6 Daya Tarik yang Bikin Pro Bono Beda dari Drakor Hukum Biasa

- Fokus pada kasus masyarakat marginal, bukan kasus besar atau klien kaya
- Menampilkan karakter utama yang tidak sempurna, relatable, dan mengalami transformasi moral
- Mengangkat isu sosial berani, seperti eksploitasi idol dan kekerasan terhadap perempuan
Tayang setiap akhir pekan, rating drakor Pro Bono terus mengalami peningkatan. Mengusung tema hukum yang dibumbui unsur komedi, drakor ini dinilai memberikan vibe yang lebih segar, bermakna, dan membumi.
Naskahnya sendiri ditulis oleh Yoo Seok Moon, seorang mantan hakim asli. Hal ini memberikan detail prosedur hukum yang akurat, tapi tetap bisa dinikmati. Berikut beberapa daya tarik yang bikin Pro Bono tampil beda dari drakor bergenre serupa.
1. Fokusnya pada kasus masyarakat marginal

Fokus utama drakor Pro Bono terletak pada misi kemanusiaan. Berbeda dari drakor hukum biasa yang kerap menonjolkan kasus-kasus besar, klien kaya, persaingan firma hukum elit, atau balas dendam, Pro Bono menyoroti perjuangan pengacara yang memberikan bantuan hukum gratis secara sukarela.
Pendekatan cerita ini lebih realistis dan menyentuh, dengan narasi yang berpusat pada masyarakat marginal. Kasus-kasus yang ditangani meliputi isu-isu sosial yang sering terabaikan, seperti hak-hak masyarakat miskin, pekerja migran, dan bahkan perlindungan hewan.
2. Menampilkan karakter utama yang tidak sempurna

Berbeda dengan drakor hukum biasa yang kerap menampilkan sosok pengacara jenius, idealis atau elit yang tampak sempurna, Pro Bono menghadirkan tokoh utama yang jauh lebih manusiawi. Kang Da Wit (Jung Kyung Ho) digambarkan sebagai mantan hakim ambisius dan materialistis yang kariernya runtuh, hingga akhirnya ia terpaksa terjun sebagai pengacara publik.
Kekuatan cerita ini terletak pada perjalanan emosional dan transformasi moral Kang Da Wit yang sangat relatable. Dari sosok yang semula arogan dan egois, ia perlahan belajar dari kesalahannya dan mulai tulus memperjuangkan keadilan bagi rakyat kecil.
3. Mengangkat isu sosial yang berani

Jika drakor hukum pada umumnya cenderung fokus pada intrik hukum yang kompleks atau drama romansa di tengah persidangan, Pro Bono mengangkat kasus-kasus yang sangat relevan dengan realitas sosial saat ini.
Kasus-kasus yang ditangani mencakup isu sensitif mulai dari eksploitasi terhadap idol, hak-hak kelompok minoritas, kekerasan terhadap perempuan, hingga kasus perundungan. Alih-alih hanya memancing iba, drama ini menampilkan sisi hukum yang lebih inklusif melalui pendekatan cerita yang segar dan tidak kaku.
4. Pembawaan cerita yang serius tapi ada sisi jenakanya

Salah satu daya tarik utama drama ini adalah kemampuannya dalam menyeimbangkan suasana serius di ruang sidang dengan humor yang menyegarkan. Keberadaan tim pro bono yang beroperasi di kantor basement yang "berantakan" memberikan sentuhan komedi yang manusiawi.
5. Narasi yang "meaningful"

Pro Bono tidak hanya mengejar kemenangan di pengadilan, tapi sering kali menunjukkan bahwa hukum harus beradaptasi dengan waktu demi memberikan keadilan sejati. Narasi ceritanya yang kaya makna membuat banyak penonton terkesan dan tergerak hatinya oleh pesan moral yang disampaikan secara konsisten di setiap episode.
6. Alur ceritanya sangat dinamis dan tidak tertebak

Dengan durasi 12 episode, drama ini menggunakan format narasi yang padat. Alih-alih satu kasus besar yang berlarut-larut, Pro Bono memperkenalkan konflik baru setiap minggunya.
Struktur cerita yang tidak monoton, cepat, penuh kejutan ini terasa hidup sehingga membuat penonton tidak gampang bosan. Bahkan, hal itu dapat menjaga ketegangan dan rasa penasaran pemirsa tetap tinggi.
Singkatnya, Pro Bono dianggap lebih membumi dan humanis karena berani mengeksplorasi sisi lain dunia hukum yang jarang diangkat. Drakor ini menekankan ketulusan serta perjuangan nyata dalam membela hak-hak mereka yang sering kali terabaikan karena keterbatasan biaya.



















