4 Kemalangan yang Dihadapi Do Ji Ui di Doctor on the Edge

- Do Ji Ui berjuang melawan trauma laut akibat kematian temannya, hingga harus mengonsumsi obat psikiater yang menimbulkan halusinasi, namun perlahan pulih berkat dukungan Yuk Ha Ri.
- Di awal tugas di Pyeondong-do, Do Ji Ui sempat dihujat warga karena kesalahpahaman kasus medis kepala desa, sebelum akhirnya terbukti bahwa pusat bantuanlah yang salah melaporkan.
- Do Ji Ui menjadi korban politik setelah kecelakaan helikopter dan rekam medis pribadinya disebarkan media, memperburuk reputasinya meski akar masalah berasal dari kelalaian sistem pemerintah.
Do Ji Ui (Lee Jae Wook) menjalani masa wajib militernya sebagai dokter di drakor Doctor on the Edge (2026). Awalnya, Do Ji Ui merasa gak sanggup dengan menjalankan tugas di Pyeondong-do karena harus naik kapal sebagai moda transportasi utamanya. Namun, Do Ji Ui mulai merasa nyaman sekalipun harus menghadapi situasi yang cukup mengejutkan.
Sekalipun diterima dengan baik, Do Ji Ui masih harus menghadapi berbagai masalah yang dialaminya selama bertugas di Pyeondong-do. Namun, Do Ji Ui tetap menghadapi kemalangan yang harus membuatnya semakin terpuruk. Lalu, apa saja kemalangan yang dihadapi Do Ji Ui di drakor Doctor on the Edge?
Peringatan, artikel ini mengandung spoiler.
1. Harus menghadapi rasa traumanya pada laut

Sejak awal, Do Ji Ui punya rasa trauma tersendiri mengenai kapal dan laut. Dia pernah menghadapi kematian temannya di sebuah pulau terpencil dan harus mengevakuasinya menggunakan kapal. Sayangnya, nyawa teman Do Ji Ui ini gak tertolong dan keluarganya menyalahkan Do Ji Ui atas kematian tersebut.
Pada akhirnya, Do Ji Ui harus mengkonsumsi obat dari psikiater karena gejala paniknya ini. Sayangnya, obat tersebut punya efek samping halusinasi parah. Namun, semenjak bertugas di Pyeondong-do, Do Ji Ui berusaha menghadapinya dengan sangat baik.
Gak perlu diragukan lagi dengan hadirnya sosok Yuk Ha Ri (Shin Ye Eun) yang turut membantunya untuk berani menghadapi rasa takut tersebut. Namun, usaha Do Ji Ui ini jelas perlahan membuahkan hasil yang cukup signifikan.
2. Dihujat penduduk Pyeondong-do di masa awal tugas

Do Ji Ui ditugaskan di puskesmas Pyeondong-do. Masyarakat di daerah tersebut bekerja sebagai nelayan dan didominasi lansia. Mereka gak punya pendidikan tinggi sehingga pengetahuan mengenai kesehatan cukup rendah.
Kondisi ini dialami oleh Do Ji Ui ketika menolong kepala desa Park Chun Sik (Woo Hyeon). Do Ji Ui harus melarikan Park Chun Sik ke rumah sakit besar karena didiagnosis serangan jantung. Sayangnya, laporan yang diterima pusat bantuan bukan merupakan serangan jantung sehingga Park Chun Sik harus membayar 15 juta won.
Dengan kondisi ini, Park Chun Sik menargetkan Do Ji Ui yang dianggap gak kompeten sebagai dokter. Pada akhirnya, kabar ini diterima semua orang Pyeondong-do hingga Do Ji Ui kerap dihujat di masa awal bertugasnya. Namun, kabar ini kemudian berhasil terselesaikan setelah pusat bantuan mengakui kesalahan pelaporan kasus Park Chun Sik dan ganti rugi.
3. Jadi korban politik pemerintah setempat

Suatu malam, ada seorang penduduk desa yang datang dengan kondisi kesakitan di perut bawahnya. Do Ji Ui yang memeriksa ini menyatakan dugaan usus buntu pada pasien tersebut sehingga meminta kapal darurat untuk dilarikan ke rumah sakit. Sayangnya, kapal gak bisa datang karena ombak besar sehingga digantikan oleh helikopter.
Namun, kecelakaan helikopter terjadi saat pendaratan di lapangan landas Pyeondong-do. Pada akhirnya, pasien tersebut dinyatakan hanya sakit perut biasa saja. Seluruh orang menganggap Do Ji Ui bersalah dan bertanggung jawab atas kecelakaan tersebut.
Kenyataannya, kondisi ini gak akan terjadi jika fasilitas pemeriksaan di puskesmas lengkap. Gak hanya itu, lapangan landas helikopter di Pyeondong-do juga bermasalah karena dibangun dengan buru-buru.
4. Rekam medisnya dipublikasi media

Setelah masalah sistemik terbukti, rekan Do Ji Ui, Hyun Chi Yeon (Hong Min Gi), mengajukan keluhan mengenai masalah penerangan di landasan helikopter di beberapa daerah kepulauan tersebut. Sayangnya, laporan ini gak dipublikasi oleh media.
Pada akhirnya, media malah mempublikasi rekam medis Do Ji Ui. Dalam media tersebut, Do Ji Ui dinyatakan telah mengkonsumsi obat-obatan rutin dari psikiater selama 10 tahun belakangan. Kondisi ini jelas gak akan menguntungkan reputasi Do Ji Ui sebagai seorang dokter.
Trauma mendalam Do Ji Ui ini sebenarnya bukan kesalahannya sendiri. Dia yang harus bertanggung jawab atas kesalahan pemerintah. Setuju dengan pernyataan ini?




















