Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

3 Momen yang Jadi Bumerang bagi Lee Chung Won di The Apartment Job

3 Momen yang Jadi Bumerang bagi Lee Chung Won di The Apartment Job
cuplikan drakor The Apartment Job (dok. JTBC/The Apartment Job)
  • Lee Chung Won memfitnah Park Hae Kang atas penggelapan dana, tetapi langkah itu memperluas perhatian media dan aparat terhadap dugaan korupsi serta penyimpangan proyek True Value.
  • Kerusakan struktur yang ditutupi dan pemeriksaan bangunan yang buruk menjadi bukti audit penghuni, membongkar kecurangan Taesan serta merusak reputasi True Value di mata publik dan investor.
  • Karena fokus membalas Park Hae Kang, Lee Chung Won meremehkan penghuni lain yang kemudian membantu mengungkap skandal kualitas pembangunan fasilitas taman kanak-kanak.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Lee Chung Won (Park Byung Eun) dalam drakor The Apartment Job merupakan villain utama yang bersikap licik pada penghuni apartemen True Value. Didorong oleh obsesi finansialnya, Lee Chung Won berani menghalalkan segala cara demi mendapatkan keuntungan pribadi.

Di balik manuver licik dan ambisinya yang tak tersentuh, langkah politik serta bisnis Lee Chung Won justru menyimpan celah fatal yang siap menghancurkan dirinya sendiri. Contohnya yang dijelaskan pada tiga momen di bawah ini. Penasaran? Yuk, simak.

  1. 1. Menjebak Park Hae Kang dengan tuduhan penggelapan dana

    cuplikan drakor The Apartment Job
    cuplikan drakor The Apartment Job (dok. JTBC/The Apartment Job)

    Setelah Park Hae Kang (Ji Sung) berhasil mengungkap kepada publik buruknya kualitas pembangunan fasilitas taman kanak-kanak di kompleks True Value. Lee Chung Won melakukan serangan balik dengan menyebarkan fitnah penggelapan dana apartemen untuk memenjarakan Park Hae Kang.

    Tanpa ia sangka, langkah agresifnya justru memicu perhatian media dan aparat secara lebih luas. Bukannya menghentikan penyelidikan, tuduhan ini membuat kasus korupsi internal dan penyimpangan proyek konstruksi milik True Value dikaji lebih mendalam hingga berbalik membongkar kejahatannya sendiri. Tak lagi sekadar fasilitas taman kanak-kanak, aksinya memudahkan Park Hae Kang membongkar buruknya pembangunan apartemen True Value yang dikerjakan oleh perusahaannya sendiri, Taesan.

  2. 2. Cacat fisik bangunan di kompleks True Value

    cuplikan drakor The Apartment Job
    cuplikan drakor The Apartment Job (dok. JTBC/The Apartment Job)

    Tak hanya menilap dana DPJP setiap apartemen yang ia bangun, Lee Chung Won juga mengabaikan cacat fisik yang sudah timbul di setiap bangunan apartemen. Contohnya, cacat fisik di bangunan TK kompleks apartemen True Value. Ia memerintahkan bawahannya untuk menutupi bagian fisik bangunan yang rusak dengan tempelan edukasi anak-anak. Kemudian, melakukan pengecekan secara buruk lewat anak perusahaannya sendiri.

    Terungkapnya kerusakan struktur dan kecurangan teknis bangunan yang disembunyikan menjadi bukti fisik yang tak terbantahkan saat Park Hae Kang dan asosiasi penghuni mengumpulkan bukti audit bangunan. Hal ini juga turut meruntuhkan reputasi True Value secara instan di mata publik dan investor yang sebelumnya dikenal sebagai hunian sempurna.

  3. 3. Mengabaikan dan meremehkan penghuni biasa

    cuplikan drakor The Apartment Job
    cuplikan drakor The Apartment Job (dok. JTBC/The Apartment Job)

    Karena kejahatannya terusik oleh Park Hae Kang, Lee Chung Won hanya fokus membalas dendam pada pria itu. Ia bahkan mengabaikan para penghuni lain yang juga curiga akan semberono pembangunan dan manajemen apartemen.

    Sikap congkak Lee Chung Won yang menganggap warga apartemen sebagai pihak yang lemah dan tidak berdaya membuatnya buta terhadap strategi balasan. Keteledorannya dalam menilai lawan menjadi pintu masuk utama bagi kehancurannya sendiri. Seperti yang ia alami dalam pengungkapan buruknya kualitas pembangunan fasilitas taman kanak-kanak di kompleks True Value. Park Hae Kang, dibantu oleh ibu-ibu penghuni apartemen, mengungkap skandal pembangunan.

    Pada akhirnya, tiga momen di atas membuktikan bahwa kesombongan dan taktik licik Lee Chung Won malah menjadi bumerang yang paling mematikan. Di balik megahnya takhta Lee Chung Won, ia lupa bahwa pondasi yang dibangun di atas manipulasi hanya menunggu waktu untuk runtuh dan menimpa dirinya sendiri.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More