Nyatanya, ada banyak pelajaran hidup berharga yang juga didapatkan sang pangeran berkat kehadiran Hui Ju di sisinya. Berikut tiga hal yang dipelajari Pangeran I An dari Seong Hui Ju di Perfect Crown. Inspiratif semua!
3 Hal yang Dipelajari Pangeran I An dari Seong Hui Ju di Perfect Crown

- Pangeran I An belajar dari Hui Ju untuk berani melawan tekanan dan tidak tunduk pada kehendak musuh demi mempertahankan martabat serta keinginan mereka.
- Dengan dukungan Hui Ju, I An menjadi lebih tegas mengambil kendali dan berani menunjukkan sikap percaya diri di hadapan aturan istana yang kaku.
- Interaksi dengan Hui Ju membuka pandangan I An terhadap kehidupan rakyat biasa, membuatnya lebih fleksibel dan berani menantang tradisi kerajaan yang membatasi kebebasannya.
Pernikahan kontrak Seong Hui Ju (IU) dan Pangeran I An (Byeon Woo Seok) membawa warna baru bagi kehidupan keduanya. Bukan hanya Seong Hui Ju yang dituntut untuk bisa beradaptasi dengan aturan istana.
1. Berani mengejar keinginan dan gak tunduk pada kehendak lawan

Pangeran I An sempat berencana membatalkan pernikahan demi melindungi Hui Ju. Hal itu dipicu oleh rasa khawatir karena Hui Ju berulang kali menjadi sasaran serangan berbahaya.
Meski musuh mulai mengincarnya sebagai kelemahan I An, Hui Ju justru merasa bahwa melawan balik adalah satu-satunya cara efektif untuk melindungi diri mereka. Hui Ju gak kenal kata tunduk, sementara I An terlalu sering mengalah hingga martabatnya diinjak-injak.
Maka dari itu, Hui Ju memintanya untuk gak menyerah. Pangeran I An pun belajar dari Hui Ju untuk menolak tunduk pada tekanan musuh. Sebab dengan demikian, keduanya bisa mendapatkan apa yang mereka inginkan.
2. Menjadi lebih tegas dalam mengambil kendali

Aturan istana yang kaku mengharuskan setiap orang berjalan sesuai pangkatnya. Sebagai pangeran kedua sekaligus wali raja, I An terbiasa menjadi pengikut dan gak pernah mendapat kesempatan untuk memimpin.
Sebaliknya, Hui Ju yang merupakan pebisnis terbiasa menjadi pencipta tren yang selalu melangkah di depan. Saat I An ingin mengikuti jejaknya, Hui Ju pun memberikan jawaban sederhana, bahwa sang pangeran cukup melangkah di sisinya.
Hal ini terbukti saat perjamuan istana, I An dengan percaya diri menggandeng Hui Ju untuk berjalan paling depan. Berkat dukungan Hui Ju, I An berubah jadi pria yang lebih berani mengambil sikap tegas di hadapan kekuasaan kerajaan.
3. Perspektif baru tentang kehidupan rakyat biasa

Lewat interaksinya dengan Hui Ju, I An melihat sisi kehidupan di luar protokol kerajaan yang kaku. Sikap eksentrik dan cerdas Hui Ju mengajari sang pangeran untuk lebih fleksibel dalam menghadapi masalah. I An pun mulai berani mendobrak tradisi.
Seperti saat ia tanpa ragu menyantap hidangan di atas kapal pesia, meski aturan istana mewajibkannya makan di restoran resmi. Bahkan, ketika terserang mabuk laut, ia pertama kalinya mencoba pengobatan alternatif dari Hui Ju dengan cara ditusuk jarum pada bagian jarinya.
Sebagai pangeran yang selalu hidup terkekang dalam batasan ketat istana, Pangeran I An belajar banyak hal dari Hui Ju. Kehadiran Hui Ju memberinya banyak perspektif baru, terutama mengenai cara bersikap tegas di tengah tekanan dan memotivasinya untuk lebih teguh di Perfect Crown.


















