100 Days of Deception bukan sekadar drama tentang mata-mata yang menyusup ke Pemerintah Jenderal Korea. Sejak awal, cerita ini sudah menempatkan kebohongan sebagai bagian dari kehidupan para karakternya. Identitas palsu, hubungan yang direkayasa, hingga pengakuan yang sengaja dibuat-buat menjadi cara mereka bertahan di tengah situasi yang penuh kecurigaan. Bahkan, nama yang digunakan seseorang saja dapat menjadi petunjuk bahwa ada sesuatu yang sedang disembunyikan.
7 Kebohongan yang Menjadi Bagian Penting di 100 Days of Deception

- Lee Ga Kyung menyamar sebagai Geum Seo Hee untuk menyusup ke Pemerintah Jenderal Korea, bekerja sebagai penerjemah magang, dan mengumpulkan informasi bagi Gugukdan.
- Yoo Philip memalsukan hubungan dengan Ga Kyung, sementara pernikahannya dengan Yoo So Ran juga kedok untuk mendukung misi Gugukdan dan balas dendam So Ran.
- Identitas tersembunyi turut melibatkan So Ran, Kim Tae Woong sebagai Sato Hideo, dan Suzuki; penyamaran Suzuki yang terluka membuka jalan bagi misi 100 hari Ga Kyung.
Menariknya, tidak semua kebohongan dalam drama ini dibuat dengan tujuan yang sama. Ada yang digunakan untuk menjalankan misi kemerdekaan, ada yang menjadi pelindung dari ancaman, sementara beberapa lainnya justru berkaitan dengan hubungan antarkarakter. Semakin banyak kebohongan yang muncul, semakin sulit pula bagi para tokoh untuk membedakan mana hubungan yang hanya bagian dari penyamaran dan mana perasaan yang benar-benar tumbuh. Berikut sejumlah kebohongan penting yang membuat alur 100 Days of Deception semakin rumit.
1. Lee Ga Kyung menggunakan identitas Geum Seo Hee

Kim You Jung dalam drama 100 Days of Deception (dok. tvN/100 Days of Deception) Kebohongan paling mendasar dalam cerita datang dari Lee Ga Kyung (Kim You Jung). Demi menjalankan misi Gugukdan, ia meninggalkan identitas aslinya sebagai pencopet dan masuk ke Pemerintah Jenderal Korea menggunakan nama Geum Seo Hee. Dengan identitas tersebut, Ga Kyung bekerja sebagai penerjemah magang sekaligus mengumpulkan informasi mengenai pergerakan pihak Jepang.
Nama Geum Seo Hee bukan sekadar nama samaran yang digunakan sesekali. Ga Kyung harus mempertahankan identitas tersebut di lingkungan yang dipenuhi orang-orang yang dapat membahayakan nyawanya jika mengetahui jati diri sebenarnya. Ia bahkan harus menyembunyikan kemampuan dan masa lalunya sebagai pencopet agar penyamarannya tetap masuk akal. Kebohongan ini akhirnya menjadi fondasi bagi hampir semua tipu daya lain yang muncul sepanjang misinya.
2. Yoo Philip berpura-pura menjalin hubungan dengan Ga Kyung

Lee Moo Saeng dalam drama 100 Days of Deception (dok. tvN/100 Days of Deception) Untuk membantu Ga Kyung memperoleh posisi di Pemerintah Jenderal, Yoo Philip (Lee Moo Saeng) mengaku kepada Sato Shinichi (Jin Seon Kyu) bahwa dirinya memiliki hubungan khusus dengan Geum Seo Hee. Padahal, hubungan tersebut hanyalah bagian dari skenario agar keberadaan Ga Kyung sebagai penerjemah tidak menimbulkan terlalu banyak pertanyaan. Dengan reputasinya sebagai koresponden media Amerika, Philip memiliki posisi yang cukup kuat untuk membuat cerita tersebut terdengar meyakinkan.
Kebohongan ini menarik karena Ga Kyung tidak hanya harus mengingat nama palsunya, tetapi juga harus menyesuaikan diri dengan hubungan fiktif yang sudah dibuat oleh orang lain. Situasinya semakin rumit ketika Sato Hideo (Park Jin Young) mengetahui cerita tentang hubungan rahasia tersebut. Alhasil, sebuah kebohongan yang awalnya hanya dibuat untuk kepentingan penyamaran ikut menyeret kehidupan pribadi Ga Kyung ke dalam permainan yang jauh lebih rumit.
3. Pernikahan Yoo So Ran dan Yoo Philip hanyalah kedok

Kim Hyun Joo dan Lee Moo Saeng dalam drama 100 Days of Deception (dok. tvN/100 Days of Deception) Di mata orang-orang Gyeongseong, Yoo So Ran (Kim Hyun Joo) dan Yoo Philip merupakan pasangan suami istri. Kenyataannya, pernikahan mereka merupakan bagian dari penyamaran. So Ran menggunakan identitas baru setelah kembali ke Korea dan berpura-pura menjadi perempuan Tiongkok, sementara Philip menjalankan perannya sebagai jurnalis keturunan Korea-Amerika. Keduanya sama-sama anggota Gugukdan dan memanfaatkan hubungan tersebut untuk menjalankan misi.
Di balik status sebagai pasangan, tujuan mereka jauh lebih berbahaya daripada sekadar mempertahankan citra di depan publik. So Ran membawa misi pribadi untuk membalas dendam kepada Sato Shinichi, sedangkan Philip menggunakan profesinya untuk membantu perjuangan Gugukdan. Pernikahan palsu tersebut menjadi contoh bagaimana hubungan personal pun dapat dijadikan alat penyamaran ketika para karakter tidak bisa menunjukkan tujuan sebenarnya secara terbuka.
4. Yoo So Ran menyembunyikan identitas aslinya sebagai orang Korea

Kim Hyun Joo dalam drama 100 Days of Deception (dok. tvN/100 Days of Deception) Bukan hanya status pernikahannya yang direkayasa, So Ran juga menyembunyikan siapa dirinya. Setelah bertahun-tahun meninggalkan Korea, ia kembali dengan identitas baru sebagai perempuan asal Tiongkok. Penyamaran tersebut menjadi bagian dari persiapannya untuk menjalankan misi balas dendam terhadap Sato Shinichi, sosok yang memiliki kaitan dengan tragedi yang menimpa keluarganya.
Identitas baru itu membuat So Ran dapat bergerak dengan lebih leluasa tanpa segera dikenali sebagai perempuan dari masa lalu Sato. Di balik penampilan dan cerita yang ia bangun, tersimpan kehidupan seorang ibu yang telah kehilangan putrinya serta seorang anggota Gugukdan yang terlatih sebagai penembak jitu. Kebohongan So Ran akhirnya bukan hanya melindungi dirinya, tetapi juga menjadi bagian dari strategi untuk mendekati target yang selama bertahun-tahun ingin ia balas.
5. Ga Kyung mengaku menyukai Sato Hideo untuk menghilangkan kecurigaan

Kim You Jung dan Park Jin Young dalam drama 100 Days of Deception (dok. tvN/100 Days of Deception) Salah satu kebohongan paling personal terjadi ketika Ga Kyung berhadapan dengan Sato Hideo. Hideo mulai mempertanyakan berbagai kebetulan yang menghubungkan dirinya dengan Ga Kyung. Untuk mengalihkan kecurigaannya, Ga Kyung kemudian memberikan jawaban yang terdengar sangat pribadi, yakni ia mengaku menyukai Hideo sejak pertama kali bertemu. Padahal, pengakuan tersebut dibuat untuk kepentingan penyamaran.
Cara Ga Kyung menyelamatkan dirinya justru memperlihatkan betapa tipis batas antara strategi dan perasaan dalam drama ini. Pengakuan cinta yang seharusnya menjadi momen serius berubah menjadi alat untuk mengelabui orang yang sedang mencurigainya. Namun, karena hubungan keduanya memang menjadi salah satu pusat cerita, kebohongan tersebut juga membuat pertanyaan baru muncul, apakah semua yang dikatakan Ga Kyung kepada Hideo benar-benar sekadar bagian dari misi?
6. Kim Tae Woong menjalani hidup dengan nama Sato Hideo

Park Jin Young dalam drama 100 Days of Deception (dok. tvN/100 Days of Deception) Kim Tae Woong (Park Jin Young) juga memiliki identitas yang tidak sesederhana penampilannya. Ia dikenal sebagai Sato Hideo, putra angkat Sato Shinichi, sekaligus penerjemah elite di Pemerintah Jenderal Korea. Dengan kemampuan bahasa Korea, Jepang, dan Inggris, Tae Woong memiliki posisi strategis di lingkungan pemerintahan kolonial. Identitas Sato Hideo membuat keberadaannya di sana terlihat wajar, meski kehidupan dan asal-usulnya menyimpan persoalan tersendiri.
Kondisi tersebut membuat Tae Woong berada di posisi yang unik ketika bertemu Ga Kyung. Ia hidup di lingkungan yang menuntutnya memainkan peran tertentu, sementara perempuan yang terus menarik perhatiannya ternyata juga sedang menyembunyikan identitas. Karena itu, kebohongan Tae Woong bukan sekadar persoalan nama. Identitas yang melekat padanya turut membentuk cara orang lain melihat dirinya dan membuat hubungannya dengan Ga Kyung berkembang di tengah dua pihak yang sama-sama tidak sepenuhnya terbuka.
7. Suzuki menyamar sebagai orang Jepang untuk menjadi mata-mata

Kim Do Hyun dalam drama 100 Days of Deception (dok. tvN/100 Days of Deception) Sebelum Ga Kyung masuk ke Pemerintah Jenderal, Gugukdan sudah memiliki mata-mata yang bekerja dari dalam. Suzuki (Kim Do Hyun) sebenarnya merupakan orang Korea sekaligus anggota Gugukdan, tetapi ia menyamar sebagai orang Jepang dan bekerja sebagai penerjemah di kantor Pemerintah Jenderal. Dari posisi tersebut, ia dapat memperoleh informasi internal yang dibutuhkan kelompok perlawanan.
Penyamaran Suzuki memperlihatkan bahwa permainan identitas di 100 Days of Deception sudah berlangsung bahkan sebelum Ga Kyung menjalankan misinya. Namun, ketika Suzuki terluka setelah operasi terhadap Sato Shinichi mengalami kekacauan, Gugukdan kehilangan salah satu sumber informasi dari dalam. Kekosongan tersebut kemudian menjadi alasan penting mengapa mereka membutuhkan sosok baru untuk menggantikannya dan akhirnya memilih Ga Kyung. Dengan demikian, kebohongan Suzuki secara tidak langsung ikut membuka jalan bagi dimulainya misi 100 hari Ga Kyung.
Berbagai identitas dan cerita yang disembunyikan tersebut kemudian saling bersinggungan sepanjang perjalanan Ga Kyung dan tokoh-tokoh lainnya. Di satu sisi ada penyamaran yang harus terus dipertahankan, sementara di sisi lain muncul hubungan yang perlahan membuat batas antara kebohongan dan kenyataan semakin samar.
























