Tim Battle of Fates Minta Maaf, Kini Diprotes Dewan Polisi Nasional

Program reality show Battle of Fates kembali menuai kontroversi setelah menampilkan detail kematian polisi dan pemadam kebakaran
Dewan Kepegawaian Polisi Nasional menuntut permintaan maaf resmi, menyebut tayangan tersebut merendahkan pengorbanan abdi negara
Tim produksi mengaku telah meminta izin tertulis dari keluarga sebelum syuting, namun tetap menyampaikan permintaan maaf publik
Acara Battle of Fates kembali menuai kontroversi usai menampilkan detail kematian seorang petugas polisi dalam salah satu episodenya. Aksi tersebut langsung memicu kecaman, baik dari pihak keluarga korban maupun netizen yang menilai tayangan itu sensitif.
Sebelumnya, program survival show Korea khusus paranormal ini juga dikritik karena memuat petugas pemadam kebakaran yang meninggal dalam tugas. Tim produksi pun memberikan klarifikasi terkait protes yang menyebut identitas keluarga korban dibuka ke publik. Berikut penjelasan lengkapnya.
1. Battle of Fates menampilkan kematian polisi dan pemadam kebakaran

Sebelumnya pada episode kedua yang dirilis pada tanggal 11 Februari lalu, muncul sebuah misi untuk menebak penyebab kematian mediang polisi Lee Jae Hyun. Ia meninggal saat menangkap tersangka dalam kasus kejahatan kekerasan pada tahun 2004. Lalu salah satu peserta menggunakan slang kalbbang yang merupakan sebutan kasar tertusuk pisau. Kondisi diperparah dengan Jeon Hyun Moo ikut mengulangnya di siaran.
Sebelumnya, Battle of Fates juga sudah sempat meminta maaf usai dikritik karena mengangkat kematian mendiang petugas pemadam kebakaran Kim Chul Hong. Mendiang diketahui meninggal saat menyelamatkan warga sipil dari kebakaran di Hongje-dong, Seoul pada tahun 2001 dan kasusnya dijadikan misi dalam perlombaan tersebut. Pihak keluarga dan netizen lalu mengecam aksi tim produksi dalam program ini.
Apalagi adalah informasi pribadi, termasuk wajah dan tanggal lahir almarhum, diungkapkan, dan bahasa yang digunakan bersifat provokatif. Keluarga mendiang Kim Chul Hong dan Serikat Pekerja Kepolisian Nasional (NPU) mengeluarkan pernyataan protes.
2. Dewan Kepegawaian Polisi Nasional menuntut permintaan maaf

Pada 17 Februari, tim produksi telah buka suara terkait protes atas tudingan eksploitasi petugas pemadam kebakaran Kim Chul Hong. Meski begitu, dilansir Chosun Daily, belakangan kritik makin memanas setelah Dewan Kepegawaian Polisi Nasional ikut menuntut permintaan maaf.
"Pengorbanan seorang abdi negara telah direndahkan dengan bahasa slang vulgar," bunyi protes tersebut. Mereka juga menekankan hal ini sebagai bahaya kedua bagi mendiang dan keluarga yang ditinggalkan.
Jun Hyun Moo melalui agensinya SM C&C telah mengutarakan permintaan maaf. "Saya merasa sangat bertanggung jawab karena menyakiti luka mendiang dan keluarga mereka. Saya harus lebih berhati-hati."
Tim produksi juga akhirnya kembali buka suara meminta maaf kepada publik atas siaran yang memuat mendiang Kim Chul Hong dan Lee Jae Hyun. Pihaknya juga menegaskan akan memperkuat proses peninjauan dalam sisi produksinya di masa depan.
"Kami mengenang para petugas yang gugur yang muncul dalam Battle of Fates dan menyampaikan belasungkawa serta rasa hormat terdalam kami kepada keluarga yang ditinggalkan. Tim produksi saat ini sedang mendengarkan cerita dari keluarga yang ditinggalkan, meminta maaf karena tidak dapat memahami perasaan mereka sebelumnya, dan berupaya untuk menyelesaikan masalah ini," jelas tim produksi, dikutip Yeonhap News pada Selasa (24/2/2026).
3. Tim produksi tegaskan sudah meminta izin kepada pihak keluarga

Kendati demikian, tim produksi menegaskan pihaknya sudah meminta izin kepada keluarga korban jauh sebelum prose syuting. Pihaknya turut sudah menjelaskan program ini menampilkan peramal dan akan memberikan pencerahan tentang nasib almarhum melalui ramalan mereka
"Kami memperoleh persetujuan tertulis dari keluarga dan menggunakan potret, nama, dan tanggal lahir mereka. Di lokasi syuting, kami mengheningkan cipta sejenak untuk menghormati almarhum dan berdoa agar jiwa mereka beristirahat dengan tenang," jelas tim produksi.
Mereka lalu menambahkan, "Kami baru mengetahui belakangan bahwa beberapa keluarga dan kerabat yang berduka baru diberitahu tentang proses persetujuan sebelumnya setelah siaran. Kami akan terus menjelaskan dan meluruskan kesalahpahaman apa pun."
Battle of Fates merupakan program reality show yang menjadi ajang supernatural. Terdapat 49 dukun terbaik Korea dari berbagai aliran, mulai dari shamanisme, tarot, saju, hingga pembacaan wajah untuk memperebutkan gelar dukun terhebat.




![[QUIZ] Member ENHYPEN yang Serasi Denganmu Berdasarkan Warna Kesukaan](https://image.idntimes.com/post/20260222/1000160964_f1a672ff-5f33-401d-b30e-53354333d7e5.jpg)













