Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

4 Konflik Bu Seung Gwon dengan Gye Su Jeong Doctor X: Mafia in White

5 min read
4 Konflik Bu Seung Gwon dengan Gye Su Jeong Doctor X: Mafia in White
cuplikan drakor Doctor X: Mafia in White (dok. SBS/Doctor X: Mafia in White)
  • Bu Seung Gwon merekrut kembali Gye Su Jeong setelah ditekan agennya, Jang Hui Suk, yang memegang rahasia terkait bukti malpraktik direktur sebelumnya.
  • Direktur memanfaatkan keahlian Gye Su Jeong untuk stabilitas dan agenda politik rumah sakit, sementara Jang Hui Suk terus menaikkan nilai kontraknya hingga membebani institusi.
  • Benturan memuncak karena Gye Su Jeong menolak hierarki nonmedis; Bu Seung Gwon diam-diam menunggu kesalahannya untuk menjadikannya kambing hitam dan menyingkirkannya.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Bu Seung Gwon (Son Hyun Joo) dan Gye Su Jeong (Kim Ji Won) sebenarnya memiliki konflik di drakor Doctor X: Mafia in White. Meski mereka terlihat akur dan saling dukung, secara senyap Bu Seung Gwon melancarkan serangan agar Gye Su Jeong dan agennya, Jang Hui Suk (Lee Jung Eun), tak lagi menekannya. Diduga, Bu Seung Gwon tak mampu lagi membendung komplain dari dokter senior dan petinggi rumah sakit karena sikap semena-mena Gye Su Jeong.

Pada episode 3 dan 4, konflik antara Bu Seung Gwon dan Gye Su Jeong mulai terlihat di permukaan. Bahkan, Bu Seung Gwon berani menerima dokter baru untuk mengisi posisi dokter bedah, lalu memindahkan Gye Su Jeong ke Unit Gawat Darurat. Kok bisa? Berikut konflik antara Bu Seung Gwon dan Gye Su Jeong di drakor Doctor X: Mafia in White.

  1. 1. Perekrutan kembali Gye Su Jeong didasari oleh tekanan dari Jang Hui Suk kepada Bu Seung Gwon

    cuplikan drakor Doctor X: Mafia in White
    cuplikan drakor Doctor X: Mafia in White (dok. SBS/Doctor X: Mafia in White)

    Gye Su Jeong sebelumnya sudah bekerja di Pusat Medis Seonam Universitas Guseo sebelum Bu Seung Gwon menjabat sebagai direktur. Karena Gye Su Jeong tak mau tunduk pada hierarki di rumah sakit tersebut, ia dipecat oleh direktur terdahulu. Sayangnya, sang direktur melakukan malpraktik saat mengoperasi seorang pasien dan kondisi ini dimanfaatkan oleh Bu Seung Gwon untuk mengambil alih posisi direktur.

    Siapa sangka, kesempatan ini tak muncul tiba-tiba di depan Bu Seung Gwon. Ia diduga dibantu oleh agen penyalur Gye Su Jeong, Jang Hui Suk dalam mendapatkan bukti malpraktik direktur terdahulu. Sebab itu, Jang Hui Suk mengancam akan menyebarluaskan rahasia Bu Seung Gwon, apabila sang direktur tak mengabulkan keinginannya.

    Jang Hui Suk ingin Gye Su Jeong kembali bekerja di rumah sakit tersebut dengan kontrak khusus yang diperbarui setiap waktu. Kontrak itu dikabulkan oleh Bu Seung Gwon dan kemampuan operasi Gye Su Jeong menguntungkan bagi rumah sakit. Sayangnya, hal ini tak bisa berlangsung terlalu lama. Bu Seung Gwon mendapatkan dua tekanan sekaligus, di mana Jang Hui Suk selalu memperbarui kontrak kerja Gye Su Jeong, sedangkan manajemen rumah sakit tak mau menaikkan gaji Gye Su Jeong.

  2. 2. Bu Seung Gwon memanfaatkan Gye Su Jeong sebagai agenda politik

    cuplikan drakor Doctor X: Mafia in White
    cuplikan drakor Doctor X: Mafia in White (dok. SBS/Doctor X: Mafia in White)

    Bu Seung Gwon mempekerjakan Gye Su Jeong kembali hanya untuk memanfaatkan wanita itu untuk agenda politiknya. Menurutnya, Gye Su Jeong dapat mengamankan stabilitas rumah sakit, kalkulasi bisnis, dan membersihkan skandal politik rumah sakit di bawah kepemimpinannya. Gye Su Jeong masuk melalui agensi dokter lepas. Bu Seung Gwon sengaja memanfaatkan status kontrak khususnya ini demi mengatasi krisis kekurangan dokter spesialis bedah tanpa harus merusak struktur birokrasi internalnya secara permanen.

    Agenda politik Bu Seung Gwon ternyata tercium oleh Jang Hui Suk. Ia merespons dengan menekan balik Bu Seung Gwon dengan mengajukan perubahan kontrak khusus. Setiap kali Gye Su Jeong maju ke ruang operasi, Jang Hui Suk memastikan rumah sakit akan membayar dengan harga yang sangat mahal, sehingga manuver politik Bu Seung Gwon berlawanan dengan biaya jasa Gye Su Jeong yang menguras kas institusi.

  3. 3. Penolakan hierarki vs kontrol kekuasaan

    cuplikan drakor Doctor X: Mafia in White
    cuplikan drakor Doctor X: Mafia in White (dok. SBS/Doctor X: Mafia in White)

    Konflik mengenai penolakan hierarki vs kontrol kekuasaan menjadi benturan paling mendasar antara Gye Su Jeong dan Bu Seung Gwon. Di satu sisi, Bu Seung Gwon adalah puncak dari sistem birokrasi kaku yang menuntut kepatuhan mutlak. Sedangkan Gye Su Jeong adalah dokter independen yang hanya tunduk pada keselamatan pasien.

    Dalam sistem hierarki yang dikendalikan Bu Seung Gwon, dokter tingkat bawah diwajibkan melakukan pekerjaan administratif, membantu profesor menulis makalah, hingga menghadiri jamuan makan malam formal demi melobi kekuasaan. Sedangkan Gye Su Jeong yang didukung oleh kontrak khusus dari agensinya, secara terang-terangan menolak semua tugas di luar bedah medis. Penolakan ini dianggap oleh Bu Seung Gwon sebagai pembangkangan yang merusak tatanan kontrol yang ia bangun.

  4. 4. Antisipasi Gye Su Jeong gagal dalam melakukan operasi

    cuplikan drakor Doctor X: Mafia in White
    cuplikan drakor Doctor X: Mafia in White (dok. SBS/Doctor X: Mafia in White)

    Gye Su Jeong merupakan seorang dokter yang tak kenal akan kegagalan. Hal itu sering sekali diucapkan terlebih saat ia diremehkan oleh dokter-dokter senior. Namun, bagi Bu Seung Gwon, kegagalan Gye Su Jeong bukanlah hal yang ditakuti, melainkan sesuatu yang sangat ia tunggu dan persiapkan sebagai senjata politik.

    Bu Seung Gwon mempekerjakan Gye Su Jeong lewat kontrak khusus hanya demi memanfaatkan keterampilannya untuk menyelesaikan kasus-kasus kritis yang dihindari dokter lain demi menjaga posisinya. Namun, Bu Seung Gwon memiliki mentalitas paradoks, di mana ia sangat yakin bahwa suatu hari nanti Gye Su Jeong akan membuat kesalahan. Untuk mewujudkan harapannya itu, Bu Seung Gwon sengaja memeras habis kemampuan Gye Su Jeong selama ia sukses,. Tetapi, ia akan langsung menjadikan Gye Su Jeong kambing hitam utama dan mendepaknya dari rumah sakit begitu ia mengalami kegagalan pertama.

    Tak seperti dokter senior lain yang menunjukkan secara terang-terangan rasa tak sukanya pada Gye Su Jeong, Bu Seung Gwon memilih melawan Gye Su Jeong dengan cara diam. Di luar, ia mendukung operasi yang dilakukan Gye Su Jeong, di dalam ia menunggu Gye Su Jeong melakukan kesalahan.

    Untungnya, Gye Su Jeong memiliki Jang Hui Suk, agen yang sangat menyayanginya. Ia membantu Gye Su Jeong menghadapi konflik rumah sakit agar dokter tersebut dapat fokus melakukan operasi sebaik-baiknya. Menurutmu, siapakah yang akan menang di antara mereka?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Kisah Koperasi Perempuan di Tepi Rel

Related Articles

See More