Kenapa Raja Lee Wan Menghapus Monarki di Ending Perfect Crown?

- Lee Wan memutuskan menghapus monarki karena trauma masa kecilnya yang penuh tekanan dan perlakuan tidak adil dari sang ayah terkait perebutan takhta.
- Ia ingin menghentikan trauma lintas generasi akibat sistem kerajaan yang menimbulkan beban mental bagi keluarganya, termasuk keponakannya Lee Yoon.
- Keputusan itu juga didorong oleh keinginannya mencegah kejahatan perebutan kekuasaan, memberi kebebasan bagi istrinya, serta menghapus diskriminasi kelas sosial.
Setelah naik takhta menjadi raja, Lee Wan atau Pangeran Agung Ian (Byeon Woo Seok) menjalankan rencananya untuk menghapus monarki. Ini menjadi konflik terakhir dalam drakor Perfect Crown sebelum ending.
Lee Wan tetap bersikukuh dengan rencananya meski menghadapi gelombang protes, baik dari kabinet maupun kerabat kerajaan. Memang apa alasan kenapa Lee Wan begitu kekeuh menghapus monarki saat ia justru baru saja dilantik menjadi raja?
1. Lee Wan kecil merasakan luka batin akibat takhta

Berbeda dari pandangan orang, menjadi anggota keluarga kerajaan nyatanya tak selalu membahagiakan. Hal ini yang dirasakan oleh Lee Wan. Sejak kecil, Lee Wan harus menahan diri dan menyembunyikan talentanya karena sang ayah menganggapnya sebagai ancaman terhadap takhta yang akan diwariskan kepada Lee Hwan (Sung Joon) selaku anak pertama. Perlakuan ayahnya dan masa kecilnya yang menyebabkan trauma serta luka batin membuat Lee Wan benci pada monarki.
2. Lee Wan ingin menghentikan intergenerational trauma

Dari ayahnya, kakaknya, dan Lee Wan sendiri merasakan seperti apa beban mental akibat takhta. Bahkan keponakannya, Lee Yoon (Kim Eun Ho) juga jadi korban dari takhta dan konflik perebutan kekuasaan sejak berusia lima tahun. Melihat situasi ini, Lee Wan menganggap menghapus monarki akan menghentikan intergenerational trauma dan melindungi keponakannya. Lee Wan juga bisa melindungi anak-anaknya kelak agar tidak mengalami hal yang sama dengannya.
3. Banyak kejahatan terjadi akibat perebutan kekuasaan di istana

Saling berebut kekuasaan jadi alasan utama berbagai kejahatan terjadi di sekitar Lee Wan. Ia hampir tewas dalam kebakaran yang disengaja. Sang istri, Seong Hui Ju, juga hampir meninggal karena keracunan di hari pernikahan mereka. Demi mencegah kejahatan lebih lanjut dan jatuhnya korban, Lee Wan meyakini bahwa monarki harus dihapuskan sehingga tak ada lagi konflik kekuasaan.
4. Lee Wan ingin memberi kebebasan pada dirinya dan Seong Hui Ju

Karena menikahi pangeran, Seong Hui Ju harus berhenti dari perusahaan Castle Beauty yang sudah payah dibangun dan dijaganya. Seong Hui Ju juga dilarang melakukan banyak hal yang disukai, seperti tak boleh asal berpose depan kamera atau makan makanan di luar istana. Jika monarki dihapus, Seong Hui Ju bukan lagi ratu sebab Lee Wan bukan lagi raja. Dengan demikian, Seong Hui Ju tak lagi terkekang dan bisa bebas seperti dulu.
5. Keberadaan monarki melanggengkan diskriminasi kelas sosial

Alasan lain yang menguatkan tekad Lee Wan menghapus monarki dan mengubah sistem pemerintahan negara adalah pembagian kelas sosial. Selama monarki dipertahankan, maka diskriminasi berdasakan kelas sosial bakal terus ada. Keluarga ningrat alias bangsawan mendapat privilese dan dianggap istimewa padahal pada dasarnya semua manusia itu setara.
Keputusan Lee Wan menghapus monarki didasarkan pada pengalamannya yang traumatis dan harapannya untuk membawa kebahagiaan dan masa depan lebih baik bagi orang-orang yang dicintainya. Menurut kamu, apa keputusan Lee Wan menghapus monarki di ending Perfect Crown sudah tepat?



















