Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Daftar Kontroversi Battle of Fates, Survival Show Dukun Korea
Poster resmi serial survival peramal Battle of Fates (dok. Disney+/Battle of Fates)

Survival show bertema peramal dan dukun Korea, Battle of Fates, menarik perhatian karena konsepnya yang tak biasa. Acara ini mempertemukan 49 peramal yang terbagi ke dalam empat aliran untuk adu intuisi dan prediksi. Tak pelak program ini jadi tontonan seru yang kerap diperbincangkan di media sosial. Namun, program Disney+ ini justru menuai gelombang kritik sejak penayangan episode-episode awalnya.

Sejumlah segmen dinilai melampaui batas etika, karena peserta diminta untuk "meramal" kematian sebagai materi kompetisi. Ada lagi berbagai kontroversi lain yang menyeret Battle of Fates hingga tim produksinya harus minta maaf. Apa sajakah itu?

1. Segmen tebak penyebab kematian pemadam kebakaran jadi kontroversi pertama

cuplikan Battle of Fates (dok. Disney+/Battle of Fates)

Di episode 2, misi yang harus dijalani para peramal di Battle of Fates menyoroti kasus kematian Kim Cheol Hong pada 2001. Kontestan diminta menebak penyebab kematian mendiang yang ternyata berprofesi sebagai pemadam kebakaran. Hal ini kemudian menjadi pembahasan terbuka sehingga memicu kritik tajam dari publik. Tim produksi dinilai tidak sensitif terhadap mendiang dan keluarganya.

Bukan hanya itu, setelah episode tersebut tayang, ada seseorang di media sosial yang mengklaim bahwa ia adalah keluarga Kim Cheol Hong. Ia mengklaim bahwa saat meminta izin kepada keluarga, tim produksi tidak mengatakan bahwa kasus tersebut akan digunakan di acara bertajuk dukun. Menurut klaimnya, tim produksi meminta izin untuk memakai kasus kematian Kim Cheol Hong untuk dokumenter sosok berjasa.

Klaim dari netizen tersebut memang belum bisa diverifikasi kebenarannya. Namun hal ini memunculkan kritik mengenai apakah Battle of Fates sudah mendapatkan persetujuan dengan cara yang benar. Menanggapi hal ini, tim produksi mengatakan bahwa mereka sudah mengantongi izin dari keluarga.

2. Komentar panelis tentang kasus kematian polisi dinilai tidak sopan

still cut reality survival Korea Battle of Fates (youtube.com/@DisneyPlusKR)

Kontroversi berikutnya mencuat dari kasus tebak kematian lainnya di episode yang sama. Kali ini terjadi di kasus kematian seorang polisi bernama Lee Jae Hyun. Ia ternyata meninggal saat menangkap seorang pelaku kekerasan pada 2004.

Di situ, salah satu peserta menggunakan bahasa slang yang kasar, yaitu "kalbbang" yang berarti 'tertusuk pisau'. Panelis acara ini, Jeon Hyun Moo dan Shindong tampak terkesan dengan deskripsi peserta tersebut yang dinilai akurat.

Serikat polisi kemudian mengecam komentar tersebut karena menilai bahwa bahasa yang digunakan tidak sensitif serta merugikan korban dan keluarga. Apalagi, petugas itu meninggal di saat bertugas. Atas kontroversi ini, Jeon Hyun Moo akhirnya meminta maaf melalui agensinya, SM C&C.

3. Battle of Fates dituduh direkayasa dan dimanipulasi agar tampak nyata

Poster resmi serial survival peramal Battle of Fates (dok. Disney+/Battle of Fates)

Selain polemik terkait penggunaan tragedi nyata, Battle of Fates juga menghadapi tuduhan bahwa program tersebut tidak sepenuhnya berjalan secara spontan. Sejumlah unggahan anonim di komunitas online mengklaim bahwa beberapa adegan bersifat "scripted" alias telah diarahkan dan direkayasa oleh tim produksi.

Kontestan disebut menerima petunjuk tertentu saat menebak kasus-kasus yang disuguhkan. Kemudian, tim produksi akan mengambil tebakan yang paling mendekati jawabannya. Padahal sebenarnya, banyak peserta yang salah pada awalnya. Proses editing juga disebutkan membuat prediksi yang awalnya meleset tampak tepat sasaran.

Unggahan anonim itu juga menyebutkan bahwa program ini tampak seperti kebohongan. Namun sejauh ini, tuduhan scripted ini masih belum mendapatkan tanggapan dari tim produksi.

4. Kehadiran Park Na Rae yang sedang terseret kontroversi membuat program ini dikritik

Park Na Rae di Battle of Fates (dok. Disney+/Battle of Fates)

Selain karena acara dan format penayangannya, Battle of Fates juga dikritik karena salah satu panelisnya, yaitu Park Na Rae. Komedian ini tengah terseret sejumlah kontroversi yang membuatnya sampai hiatus dari aktivitasnya. Ia menghadapi tuduhan penyalahgunaan kekuasaan serta kontroversi bibi suntik atau praktik medis ilegal.

Disney+ sempat mengatakan bahwa Park Na Rae memang telah didapuk sebagai panelis jauh sebelum kontroversinya. Namun, kehadirannya tanpa editing akhirnya menuai banyak kritik dari penonton.

Walau dinilai menghibur dan seru, Battle of Fates terus dilanda kontroversi sepanjang penayangannya. Mulai dari penggunaan tragedi nyata sebagai materi kompetisi, tuduhan penyuntingan yang menyesatkan, hingga masalah yang melibatkan panelisnya.

Editorial Team