"Dengan hormat kami informasikan kepada seluruh calon pengunjung bahwa Waerebo akan ditutup sementara pada 2–3 Oktober 2026," ujar pihak Lembaga Pelestari Budaya Wae Rebo.
Pesta Kenduri, Desa Wisata Waerebo Tutup Awal Oktober

Desa Wisata Waerebo di Manggarai, Nusa Tenggara Timur, ditutup sementara bagi wisatawan pada 2–3 Oktober 2026.
Penutupan dilakukan karena agenda keluarga besar Waerebo yang mengharuskan seluruh masyarakat hadir, sehingga kapasitas desa tidak memungkinkan menerima pengunjung.
Wisatawan diminta menjadwal ulang kunjungan; Waerebo kembali dibuka untuk aktivitas wisata pada 4 Oktober 2026, dengan pembaruan melalui Instagram @waerebo.official.
Bagi wisatawan yang hendak berlibur ke Desa Wisata Waerebo dalam waktu dekat, ada hal penting yang perlu diperhatikan. Desa cantik yang terletak di Manggarai, Nusa Tenggara Timur, ini akan ditutup sementara waktu dari kunjungan wisatawan.
Informasi ini disampaikan pihak pengelola atau Lembaga Pelestari Budaya Waerebo (LPBW) melalui akun resmi @waerebo.official pada Senin (14/9/2026).
Wah, kira-kira kenapa ditutup lagi, ya? Lebih jelasnya, simak informasi lengkapnya berikut ini, ya!
Ada Pesta Kenduri masyarakat Manggarai
Beberapa bulan terakhir, Desa Wisata Waerebo menutup aksesnya dari kunjungan wisatawan akibat fakto alam beberapa kali, seperti cuaca buruk, potensi longsor, hingga gempa bumi yang mengguncang beberapa wilayah di NTT. Saat ada pengumuman terkait penutupan lagi, tak sedikit wisatawan yang mengira juga karena faktor alam.
Rupanya, penutupan pada hari Jumat-Sabtu, 2-3 Oktober 2026, nanti bukan karena hal tersebut, melainkan sudah direncanakan sejak jauh-jauh hari.
"Penutupan ini dilakukan karena adanya agenda keluarga besar Waerebo yang mewajibkan seluruh masyarakat Waerebo untuk hadir dan terlibat," ujar pengelola.
Agenda keluarga besar yang dimaksud adalah Pesta Kenduri. Pesta adat ini bersifat sakral dan digelar Suku Manggarai di Nusa Tenggara Timur untuk memberikan penghormatan terakhir dan melepas arwah kerabat atau keluarga yang meninggal dunia.
Dalam Pesta Kenduri, ada beberapa ritual yang harus dilakukan untuk mengantarnya ke alam baka, antara lain tokong bako (menjaga jenazah), persembahan hewan (babi atau kerbau), raga (tarian adat), hingga lulung towe lepet (penggulungan tikar alas pembaringan jenazah).
Banyaknya warga dan keluarga besar yang hadir membuat kapasitas ruang di Waerebo, terutama di rumah adat Mbaru Niang, tidak memungkinkan untuk menerima kunjungan wisatawan.
"Kami memohon pengertian dan kerja sama seluruh pengunjung, travel partner, dan pihak terkait," tulis akun @waerebo.official.
Bagi kamu yang hendak berkunjung ke Desa Wisata Waerebo pada tanggal penutupan tersebut sebaiknya segera menggantinya dengan tanggal lain. Desa ini akan dibuka kembali untuk aktivitas wisata pada hari Minggu (4/10/2026). Wisatawan bisa memantau informasi secara langsung melalui akun Instagram @waerebo.official.
Demikian informasi terkait penutupan Desa Wisata Waerebo pada 2-3 Oktober mendatang. Jangan sampai salah tanggal kunjungan, ya!
![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)





















![[QUIZ] Dari Wilayahnya, Ini Situs Warisan Dunia di Indonesia yang Bisa Kamu Kunjungi](https://image.idntimes.com/post/20250827/upload_9b850d7580190d611ea33dd5e4ccddbe_56989a78-93df-40e8-a8a4-0f9e5c7241b0.jpeg)
![[QUIZ] Gunung vs Pantai, Mana yang Paling Cocok untukmu?](https://image.idntimes.com/post/20250718/upload_665e171d42dba507dbd58250b15aa0d5_a051aed7-9f73-439c-9989-47328201761b.jpg)