Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

5 Istilah yang Wajib Kamu Tahu Ketika Nonton If Wishes Could Kill

5 Istilah yang Wajib Kamu Tahu Ketika Nonton If Wishes Could Kill
still cuts drama If Wishes Could Kill (dok. Netflix/If Wishes Could Kill)
Intinya Sih
  • Drama Korea If Wishes Could Kill tayang 24 April 2026, menghadirkan kisah horor tentang kutukan mematikan dari aplikasi pengabul permohonan bernama Girigo.
  • Lima istilah penting jadi kunci cerita: Girigo, Saju, Maehyeong, Jugu, dan Deolmi—masing-masing menjelaskan mekanisme kutukan serta asal-usul kekuatan supranatural dalam drama.
  • Pemahaman terhadap istilah-istilah tersebut membantu penonton mengikuti alur penuh misteri dan plot twist yang menegangkan di setiap episode.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Drakor If Wishes Could Kill (2026) tengah jadi perbincangan di kalangan pecinta drama Korea. Tayang pada 24 April lalu, drama ini sukses menyajikan cerita horor yang menegangkan sekaligus bikin penasaran di setiap episodenya.

Ceritanya berpusat pada sekelompok anak SMA yang tiba-tiba mendapat kutukan mematikan dari sebuah aplikasi pengabul permohonan. Meski terdengar sederhana, alurnya justru penuh plot twist yang seru dan sulit ditebak.

Saat nonton, kamu nggak cuma diajak mengikuti terornya, tapi juga perlu memahami beberapa istilah penting yang jadi kunci cerita. Mulai dari cara kerja Girigo sampai asal-usul kutukannya, semuanya saling terhubung. Supaya nggak bingung, yuk kenalan dulu dengan istilah-istilah berikut ini!

1. Girigo

still cuts drama If Wishes Could Kill
still cuts drama If Wishes Could Kill (dok. Netflix/If Wishes Could Kill)

Girigo adalah aplikasi misterius yang menjadi pusat konflik dalam drama ini. Aplikasi ini mampu mengabulkan keinginan penggunanya secara instan, namun selalu disertai konsekuensi mematikan berupa kematian dalam waktu tertentu. Setelah permohonan dikabulkan, countdown di dalam aplikasi langsung aktif sebagai penanda waktu menuju kematian pengguna.

Awalnya terlihat seperti solusi instan untuk berbagai masalah, tapi justru berubah jadi sumber teror yang membuat para karakter harus berpacu dengan waktu demi bertahan hidup. 

2. Saju

still cuts drama If Wishes Could Kill
still cuts drama If Wishes Could Kill (dok. Netflix/If Wishes Could Kill)

Dalam budaya Korea, Saju secara harfiah berarti “Empat Pilar” dan berkaitan dengan metode perhitungan nasib berdasarkan waktu kelahiran. Namun dalam If Wishes Could Kill, Saju merujuk pada identitas berupa nama dan tanggal lahir pengguna.

Saju ini wajib dituliskan dan ditampilkan saat pengguna merekam permohonan mereka. Proses ini jadi semacam “kunci aktivasi” agar Girigo bisa memproses keinginan tersebut, sehingga perannya sangat penting dalam mekanisme kutukan.

3. Maehyeong

still cuts drama If Wishes Could Kill
still cuts drama If Wishes Could Kill (dok. Netflix/If Wishes Could Kill)

Maehyeong adalah objek yang menjadi sumber utama dari kutukan Girigo. Dalam cerita, wujudnya adalah HP milik Do Hye Ryung (Kim Si Ah), sosok yang pertama kali memicu kutukan melalui permohonannya. Karena ia melakukan ritual sambil mengorbankan dirinya, HP tersebut pun menjadi benda terkutuk.

Di alam spiritual, benda ini digambarkan sebagai HP merah yang terhubung dengan roh Do Hye Ryung. Selama Maehyeong masih ada, kutukan tidak akan berhenti. Itulah kenapa menghancurkannya jadi satu-satunya cara untuk memutus rantai kematian.

4. Jugu

still cuts drama If Wishes Could Kill
still cuts drama If Wishes Could Kill (dok. Netflix/If Wishes Could Kill)

Jugu merupakan media penyebar kutukan dalam cerita ini. Bentuknya tidak terbatas dan bisa berupa apa saja, selama mampu memengaruhi atau masuk ke dalam pikiran seseorang. Dalam If Wishes Could Kill, wujud Jugu adalah aplikasi Girigo itu sendiri. Melalui aplikasi inilah kutukan berpindah dari satu orang ke orang lain, menciptakan siklus kematian yang terus berulang dan sulit dihentikan.

5. Deolmi

still cuts drama If Wishes Could Kill
still cuts drama If Wishes Could Kill (dok. Netflix/If Wishes Could Kill)

Deolmi adalah ritual atau medium yang digunakan untuk memanggil sekaligus mengendalikan kekuatan roh. Dalam cerita, kutukan bermula ketika Do Hye Ryung dengan sengaja melakukan ritual menggunakan boneka Deolmi sebagai bentuk balas dendam kepada Kwon Si Won (Choi Joo Eun).

Ritual inilah yang membuka jalan bagi kekuatan supranatural masuk ke dunia nyata dan akhirnya mengubah Girigo menjadi aplikasi kutukan. Nama “deolmi” sendiri berasal dari bagian tengkuk atau belakang leher, yang dalam konsep tradisional dianggap sebagai titik kendali, sesuai dengan fungsinya dalam mengendalikan roh.

Dengan memahami istilah-istilah di atas, kamu bakal lebih mudah mengikuti alur If Wishes Could Kill. Detail kecil seperti ini justru jadi kunci untuk memahami bagaimana kutukan Girigo bekerja. Jadi, sebelum lanjut nonton, pastikan kamu sudah familiar dengan istilah-istilahnya, ya!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ananda Zaura
EditorAnanda Zaura
Follow Us

Related Articles

See More