sebenarnya entitas tersebut," kata Na.
2. Na Hong Jin ungkap kesulitan menyelaraskan CGI dengan pencahayaan alami

Hope (dok. Plus M Entertainment/Hope) Selain persoalan desain, pengerjaan CGI Hope juga menghadapi tantangan teknis yang cukup rumit. Salah satu keputusan Na Hong Jin yang membuat proses efek visual semakin sulit adalah menampilkan pergerakan alien di siang hari Adegan-adegan tersebut direkam di lokasi luar ruangan, termasuk kawasan Haenam, Provinsi Jeolla Selatan.
Berbeda dari adegan malam atau lokasi tertutup yang memungkinkan tim mengontrol pencahayaan dengan lebih mudah, pengambilan gambar pada siang hari membuat kondisi cahaya terus berubah. Pergerakan matahari, perubahan posisi awan, intensitas cahaya, hingga bayangan pada lingkungan sekitar harus diperhitungkan ketika CGI alien digabungkan dengan rekaman asli.
"Salah saya sendiri membuat alien lari-lari di siang bolong," seloroh Na ketika mengevaluasi tantangan produksi Hope.
Menariknya, Na juga mengaku sejak awal tidak pernah membayangkan Hope akan berkembang menjadi film Korea Selatan dengan biaya produksi termahal sepanjang sejarah. Menurutnya, proses tersebut bermula dari storyboard. Na terlebih dahulu menyusun adegan-adegan aksi yang ingin ditampilkan, kemudian berusaha merealisasikan setiap adegan tersebut semaksimal mungkin.
"Ketika saya menyusun adegan-adegan aksi untuk film tersebut, saya membuat storyboard-nya terlebih dahulu dan berusaha mengeksekusi apa yang ada di storyboard itu sebaik mungkin," ujarnya.
3. Film Hope (2026) mengisahkan apa

Hope (dok. Plus M Entertainment/Hope) Hope mengambil latar di sebuah kawasan pesisir dekat perbatasan Korea Selatan-Korea Utara. Kehidupan masyarakat di wilayah tersebut tiba-tiba berubah setelah munculnya entitas asing yang tidak diketahui asal-usul maupun tujuan sebenarnya. Sekelompok warga pun harus berusaha bertahan hidup ketika mereka menyadari bahwa entitas itu bukanlah sesuatu yang mudah dipahami atau dilawan.
Na Hong Jin menggunakan premis invasi alien tersebut untuk memadukan thriller, horor, aksi, dan drama survival. Hope dibintangi oleh sejumlah aktor Korea Selatan ternama, seperti Hwang Jung Min, Zo In Sung, dan Jung Ho Yeon. Film ini juga menghadirkan jajaran bintang Hollywood, yakni Michael Fassbender, Alicia Vikander, dan Taylor Russell.
Dengan durasi 156 menit atau sekitar 2,5 jam, Hope mendapatkan rating R13 atau untuk penonton berusia 13 tahun ke atas di Indonesia karena memuat adegan gore serta penggunaan kata-kata kasar. Hope sudah tayang di bioskop Indonesia sejak 9 September 2026.










![[QUIZ] Kalau Les Kumon Bareng, Siapa Member Heart2Hearts yang Satu Level Denganmu?](https://image.idntimes.com/post/20260914/1_746f5c29-0429-4dfd-b525-6342dc65089d.jpg)










