7 Keterpurukan Mok Ga Hui (Sarah Kim) di Drakor The Art of Sarah

Dalam drakor The Art of Sarah (2026), Mok Ga Hui (Shin Hae Sun) adalah perempuan yang kemudian dikenal dengan nama Sarah Kim. Ia bekerja sebagai karyawan penjualan di Mall Samwol dan menjalani hidup dengan kondisi ekonomi yang terbatas. Di balik pekerjaannya, ia memiliki ambisi besar untuk keluar dari kehidupan yang serba kekurangan dan naik ke lingkungan yang lebih tinggi.
Namun, langkahnya untuk mengubah nasib tidak berjalan mulus karena ia kerap terlibat dalam masalah yang muncul dari pilihan-pilihannya sendiri. Tekanan finansial, risiko pekerjaan, dan keputusan yang berani membuatnya harus menghadapi konsekuensi satu per satu. Setiap masalah yang datang tidak hanya mempersulit hidupnya, tetapi juga memaksanya menanggung beban yang semakin berat. Berikut rangkaian keterpurukan Mok Ga Hui dalam drakor The Art of Sarah.
1. Mok Ga Hui bekerja di butik barang mewah di Mall Samwol dengan aturan yang sangat ketat serta tekanan tinggi dari atasan membuatnya harus ekstra hati-hati

2. Ia harus mengganti rugi tas butik yang dicuri pencuri senilai 50 juta won karena saat kejadian hanya dirinya yang sedang bertugas berjaga di butik

3. Pencurian itu terjadi saat ia pergi ke toilet staf yang letaknya jauh dan harus antre karena aturan mall melarang staf memakai toilet pengunjung

4. Demi membayar kerugian tersebut, ia bekerja ekstra tanpa henti dan bahkan menghemat pengeluaran dengan makan makanan sisa serta mau ditato oleh pemula

5. Dalam keadaan terdesak, Ga Hui terjerumus pada penipuan jual beli barang mewah bekas yang dibeli diskon agar bisa mendapatkan uang dengan cepat

6. Untuk menutup kebutuhan modal dan kerugian, ia terlilit utang kepada rentenir yang memberi pinjaman dengan bunga tinggi sehingga kesulitan membayar

7. Tekanan utang membuatnya terus dikejar rentenir hingga mengganggu pekerjaannya berujung pemecatan serta memilih mengakhiri hidupnya dan berganti identitas

Rangkaian keterpurukan yang ia alami menjadi titik awal perubahan besar dalam hidupnya. Tekanan utang, kehilangan pekerjaan, dan masalah yang terus datang membuatnya merasa tidak punya banyak pilihan selain mengambil risiko. Dari situlah muncul keputusan untuk mengubah jalan hidupnya, termasuk berganti identitas demi bisa naik ke posisi yang lebih tinggi.


















