Kenapa Mun Ho Mudah Dimanipulasi Lee Kang di Notes from the Last Row?

- Heo Mun Oh awalnya menjadi mentor Lee Kang, namun perlahan kehilangan kendali karena permainan psikologis yang dirancang muridnya dalam Notes from the Last Row.
- Luka masa lalu, obsesi terhadap cinta lamanya Eun Joo, serta rasa iri pada Kim Su Hun membuat Mun Oh mudah dimanipulasi dan sulit berpikir rasional.
- Kehilangan semangat menulis selama dua dekade dan haus validasi menjadikan Mun Oh terjebak dalam cerita Lee Kang yang memanfaatkan kelemahannya secara emosional.
Heo Mun Oh (Choi Min Sik) di drakor Notes from the Last Row (2026) awalnya terlihat sebagai sosok yang memegang kendali dalam hubungan mentor dan murid dengan Lee Kang (Choi Hyun Wook). Setelah menemukan tulisan Lee Kang yang menurutnya sangat luar biasa, Mun Oh pun memutuskan mengadakan kelas privat untuk mengembangkan bakat mahasiswanya tersebut. Ia yakin bisa membimbing Lee Kang menjadi penulis hebat sekaligus menemukan kembali semangat yang selama ini hilang.
Namun, seiring berjalannya cerita, keadaan justru berbalik. Tanpa disadari, Mun Oh perlahan masuk ke dalam permainan yang sudah dirancang Lee Kang sejak awal. Berbagai luka masa lalu dan kelemahan dalam dirinya dimanfaatkan Lee Kang hingga akhirnya ia kehilangan kendali. Nah, berikut tujuh alasan Heo Mun Oh begitu mudah dimanipulasi Lee Kang di Notes from the Last Row.
1. Masih terobsesi dengan Eun Joo

Awalnya, sesi bimbingan Mun Oh dan Lee Kang sebenarnya hampir berakhir. Namun, semuanya berubah ketika Mun Oh mengetahui bahwa cerita yang ditulis Lee Kang terinspirasi dari kehidupan Kim Su Hun (Heo Jun Ho) dan Ahn Eun Joo (Kim Yunjin). Sejak saat itu, rasa penasarannya langsung muncul lagi.
Hal tersebut terjadi karena Mun Oh ternyata masih menyimpan perasaan terhadap Eun Joo yang merupakan cinta pertamanya. Kalau tokoh utama cerita Lee Kang bukan keluarga Su Hun dan Eun Joo, kemungkinan besar ia gak akan menjadi seobses itu. Begitu mendengar nama Eun Joo, logikanya langsung kalah oleh emosinya.
2. Rasa iri pada Su Hun yang gak pernah selesai

Sejak masa kuliah, Mun Oh selalu menganggap Kim Su Hun sebagai rivalnya. Ia merasa terus kalah dari Su Hun, baik dalam karier maupun urusan percintaan. Perasaan iri itu ternyata gak pernah benar-benar hilang meski waktu terus berlalu.
Makanya, ketika Lee Kang mulai menulis bahwa kehidupan keluarga Su Hun mungkin gak seindah yang terlihat, Mun Oh diam-diam berharap cerita itu benar. Ia ingin membuktikan bahwa orang yang selama ini ia anggap lebih sempurna ternyata juga memiliki banyak masalah.
3. Mengalami writer's block selama 20 tahun

Kegagalan menerbitkan novel keduanya membuat Mun Oh kehilangan gairah sebagai penulis. Selama dua puluh tahun, ia hidup dengan penyesalan dan gak pernah lagi menghasilkan karya yang benar-benar berarti. Kemunculan Lee Kang pun seperti memberi harapan baru baginya. Tulisan mahasiswa tersebut terasa begitu hidup hingga membuat Mun Oh rela melakukan apa saja demi mengetahui kelanjutan ceritanya.
4. Haus akan validasi

Di balik keinginannya membimbing Lee Kang, Mun Oh sebenarnya juga ingin membuktikan dirinya sendiri. Ia ingin kembali diakui sebagai penulis sekaligus dosen yang mampu melahirkan talenta hebat. Karena itulah, Mun Oh begitu ngotot menjadikan Lee Kang sebagai murid bimbingannya. Ia berharap keberhasilan Lee Kang nantinya juga menjadi bukti bahwa dirinya masih layak mendapat pengakuan.
5. Egonya terlalu besar

Sebagai profesor sastra, Mun Oh sangat percaya diri dengan kemampuan yang dimilikinya. Ia merasa lebih berpengalaman dan lebih memahami dunia sastra dibanding mahasiswanya sendiri. Ironisnya, rasa percaya diri itu justru menjadi kelemahannya. Mun Oh mengira dirinya sedang mengendalikan Lee Kang, padahal tanpa sadar ia justru sedang diarahkan oleh murid yang dianggapnya jauh lebih muda dan kurang berpengalaman.
6. Rasa penasarannya terlalu tinggi

Setiap kali Lee Kang menyelesaikan satu bagian cerita, selalu ada misteri baru yang belum terjawab. Bukannya berhenti, Mun Oh justru semakin terdorong untuk mengetahui kelanjutannya. Lee Kang sengaja memberikan informasi sedikit demi sedikit agar rasa penasaran Mun Oh terus meningkat. Cara ini berhasil membuat Mun Oh semakin sulit melepaskan diri dari permainan yang telah disiapkan untuknya.
7. Mun Oh gak pernah benar-benar bahagia dengan hidupnya sendiri

Pada akhirnya, akar dari semua masalah Mun Oh adalah ketidakpuasannya terhadap hidupnya sendiri. Ia gagal menjadi penulis besar, kehilangan Eun Joo, hubungannya dengan Hyeon Suk terus memburuk, dan hidupnya terasa berjalan di tempat. Karena gak mampu berdamai dengan masa lalunya, Mun Oh mulai mencari pelarian melalui cerita yang ditulis Lee Kang. Celah inilah yang dimanfaatkan Lee Kang untuk menarik Mun Oh semakin jauh ke dalam permainan psikologisnya.
Kecerdasan Lee Kang memang menjadi salah satu faktor yang membuat rencananya berhasil. Namun, di sisi lain, luka masa lalu, rasa iri, dan obsesi yang terus dipendam Mun Oh juga membuatnya semakin mudah dimanipulasi. Menurutmu, dari semua alasan di atas, mana yang paling besar pengaruhnya hingga membuat Mun Oh akhirnya kalah dari Lee Kang?




















