Selama dua dekade itu, banyak hal yang dialami Dong Man. Ia harus menyaksikan teman-temannya perlahan mencapai kesuksesan, sementara ia seperti berjalan di tempat. Berbagai hal dilakukan Dong Man untuk tetap waras. Kira-kira apa saja bentuk mekanisme pertahanan diri yang dilakukan Dong Man menghadapi kegagalannya? Berikut penjelasannya!
7 Mekanisme Pertahanan Diri Hwang Dong Man di We Are All Trying Here
- Drama We Are All Trying Here menyoroti perjuangan Hwang Dong Man yang berusaha debut sebagai sutradara setelah 20 tahun berkutat di industri film tanpa kemajuan berarti.
- Hwang Dong Man menunjukkan berbagai mekanisme pertahanan diri seperti represi, binge eating, dan denial untuk menghadapi rasa gagal, iri, serta tekanan emosional yang ia pendam.
- Beragam coping mechanism tersebut justru memperlihatkan konflik batin Dong Man yang belum terselesaikan dan membuatnya semakin terjebak dalam stagnasi karier serta penyangkalan terhadap realita hidupnya.
We Are All Trying Here telah menayangkan episode pertamanya pada Sabtu (18/04/2026) yang disambut antusias oleh penggemar drakor bergenre slice of life. Drakor ini menceritakan struggle Hwang Dong Man (Koo Kyo Hwan) untuk debut sebagai sutradara setelah 20 tahun bergelut di industri perfilman.
1. Represi

Represi adalah mekanisme di mana emosi atau pengalaman yang menyakitkan ditekan ke alam bawah sadar. Bentuk coping ini terlihat pada Hwang Dong Man yang cenderung tidak terbuka untuk mengekspresikan kesedihan atau kekecewaannya.
Hwang Dong Man tidak pernah benar-benar mengatakan ia sedang struggling with his own life kepada teman-temannya. Justru, ia seperti menimbun emosinya sendiri yang kadang memicu perilaku impulsif atau sikap defensif secara tidak sadar.
2. Attention seeking

Attention seeking pada Hwang Dong Man muncul secara tidak langsung, misalnya melalui sikap yang memancing reaksi orang lain. Contohnya, ketika ia mengirim ratusan pesan di group chat saat tengah malam yang bikin temannya risih atau ketika ia menceritakan cerita yang sama berulang kali hingga temannya bosan.
Meski Dong Man jadi dicap menyebalkan oleh teman-temannya, ia sebenarnya menyimpan keinginan untuk diakui dan diperhatikan. Setelah bertahun-tahun merasa “tidak terlihat”, wajar jika ia mencari cara untuk memastikan keberadaannya diakui oleh orang di sekitarnya, meski pun caranya tidak selalu sehat.
3. Binge eating

Binge eating atau makan berlebihan jadi salah satu cara Hwang Dong Man mengatasi tekanan emosional yang tidak tersalurkan. Alih-alih menghadapi rasa gagal, iri, atau kecewa secara langsung, ia melampiaskannya lewat konsumsi makanan dalam jumlah besar dan sangat agresif bak kelaparan.
Aktivitas ini memberi efek sementara berupa rasa nyaman, seolah menggantikan kekosongan emosional yang ia rasakan. Binge eating jadi refleksi dari konflik batin Dong Man yang belum terselesaikan. Ini bentuk coping yang berisiko memperparah kondisi mental kalau dilakukan berulang kali, lho!
4. Reaction formation

Reaction formation muncul ketika seseorang menampilkan sikap yang berlawanan dengan perasaan aslinya. Dalam kasus Dong Man, ia sering terlihat sinis terhadap kesuksesan orang lain, selalu mengkritik karya teman-temannya yang telah debut, atau bahkan meremehkan pencapaian di industri film.
Padahal, di balik itu semua, ada keinginan kuat untuk diakui dan berhasil. Sikap acuh tersebut sebenarnya adalah bentuk perlindungan Dong Man agar ia tidak terlihat rapuh. Semakin besar keinginannya, semakin kuat pula ia menutupinya dengan reaksi yang berlawanan.
5. Externalization

Externalization terjadi ketika konflik batin yang abstrak “dipindahkan” ke bentuk yang lebih konkret di luar dirinya. Contohnya, ketika Hwang Dong Man sengaja memakai perban dan gips di tangannya seolah ia habis kecelakaan setelah ditohok kalimat menyakitkan oleh Choi Dong Hyeon (Choi Won Young).
Dong Man juga mengatakan kepada temannya bahwa hatinya sangat terluka karena ucapan pedih tersebut sehingga ia memerban tangannya berulang kali supaya lukanya setidaknya "terlihat". Perban atau gips yang ia pakai jadi simbol rasa sakit emosional yang tidak terlihat.
Dengan cara itu, penderitaan yang sulit dijelaskan jadi lebih mudah dipahami oleh orang lain. Tanpa harus mengungkapkan secara verbal, Dong Man seperti memberi sinyal bahwa dirinya sedang tidak baik-baik saja. Ini juga bisa jadi bentuk permintaan perhatian atau validasi yang tersirat.
6. Avoidance

Avoidance atau penghindaran terlihat jelas dari bagaimana Dong Man tidak benar-benar menyelesaikan naskahnya. Selama 20 tahun, seharusnya ada progres yang signifikan, tetapi ia justru terjebak dalam overthinking dan stagnasi. Ia seperti takut gagal dan terlalu perfeksionis, terlihat dari caranya mengkritik karya orang lain.
Alih-alih menghadapi tantangan nyata, Dong Man memilih aktivitas yang lebih aman, seperti menonton ulang film yang sama berulang kali dan mengkritiknya. Hal ini memberinya ilusi produktif, padahal sebenarnya ia sedang menghindari risiko gagal yang lebih besar jika benar-benar mencoba.
7. Denial

Sikap denial terlihat ketika Hwang Dong Man menolak mengakui realita bahwa kariernya stagnan. Ia cenderung meyakinkan diri bahwa semuanya masih “baik-baik saja”, misalnya dengan mengatakan bahwa ia masih dalam proses menulis, meskipun tidak ada perkembangan signifikan.
Menghindar jadi caranya melindungi diri sendiri dari rasa sakit yang terlalu berat untuk diterima. Dengan menyangkal kenyataan, ia bisa menjaga harga dirinya tetap utuh. Sayangnya, ia tidak sadar kalau semakin lama ia menyangkal, semakin jauh pula dirinya dari kenyataan.
Setelah menonton episode awal We Are All Trying Here, ternyata bentuk mekanisme pertahanan diri Hwang Dong Man kebanyakan justru makin menjerumuskannya dalam keterpurukan tanpa ia sadari. Semoga di episode We Are All Trying Here selanjutnya ia perlahan bisa menerima kegagalannya dan menata kembali hidupnya.
Kalau kamu juga sering melakukan bentuk mekanisme pertahanan diri di atas saat menghadapi masalah tanpa kamu sadari, kamu bisa pelan-pelan mengubah cara kamu memandang kegagalan. Kalau butuh, tidak ada salahnya juga meminta bantuan profesional. Keep going!


















