Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

7 Dampak dari Mogok Kerja Dokter di Doctor X: Mafia in White

2 min read
7 Dampak dari Mogok Kerja Dokter di Doctor X: Mafia in White
cuplikan drakor Doctor X: Mafia in White (dok. SBS/Doctor X: Mafia in White)
  • Mogok massal dokter residen dan magang memicu kekurangan tenaga medis di Pusat Medis Seonam, membuat UGD kacau serta manajemen gagal mengendalikan situasi.

  • Pasien dipulangkan, operasi penting ditunda, dan agenda akademik dihentikan; termasuk pasien anak 10 tahun dengan kanker perut kritis yang akhirnya ditangani Gye Su Jeong.

  • Gye Su Jeong menjalani banyak operasi tanpa asisten hingga kemampuannya menguatkan kecurigaan direktur bahwa ia adalah Doctor X, sementara pemerintah mengancam pencabutan izin dokter penelantar pasien.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Episode terbaru drakor Doctor X: Mafia in White mengangkat kisah pemogokan massal yang dilakukan oleh para dokter residen dan magang. Mereka memprotes kebijakan pemerintah yang menaikkan kuota penerimaan mahasiswa kedokteran. Karena aksi ini, Pusat Medis Seonam Universitas Guseo kekurangan tenaga medis secara drastis.

Karena aksi protes ini berlangsung cukup lama, terdapat dampak yang muncul karena insiden tersebut. Salah satunya dialami langsung oleh karakter utama, Gye Su Jeong (Kim Ji Won), yang harus melakukan banyak operasi seorang diri dalam waktu berdekatan. Apakah hanya itu? Berikut dampak dari mogok kerja dokter di Doctor X: Mafia in White.

  1. 1. Pihak manajemen hospital gagal membendung dampak dari hilangnya mayoritas tenaga kerja medis secara mendadak, UGD menjadi kacau

    cuplikan drakor Doctor X: Mafia in White
    cuplikan drakor Doctor X: Mafia in White (dok. SBS/Doctor X: Mafia in White)
  2. 2. Pasien terpaksa dipulangkan dan jadwal operasi penting harus ditangguhkan tanpa batas waktu karena tidak adanya dokter yang bertugas

    cuplikan drakor Doctor X: Mafia in White
    cuplikan drakor Doctor X: Mafia in White (dok. SBS/Doctor X: Mafia in White)
  3. 3. Salah satunya adalah kasus pasien anak berusia 10 tahun penderita kanker perut yang kritis yang operasinya diambil alih Gye Su Jeong

    cuplikan drakor Doctor X: Mafia in White
    cuplikan drakor Doctor X: Mafia in White (dok. SBS/Doctor X: Mafia in White)
  4. 4. Seluruh agenda akademik dan persidangan perubatan di rumah sakit terpaksa dihentikan total, fokus dialihkan meredam kekacauan

    cuplikan drakor Doctor X: Mafia in White
    cuplikan drakor Doctor X: Mafia in White (dok. SBS/Doctor X: Mafia in White)
  5. 5. Di tengah kelangkaan dokter, sang tokoh utama, Gye Su Jeong mengambil langkah ekstrem dengan melakukan banyak operasi dalam waktu berdekatan tanpa asisten

    cuplikan drakor Doctor X: Mafia in White
    cuplikan drakor Doctor X: Mafia in White (dok. SBS/Doctor X: Mafia in White)
  6. 6. Krisis ini mendorong pemerintah mengambil sikap pencabutan izin bagi para dokter yang kedapatan menelantarkan pasien demi aksi mogok kerja

    cuplikan drakor Doctor X: Mafia in White
    cuplikan drakor Doctor X: Mafia in White (dok. SBS/Doctor X: Mafia in White)
  7. 7. Nilai-nilai kedokteran diuji secara ekstrem, memperlihatkan benturan nyata antara mempertahankan ego dan menjadikan nyawa pasien sebagai sandera

    cuplikan drakor Doctor X: Mafia in White
    cuplikan drakor Doctor X: Mafia in White (dok. SBS/Doctor X: Mafia in White)

    Selain tujuh dampak dari mogok kerja dokter di Doctor X: Mafia in White, aksi tersebut memaksa karakter utama, Gye Su Jeong, melakukan banyak operasi dalam waktu singkat. Oleh karena itu, kemampuan aslinya semakin terekspos dan membuat direktur rumah sakit, Bu Seung Gwon (Son Hyun Joo), semakin meyakini bahwa Gye Su Jeong adalah Doctor X. Buktinya, pada preview episode 9, agen penyalur kerja Gye Su Jeong, Jang Hui Suk (Lee Jung Eun), meminta Gye Su Jeong menghentikan salah satu operasi agar rahasianya itu tidak terbongkar.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Related Articles

See More