Dalam Yumi's Cell 3, Shin Soon Rok (Kim Jae Won) merupakan introvert akut yang menganggap keluar rumah sebagai ajang penderitaan. Pada saat di luar rumah, hanya ada 1 sel yang aktif di hidup Shin Soon Rok. Sel apakah itu? Ia adalah sel rasional. Kalau kamu penasaran sama sel satu ini, keep scrolling!
Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
7 Fakta Sel Rasional Shin Soon Rok di Yumi's Cell 3, Menyebalkan?

Kim Jae Won di drakor Yumi's Cell 3 (instagram.com/tvn_drama)
1. Soon Rok selalu memasang "Mode Daya Rendah" saat di luar rumah. Di mode itu, hampir seluruh sel tidak aktif, kecuali sel paling dominan di hidupnya, yaitu sel rasional
Kim Jae Won di drakor Yumi's Cell 3 (instagram.com/tvn_drama)
2. Sayangnya, sebagai editor naskah di sebuah penerbitan, waktu siang harinya harus dihabiskan di luar rumah untuk bekerja
cuplikan drakor Yumi's Cell 3 (instagram.com/tvn_drama)
3. Begitu bekerja, sel rasional pun memainkan perannya sebagai pemeran utama dalam tiap tindakan dan perkataannya yang terasa tenang sekaligus dingin
Kim Jae Won di drakor Yumi's Cell 3 (instagram.com/tvn_drama)
4. Dikarenakan dominasi sel rasional, maka pekerjaannya cepat selesai tanpa terpengaruh oleh distraksi yang apa pun
Kim Jae Won di drakor Yumi's Cell 3 (instagram.com/tvn_drama)
5. Atasannya begitu memuji kinerjanya karena ketenangan dan kerasionalitasannya. Bertahun-tahun hidup dengan sel rasional andalannya, hidupnya begitu terbantu
cuplikan drakor Yumi's Cell 3 (instagram.com/tvn_drama)
6. Tidak ada masalah hingga ia bertemu Yumi (Kim Go Eun), penulis berkepribadian ekspresif yang mulai mempertanyakan kerasionalitasannya yang dianggap "berlebihan" dan "menyebalkan"
Kim Go Eun di drakor Yumi's Cell 3 (instagram.com/tvn_drama)
7. Kesalahpahaman akibat perbedaan kepribadian di antara keduanya pun tak terhindarkan. Padahal, bersama sel rasional yang minim perasaan, Soon Rok hanya ingin menghemat energi, bukan menyakiti
Kim Jae Won dan Kim Go Eun di drakor Yumi's Cell 3 (instagram.com/tvn_drama)
Shin Soon Rok menjadikan sel rasionalnya sebagai mekanisme pertahanan dirinya di luar rumah. Namun, pertemuannya dengan Yumi akan membuatnya tersadar bahwa dalam hidup yang serba rasional, sesekali membiarkan emosi mengambil alih bukanlah sebuah kebocoran energi, tapi cara untuk benar-benar merasa hidup. Apa kamu setuju?
This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Editorial Team
EditorAnanda Zaura
Follow Us