3 Kesuitan Su A Jadi Idola di Phantom Lawyer, Relate Sama Kenyataan!

- Phantom Lawyer menyoroti kisah tragis Kim Su A, trainee berbakat yang tewas dibunuh rekannya setelah gagal debut sebagai idola di agensi Glory Entertainment.
- Su A digambarkan sebagai sosok pekerja keras yang berjuang membantu neneknya sambil mengejar impian menjadi idola, mencerminkan realita keras dunia hiburan.
- Kematian Su A awalnya dianggap bunuh diri, namun terungkap bahwa ia dibunuh oleh Emma karena iri dan persaingan ketat di antara para trainee.
Penayangan terbaru Phantom Lawyer berkaitan dengan dunia hiburan. Shin I Rang (Yoo Yeon Seok), seorang pengacara hantu kini harus menghadapi kasus Kim Su A (Oh Ye Ju). Su A dengan nama panggung Loen merupakan calon idola dari agensi Glory Entertainment. Ia menjadi salah satu trainee berbakat dengan kemampuan menarinya yang luar biasa. Namun, ia tak debut karena dinyatakan tewas usai dibunuh oleh rekannya di grup. Kematiannya itu membuat Su A mati penasaran hingga akhirnya membuat I Rang turun tangan membantunya.
Kematian I Rang yang mengenaskan, membuat siapa pun berpikir bahwa jadi calon idola tidaklah mudah. Berbagai kesulitan dihadapi seperti yang dialami oleh Su A. Berikut adalah penjelasannya!
1. Hidup sederhana namun memiliki semangat juang

Sejak kecil, Su A tinggal bersama neneknya yang merupakan seorang buruh pabrik. Su A yang beranjak remaja berniat membantu neneknya dengan kerja paruh waktu. Di satu sisi, ia ternyata memiliki bakat menari, hingga akhirnya Glory Entertainment pun merekrutnya untuk jadi trainee dan siap jadi idola di masa yang akan datang. Meski sibuk jadi trainee, ia tetap bisa membagi waktunya untuk sekolah, latihan, dan kerja paruh waktu.
Semangat juang yang ditunjukkan Su A menunjukkan bahwa menjadi idola bukanlah sesuatu yang mudah. Masa remaja dihabiskan untuk latihan dan terus latihan. Tak hanya itu, menghasilkan uang pun menjadi prioritas utama Su A agar bisa terus hidup. Kehidupan Su A yang seperti ini pun sangat relate dengan kehidupan nyata. Pasalnya, di real life banyak juga orang-orang seperti Su A yang mengalami kesulitan dalam meraih cita-citanya.
2. Tidak disukai oleh rekan satu grup

Memiliki bakat menari luar biasa, Su A kerap menonjol dalam sesi penilaian yang penting untuk debut. Bahkan hasilnya itu ternyata tak disukai oleh rekan-rekannya di grup. Selama menjalani masa trainee, ia memiliki seorang rekan yang sangat dekat dengannya, bahkan ia sangat percaya padanya. Rekannya itu bernama Emma (Chun Young Min).
Su A selalu baik, polos, dan menceritakan apa pun pada Emma. Namun, ternyata Emma menusuknya dari belakang. Diam-diam Emma tidak menyukai Su A. Bahkan ia memanfaatkan watak Su A yang keras untuk menghasut rekan lain membenci Su A. Hingga akhirnya Su A pun dikeluarkan dari grup. Tak hanya itu, Emma juga membocorkan lagu ciptaan Su A pada komposer seolah-olah itu lagunya.
Kisah yang dialami Su A itu tentu saja relate dengan kehidupan nyata. Seorang idola dengan bakat luar biasa akan mudah dibenci oleh sesama trainee. Persaingan yang ketat membuat kebencian itu tumbuh sehingga dampaknya akan sangat fatal. Tidak disukai, dibully, dan difitnah sepertinya sudah hal biasa dialami oleh siapa pun yang mencoba untuk jadi seorang idola.
3. Dianggap bunuh diri, padahal Su A dibunuh rekannya

Kebencian Emma pada Su A tampaknya sudah mendarah daging, ya. Ia hilang akal karena Su A menunjukkan progres yang luar biasa selama latihan. Meski diprediksi akan debut bersama, Emma tetap kalah karena Su A lebih bersinar. Hal inilah yang membuat Emma mengambil jalan pintas. Ia mendorong Su A dari atas balkon dan kematian ini dianggap bunuh diri. Tak hanya itu, Emma juga menghasut Ko Jong Seok (Jung Si Heon) untuk mengambil lagu-lagu ciptaan Su A dan memintanya untuk menutupi kejahatan itu.
Nasib malang yang menjadi takdir Su A itu memang sangat menyedihkan. Dikeluarkan dari grup secara sepihak, lagu ciptaannya diambil, hingga kematiannya yang tak adil membuat hidup Su A kesulitan. Namun, kini ia sudah tenang berkat bantuan I Rang dan rekan-rekan.