Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Mengapa Pangeran I-An Disebut Melampaui Takhta di Perfect Crown?

Mengapa Pangeran I-An Disebut Melampaui Takhta di Perfect Crown?
still cut drama Perfect Crown (dok. MBC/Perfect Crown)
Intinya Sih
  • Pangeran I-An dicintai rakyat hingga membuat Ibu Suri merasa terancam, terutama karena pengaruhnya dianggap melampaui kekuasaan Raja muda I-Yoon.
  • Meski sering menyalahi tata krama kerajaan, Pangeran I-An tetap mendapat dukungan besar dari rakyat dan politikus, memperkuat posisinya di mata publik.
  • Wibawa dan popularitas Pangeran I-An begitu kuat hingga menutupi keberadaan Raja I-Yoon, memicu ketegangan dengan Ibu Suri yang takut kehilangan kendali atas takhta.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Pangeran I-An (Byeon Woo Seok) dalam drama Korea Perfect Crown adalah sosok yang dicintai seluruh rakyat. Itulah salah satu alasan kebencian Ibu Suri (Gong Seung Yeon) terhadap Pangeran I-An. Eksistensinya dilihat ancaman untuk anaknya, Raja I-Yoon (Kim Eun Ho), yang berusia delapan tahun.

Pangeran I-An menganggap posisinya sebagai wali raja tidak memiliki kuasa apa pun. Namun, dari sudut pandang Ibu Suri, dia sudah melampaui Takhta itu sendiri. Terdapat lima alasan yang membuat Ibu Suri berpikir demikian.

1. Keselamatan Pangeran I-An lebih dipedulikan saat terjadi kebakaran

still cut drama Perfect Crown
still cut drama Perfect Crown (dok. MBC/Perfect Crown)

Terjadi insiden kebakaran saat Jamuan Ulang Tahun Kerajaan. Ibu Suri buru-buru menuduh Pangeran I-an sebagai dalang di balik insiden itu karena tidak dapat melihat putranya. Namun, semua hanya salah paham karena putranya pun tidak terluka.

Akan tetapi, Ibu Suri sudah terlanjur menampar Pangeran I-an di depan banyak orang. Permintaan maafnya dilihat sebagai tindakan performatif oleh Pangeran I-an agar parlemen tidak memperpanjang masalah ini. Respons dari Pangeran I-An dan parlemen membuat Ibu Suri semakin emosi karena goresan di wajah wali raja seolah lebih penting dibanding nyawa Raja.

2. Tetap mendapat dukungan meski menyalahi tata krama

still cut drama Perfect Crown
still cut drama Perfect Crown (dok. MBC/Perfect Crown)

Pangeran I-An secara tidak langsung memaksa semua orang di Jamuan Ulang Tahun Kerajaan untuk menunggu lebih lama. Sebab, dirinya datang lebih lambat sehingga acara tidak bisa dimulai. Selain itu, ia juga mengenakan cheollik yang biasanya dipakai sebagai pakaian santai.

Tindakannya tak mencerminkan tata krama yang seharusnya dijaga oleh keluarga kerajaan. Pihak keluarga kerajaan sudah melayangkan protes, tapi politikus dan rakyat justru berada di pihak Pangeran I-An. Hanya ada segelintir orang yang berani menyuarakan keberatan alias menentang aksi Pangeran I-An.

3. Menjadi anggota keluarga kerajaan paling disegani rakyat

still cut drama Perfect Crown
still cut drama Perfect Crown (dok. MBC/Perfect Crown)

Pangeran I-An sejak kecil sudah berusaha untuk menghindari sorotan publik. Sebagai putra kedua, ia dilarang menjadi lebih menonjol daripada kakaknya. Meski sudah menuruti larangan itu, cinta dan dukungan dari rakyat terus mengalir kepadanya.

Pangeran I-An hanya menjalankan tugasnya sebagai wali raja dengan giat. Namun, itulah yang membuat dirinya dipandang sebagai penopang utama keluarga kerajaan. Meskipun sudah kehilangan ayah dan kakaknya, rakyat jadi bersimpati karena ia masih berdiri tegap untuk mempertahankan Kerajaan Korea.

4. Satu foto di samping Pangeran I-An saja sudah berdampak besar

still cut drama Perfect Crown
still cut drama Perfect Crown (dok. MBC/Perfect Crown)

Pengaruh Pangeran I-An begitu besar dan dipastikan menjadi perbincangan di seluruh negeri. Dari pernyataan Ibu Suri, satu foto di samping Pangeran I-An saja sudah menimbulkan efek yang luar biasa. Gak heran jika banyak orang berlomba untuk menjadi orang kepercayaannya.

Kalau politikus dipercaya oleh Pangeran I-An, maka dukungan rakyat pasti akan langsung tertuju padanya. Sama halnya jika ada pebisnis yang berhubungan dekat dengannya. Mendapat investor tak akan jadi masalah bagi pebisnis tersebut. Sebesar itulah pengaruh Pangeran I-An yang tidak dimiliki orang lain.

5. Wibawanya menutupi keberadaan Raja

still cut drama Perfect Crown
still cut drama Perfect Crown (dok. MBC/Perfect Crown)

I-Yoon masih belum bisa menjalankan tugasnya sebagai raja. Pada usia yang masih belia, ia membutuhkan wali raja untuk urusan kenegaraan. Meskipun Pangeran I-An tidak bermaksud buruk, Ibu Suri selalu merasa terancam oleh kehadirannya.

Publik sekarang lebih familier dengan Pangeran I-An daripada Raja I-Yoon. Bahkan wibawanya sudah menutupi keberadaan raja. Ibu Suri sebenarnya sadar bahwa anaknya sama dengan suaminya yang lemah dan tidak bisa memikul beban takhta yang diwariskan kepada mereka. Namun, ia tidak mau takhta itu direbut begitu saja oleh Pangeran I-An.

Ibu Suri akan selalu waspada terhadap Pangeran I-An dalam cerita Perfect Crown. Padahal Pangeran I-An tidak mengincar takhta raja seperti yang dipikirkannya. Bahkan hubungannya dengan I-Yoon pun akur selayaknya paman dan keponakan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Diana Hasna
EditorDiana Hasna
Follow Us