Luka yang Dialami 4 Karakter Drakor 100 Days of Deception

Drakor 100 Days of Deception (2026) menggambarkan perlawanan sebuah gerakan kemerdekaan bernama Gugukdan yang merencanakan pembunuhan terhadap Sato Shinichi (Jin Sun Kyu) di tahun 1932. Sato Shinichi sendiri dikenal sebagai jenderal besar Jepang yang memimpin militer di Joseon.
Gugukdan sendiri dibentuk di Shanghai, Tiongkok, yang setiap anggotanya punya kepentingan sendiri. Misi ini menjadi sangat berbahaya setelah rencana panjang Gugukdan gagal karena interupsi Lee Ga Kyung (Kim You Jung). Pada akhirnya, gerakan ini memunculkan luka masing-masing karakter yang terlibat. Lalu, apa saja luka yang dialami 4 karakter di drakor 100 Days of Deception?
Peringatan, artikel ini mengandung spoiler!
1. Hidup gak diakui hingga mengalami banyak hal buruk

Cuplikan drakor 100 Days of Deception (dok.tvN/100 Days of Deception) Lee Ga Kyung menghabiskan masa kecil dan remajanya dalam kehidupan yang sangat buruk. Ibunya disebut sebagai seorang pelacur karena menikah dengan orang Jepang di tengah penjajahan. Imbasnya, Lee Ga Kyung diusir dari rumah bibinya di usia yang masih sangat muda.
Pada akhirnya, Lee Ga Kyung menghabiskan waktunya untuk bekerja sebagai pembantu di rumah warga Amerika yang tinggal di Joseon. Setelah itu, dia bekerja sebagai pembantu di rumah warga Jepang dan berakhir dijual. Namun, Lee Ga Kyung berhasil kabur dan berakhir jadi pencopet. Kondisi hidupnya ini membuat Lee Ga Kyung ingin pindah ke Amerika yang dianggap lebih aman dan gak mengetahui identitasnya.
2. Kehilangan ibu dan berjarak dengan ayahnya

Cuplikan drakor 100 Days of Deception (dok.tvN/100 Days of Deception) Kim Tae Woong (Jun Young) dulunya hidup di jalanan Joseon. Dia juga tumbuh menjadi seorang pencopet cilik. Sayangnya, Kim Tae Woong bertemu dengan Sato Shinichi setelah mencopet dompet pejabat militer tersebut. sejak saat itu, Kim Tae Woong hidup menjadi anak angkat Sato Shinichi dan diberi nama Sato Hideo.
Kehidupan Kim Tae Woong berubah drastis dan hidup penuh kecukupan. Dia bahkan disekolahkan hingga berhasil masuk ke Universitas bergengsi. Sayangnya, ibu yang membesarkannya menghilang secara mendadak. Ayahnya juga masih belum mempercayainya sekalipun berusaha melindunginya ketika bahaya datang.
3. Kehilangan anak dan dunianya

Cuplikan drakor 100 Days of Deception (dok.tvN/100 Days of Deception) Yoo So Ran (Kim Hyun Joo) dulunya merupakan ibu rumah tangga dengan anak balita. Suaminya, Keum Seong Jung (Kam Woo Sung), dikenal sebagai salah satu guru yang mengajar di sebuah sekolah kecil. Di tahun 1919, Yoo So Ran baru mengetahui jika suaminya merupakan salah satu pelopor demo kemerdekaan. Tentara Jepang menangkap suami Yoo So Ran dan anaknya.
Saat itu, Keum Seong Jung mengakui dirinya merupakan seorang yang memimpin protes 1 Maret 1919. Dia berusaha menyelamatkan banyak orang dan anaknya dieksekusi di depan matanya oleh Sati Shinichi. Sejak saat itu, Yoo So Ran merasa hidupnya runtuh dan dunianya hilang. Sato Shinichi juga membakar laki-laki muda dan dewasa di semua desa untuk membalas gerakan tersebut.
4. Mengalami diskriminasi dan dikucilkan oleh negara

Cuplikan drakor 100 Days of Deception (dok.tvN/100 Days of Deception) Di balik kejamnya, Sati Shinichi sebenarnya dilahirkan di Joseon. Ayahnya merupakan generasi terakhir samurai yang memilih untuk merantau ke Joseon sebagai pedagang demi kehidupan yang layak. Sayangnya, Shinichi gak ingin menjadi pedagang dan kembali ke Jepang.
Namun, identitasnya sebagai warga keturunan Jepang gak dianggap karena lahir di Joseon. Saat itu, Shinichi merasa didiskriminasi hanya karena tempat lahirnya. Pada akhirnya, dia bertekad untuk menancapkan kuasanya dan menjadi sosok yang dihormati, baik di Jepang maupun di Joseon.
Luka yang dimiliki beberapa karakter ini membuat mereka memilih keputusan hidup di masa depan. Buktinya, keempat karakter ini bisa memiliki tujuan hidup yang sangat berbeda. Bagaimana menurutmu?























