4 Dilema Tim PB saat Mendakwa Kang Da Wit di Drakor Pro Bono

Tim PB (pro bono) dalam drakor Pro Bono mengalami krisis yang gak pernah mereka bayangkan sebelumnya. Mereka baru menjadi tim yang solid setelah terancam dibubarkan oleh pemimpin firma hukum mereka. Mereka kemudian mendapatkan kabar bahwa tim mereka gak akan dibubarkan karena berhasil menyelesaikan kasus yang mereka ambil dengan baik.
Namun, ada masalah baru yang harus mereka hadapi, yaitu munculnya tuntutan terhadap ketua tim PB, Kang Da Wit (Jung Kyoung Ho). Yoo Jae Beom (Yeon Je Wook), orang yang menjebak Kang Da Wit agar terlihat seperti hakim yang menerima suap, tiba-tiba menemui Park Gi Ppeum (So Ju Yeon) dan mengatakan bahwa ia akan menuntut Kang Da Wit.
Hal itu tentu mendatangkan kebimbangan yang luar biasa terhadap anggota tim yang lain, yakni Jang Yeong Sil (Yoon Na Moo), Yoo Nan Hui (Seo Hye Won), dan Hwang Jun U (Kang Hyoung Suk). Mereka merasa gak sanggup menuntut rekan kerja mereka sendiri, tetapi karena tuntutan pekerjaan, mereka tatap barus melaksanakannya. Berikut adalah beberapa dilema tim PB saat mendakwa Kang Da Wit.
Perhatian, artikel ini mengandung spoiler.
1. Merasa prihatin dengan apa yang dialami Kang Da Wit di masa lalu

Tim PB meminta Kang Da Wit untuk mengungkapkan cerita dari sudut pandangnya agar mereka bisa membandingkan dengan Yoo Jae Beom yang percaya diri membawa bukti kebobrokan Kang Da Wit selama 10 tahun. Kang Da Wit lalu menceritakan bahwa ibunya, Kim Seong Rye (Kim Jung Young) mengalami kecelakaan di pabrik hingga tangannya sebelah terpotong.
Yoo Baek Man (Kim Yong Joon) selaku pimpinan di pabrik tersebut gak memberikan tanggung jawab dan Kang Da Wit kalah dalam persidangan. Saat itu, Kang Da Wit masih remaja dan mengorbankan waktunya untuk gak kuliah demi memperjuangkan hak ibunya. Tim PB jadi merasa prihatin karena Kang Da Wit harus berjuang sendirian semasa muda.
2. Ingin memaklumi, tetapi gak bisa juga membenarkan tindakan Kang Da Wit yang merekayasa sidang

Park Gi Ppeum dan Hwang Jun U merasa ada yang janggal saat Kang Da Wit menceritakan masa lalunya dengan menyedihkan, tetapi sebelumnya mengaku gak ingat dengan Yoo Baek Man ketika ditanya Park Gi Ppeum. Padahal, Yoo Baek Man pernah ia jatuhi hukuman berat pada masa-masa ia mulai terkenal sebagai hakim.
Kang Da Wit lalu mengaku bahwa tebakan mereka benar dan memang mereka semua harus bertemu di meja hijau. Dengan begitu, mereka menyimpulkan bahwa Kang Da Wit memang merekayasa sidang. Mereka tadinya curiga persidangan direkayasa Kang Da Wit untuk meraih popularitas, tetapi ternyata Kang Da Wit melakukannya atas dasar balas dendam.
3. Enggan menjadi tim penuntut, tetapi harus tetap dilakukan karena nasib pekerjaan mereka yang menjadi taruhan

Tim PB merasa bahwa mereka gak seharusnya menjadi tim penuntut untuk mendakwa Kang Da Wit. Namun, Oh Gyu Jang (Kim Kap Soo), atasan mereka yang sebelumnya ingin membubarkan tim PB menegaskan bahwa mereka harus membela Yoo Jae Beom.
Mereka adalah pengacara publik dan sudah seharusnya membela kepentingan publik. Mereka sempat meyakinkan bahwa hal tersebut memang benar, tetapi mengingat Kang Da Wit adalah rekan mereka sendiri, mereka sebaiknya mengalihkan tuntutan itu kepada tim hukum publik yang lain. Sayangnya, Oh Gyu Jang gak menerima alasan apapun.
4. Membuat strategi sedemikian rupa agar menang di pengadilan, tetapi sadar diri saat Kang Da Wit menggaet kuasa hukum yang kuat

Karena sudah menjadi lawan, tim PB mengerahkan segala upaya untuk membela Yoo Jae Beom. Mereka menggunakan beberapa cara yang sering diajarkan Kang Da Wit. Sementara itu, Kang Da Wit menjadi pembela untuk dirinya sendiri. Namun, ia akhirnya menggaet Oh Jung In (Lee Yoo Young) yang baru saja mengundurkan diri dari jabatan direktur. Mereka tentu gak menyangka dan mulai mempertanyakan kesempatan mereka untuk menang jika yang mereka lawan adalah mantan atasan mereka.
Mendakwa kolega sendiri tentu gak diinginkan tim PB. Wajar jika mereka merasa dilema ketika harus melayangkan gugatan terhadap Kang Da Wit.



















