Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
6 Kritik Sosial yang Disinggung dalam Drakor The Scandal
Han Sun Hwa dan Son Ye Jin di The Scandal (x.com/goghoststudio)
  • The Scandal menyoroti patriarki dan diskriminasi perempuan melalui Lady Cho, yang harus menyembunyikan bakat serta kecerdasannya karena gendernya.
  • Drama ini mengkritik kecurangan ujian, suap, dan privilese pejabat yang memaksa rakyat mengalah, bahkan saat seorang ibu hendak melahirkan.
  • Kisahnya juga mengangkat ambisi panjat sosial, kemunafikan pergaulan bangsawan, serta stigma dan perlakuan buruk terhadap janda.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

The Scandal merupakan drakor orisinal Netflix bergenre sageuk yang dibintangi Son Ye Jin, Ji Chang Wook, dan Nana. Masing-masing memerankan karakter Lady Cho, Cho Won, dan juga An Hui Yeon.

Drakor The Scandal menjadi sorotan karena adegan-adegan panasnya. Meski begitu, drakor ini tak menonjolkan adegan ini, melainkan mengangkat berbagai kritik sosial. Di antaranya, berkaitan dengan enam hal berikut ini.

1. Budaya patriarki dan diskriminasi terhadap perempuan

Son Ye Jin di The Scandal (instagram.com/netflixkr)

Salah satu hal utama yang begitu dikritik dalam cerita drakor ini adalah praktik diskriminasi terhadap perempuan dan adanya budaya patriarki. Hal ini tampak dari kisah Lady Cho yang harus memendam bakat dan kecerdasannya karena terlahir sebagai perempuan. Mirisnya, meski cerita drakor ini berlatar Joseon, nyatanya situasi yang sama masih terjadi di era modern.

2. Bertindak curang dan memberi suap demi lulus ujian

Shin Yoon Ha di The Scandal (x.com/goghoststudio)

Lewat lagi pansori, ada gambaran adegan komikal yang menohok di episode 1. Saat Cho Won muda tengah mengikuti ujian, di sekitarnya banyak orang yang melakukan kecurangan. Mulai dari menyuap penyelenggara hingga menyontek saat menjawab soal.

3. Rakyat jelata diharuskan mendahulukan kendaraan pejabat

Ji Chang Wook di The Scandal (instagram.com/netflixkr)

Lirik dalam lagu pansori juga menggambarkan kritik sosial lainnya. Saat Cho Won tengah berkuda menuju kediaman Lady Cho di Bukchon, perjalanannya tersendat akibat jalan ditutup sejenak sebab ada tandu pejabat yang akan lewat. Karena mendahulukan tandu tersebut, rakyat harus berhenti, termasuk gerobak yang mengangkut seorang ibu yang akan melahirkan.

4. Menghalalkan segala cara untuk panjat sosial

Han Sun Hwa di The Scandal (x.com/goghoststudio)

Baik di era Joseon maupun zaman modern, banyak orang berambisi untuk mengubah status sosial mereka lewat cara tidak benar. Contohnya, Bun Hui (Han Sun Hwa) yang menyuruh putrinya, So Ok (Shin Yoon Ha), menjadi selir demi bisa masuk circle ibu-ibu bangsawan.

5. Sikap bermuka dua dalam lingkungan sosial

Han Sun Hwa dan Son Ye Jin di The Scandal (x.com/goghoststudio)

Meski tampak dekat, banyak circle sosial yang aslinya suka bergosip dan menjelek-jelakkan orang yang mereka bilang teman. Namun, mereka pura-pura baik dan tersenyum saat bertemu orang tersebut. Ini yang digambarkan dalam lingkungan kelompok istri bangsawan Bukchon di drakor ini.

6. Stigma dan perlakuan buruk terhadap janda

Nana di The Scandal (instagram.com/netflixkr)

Di masa lalu maupun masa kini, status janda seolah menjadi aib. Di sisi lain, orang-orang memandang mereka dengan penilaian dan stigma terkait seksualitas. Seperti yang dilakukan Cho Won yang merasa tertantang untuk bisa merayu An Hui Yeon.

Sekalipun drakor The Scandal berlatar era Joseon, nyatanya ada berbagai kritik sosial dalam ceritanya yang masih relevan dengan masa modern. Bagaimana menurut pendapat kamu?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article