Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Apakah Perbuatan Kingfisher Melanggar Hukum di A Bona Fide Killer?

Apakah Perbuatan Kingfisher Melanggar Hukum di A Bona Fide Killer?
still cuts drama A Bona Fide Killer (dok. MBC/A Bona Fide Killer)
Intinya Sih
  • Kingfisher, identitas Yu Bo Na, memburu dan membunuh pelaku kejahatan berat yang lolos atau menerima hukuman ringan, tetapi tindakannya tetap dikategorikan pembunuhan di luar proses hukum.
  • Lee Dong Jin memburu Kingfisher karena setiap pelaku kejahatan harus diproses melalui jalur resmi, meski alasan Yu Bo Na menghukum kriminal dapat dipahami.
  • Kasus seperti Hwang Min Ho menyoroti celah pembuktian hukum dan ketidakpuasan masyarakat, sementara drama mengangkat dilema antara penegakan hukum serta keadilan bagi korban.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Kalau kamu mengikuti A Bona Fide Killer (2026), pasti sudah tahu kalau Kingfisher punya cara sendiri dalam menegakkan keadilan. Yu Bo Na (Gong Hyo Jin) bersama Tim Sales 3 memburu para pelaku kejahatan yang dianggap lolos dari jerat hukum. Masalahnya, meski para targetnya memang kriminal dan mereka punya tujuan buat memberikan keadilan, Kingfisher tetap mengambil nyawa mereka tanpa melalui proses hukum. 

Hal ini tentu menimbulkan dilema tersendiri. Di satu sisi, tindakan Kingfisher jelas berada di luar hukum dan membuatnya diburu polisi. Namun di sisi lain, kemunculannya juga seolah menunjukkan adanya celah dalam sistem hukum yang membuat masyarakat merasa keadilan belum sepenuhnya terpenuhi. Lantas, apakah perbuatan Kingfisher bisa dibenarkan hanya karena ia menghukum para kriminal? Yuk, kita bahas!

1. Kingfisher tetap bertindak di luar kewenangan hukum

still cuts drama A Bona Fide Killer
still cuts drama A Bona Fide Killer (dok. MBC/A Bona Fide Killer)

Bagaimanapun juga, Kingfisher gak punya kewenangan untuk menentukan siapa yang harus dihukum. Yu Bo Na memang hanya menargetkan pelaku kejahatan berat yang dianggap lolos dari hukuman atau mendapat hukuman yang gak sebanding dengan perbuatannya. Namun, keputusan untuk menghabisi mereka tetap dilakukan di luar proses peradilan resmi.

Hal ini membuat tindakan Kingfisher tetap dianggap sebagai pembunuhan oleh pihak berwajib. Lee Dong Jin (Lee Sang Yi) pun tetap berusaha menangkapnya karena percaya bahwa setiap pelaku kejahatan harus diproses melalui jalur hukum. Jadi, meskipun alasan Kingfisher bisa dipahami, cara yang dipilihnya tetap bertentangan dengan hukum yang berlaku.

2. Kemunculan Kingfisher menunjukkan adanya celah dalam sistem hukum

still cuts drama A Bona Fide Killer
still cuts drama A Bona Fide Killer (dok. MBC/A Bona Fide Killer)

Nah, di sinilah persoalannya jadi lebih menarik. Kingfisher gak muncul tanpa alasan, melainkan karena ada pelaku kejahatan yang berhasil lolos dari hukuman setimpal akibat keterbatasan bukti atau celah dalam proses hukum. Kasus Hwang Min Ho menjadi salah satu contohnya karena ia hanya dihukum atas kelalaian berkendara setelah polisi gagal membuktikan bahwa kecelakaan tersebut memang sengaja direncanakan.

Situasi seperti ini membuat sebagian masyarakat merasa hukum belum mampu memberikan keadilan sepenuhnya. Gak heran kalau kemudian ada yang justru menganggap Kingfisher sebagai sosok yang berani melakukan apa yang gak bisa dilakukan sistem. Dengan kata lain, keberadaan Kingfisher bisa dibaca sebagai tanda bahwa masih ada persoalan dalam sistem hukum yang membuat masyarakat kehilangan kepercayaan.

3. Tapi, apakah kegagalan hukum membenarkan aksi Kingfisher?

still cuts drama A Bona Fide Killer
still cuts drama A Bona Fide Killer (dok. MBC/A Bona Fide Killer)

Ini yang bikin konflik di A Bona Fide Killer gak bisa dipandang hitam-putih. Kita bisa memahami alasan Yu Bo Na memburu kriminal yang lolos dari hukuman, apalagi ketika melihat dampak kejahatan mereka terhadap para korban. Namun, memahami alasannya bukan berarti membenarkan tindakan Kingfisher yang mengambil alih peran hukum dan menentukan sendiri siapa yang pantas mati.

Di sisi lain, kalau masyarakat sampai lebih percaya kepada Kingfisher daripada sistem hukum, tentu ada pertanyaan yang lebih besar yang perlu dijawab. Apakah masalahnya hanya terletak pada Kingfisher yang melanggar hukum, atau ada sistem yang juga perlu diperbaiki agar sosok seperti dirinya gak lagi dianggap dibutuhkan? Lewat konflik tersebut, drama ini seolah mengajak kita melihat kedua sisi tersebut secara bersamaan.

Jadi, perbuatan Kingfisher memang tetap melanggar hukum, tetapi kemunculannya juga menunjukkan adanya persoalan yang lebih besar di balik sistem keadilan. Justru dilema antara menegakkan hukum atau memastikan keadilan benar-benar dirasakan korban inilah yang bikin perjalanan Yu Bo Na sebagai Kingfisher di drakor A Bona Fide Killer makin menarik buat diikuti. Kalau menurut kamu sendiri gimana, nih?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More