Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

3 Pandangan Yu Seong Won Terhadap Korbannya di Ending Flex X Cop 2

3 min read
3 Pandangan Yu Seong Won Terhadap Korbannya di Ending Flex X Cop 2
cuplikan drakor Flex X Cop 2 (dok. SBS/Flex X Cop 2)
  • Di ending Flex X Cop 2, Yu Seong Won terbukti sebagai pembunuh berantai setelah jebakan Ji In Soo dan Joo Hye Ra membuatnya mengungkap motif serta metodenya.

  • Yu Seong Won menganggap tubuh, ketakutan, luka, dan detik kematian korban sebagai bahan karya seni, lalu mengklaim pembunuhan membuat hidup mereka dikenang selamanya.

  • Ia mengoleksi barang pribadi korban sebagai trofi untuk mempertahankan kontrol dan kepuasan, karena memandang korban bukan manusia, melainkan objek bagi delusi artistiknya.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Yu Seong Won (Yoo Seung Ho) akhirnya terbukti melakukan pembunuhan berantai di ending drakor Flex X Cop 2. Melalui jebakan yang disiapkan Ji In Soo (Ahn Bo Hyun) dan Joo Hye Ra (Jung Eun Chae), Yu Seong Won menceritakan secara gamblang mulai dari motif dan cara ia melakukan pembunuhan. Di saat yang sama, ia juga menyampaikan pandangannya terhadap para korban yang terdengar sangat miris.

Saat menceritakan cara pandangnya terhadap korbannya, Yu Seong Won terdengar tak merasa telah menghilangkan nyawa seseorang. Ia malah berdalih kalau telah membantu para korban dan tindakan pemunuhan tersebut adalah sebuah karya seni. Berikut pandangan Yu Seong Won terhadap korbannya yang terungkap di ending drakor Flex X Cop 2.

  1. 1. Tubuh korbannya adalah kanvas seni

    cuplikan drakor Flex X Cop 2
    cuplikan drakor Flex X Cop 2 (dok. SBS/Flex X Cop 2)

    Yu Seong Won berpandangan kalau pembunuhan yang ia lakukan adalah mahakarya. Yu Seong Won menjadikan tubuh para korban sebagai kanvas seni dan patung yang ia hasilkan adalah perpanjangan fisik dari karya seni yang ia perbuat. Yu Seong Won menggunakan ekspresi ketakutan, luka fisik, dan detik-detik kematian para korbannya sebagai inspirasi langsung untuk bentuk patung-patung yang ia pahat.

    Yu Seong Won memiliki kepuasan batin yang menyimpang saat mencabut nyawa orang lain tanpa rasa bersalah. Istilah mahakarya sengaja digunakan oleh ego psikopatnya untuk memvalidasi dan mengagungkan dorongan sadisnya. Menurutnya pembunuhan terlihat indah, memiliki nilai estetika tinggi, dan harus dilihat banyak orang.

  2. 2. Detik-detik kematian korbannya adalah sebuah obsesi

    cuplikan drakor Flex X Cop 2
    cuplikan drakor Flex X Cop 2 (dok. SBS/Flex X Cop 2)

    Yu Seong Won juga terobsesi pada detik-detik kematian para korbannya. Hasrat mengerikan Yu Seong Won ini tidak muncul begitu saja, tapi sudah ditunjukkan sejak ia kecil. Contohnya saat ia tega membunuh anjing kesayangannya, Jackie, hanya agar hewan tersebut menurut padanya. Titik balik terbesarnya saat ia menemukan jasad ayahnya yang meninggal. Bukannya merasa sedih atau takut, Yu Seong Won justru melukis jasad ayahnya dan memperlakukannya seperti sebuah objek visual seni.

    Sejak itulah Yu Seong Won memiliki pemikiran psikopat yang delusif. Ia mengaku bahwa tindakan membunuh dan menangkap detik-detik terakhir kehidupan korbannya adalah cara untuk mengubah hidup mereka yang tidak punya tujuan menjadi sebuah karya seni indah agar bisa dikenang selamanya. Ketakutan, keputusasaan, dan hilangnya nyawa di mata korbannya memberikan kepuasan emosional dan inspirasi langsung baginya untuk menciptakan manekin atau patung di ruang rahasianya.

  3. 3. Mengoleksi barang korban adalah trofi

    cuplikan drakor Flex X Cop 2
    cuplikan drakor Flex X Cop 2 (dok. SBS/Flex X Cop 2)

    Tak hanya pada tubuh para korban, Yu Seong Won juga punya pandangan sendiri pada barang yang korban miliki. Ia sengaja mengoleksi barang-barang pribadi milik korbannya sebagai trofi untuk mempertahankan kontrol, merayakan kemenangan, serta melengkapi delusi seninya. Bagi Yu Seong Won, setiap pembunuhan adalah sebuah pencapaian estetika atau mahakarya. Setiap kali melihat barang tersebut, ia bisa merasakan kembali sensasi kepuasan batin saat berhasil mencabut nyawa korbannya.

    Tak sekadar itu. Dengan mengoleksi barang pribadi korban, Yu Seong Won merasa memiliki identitas dan jiwa para korban tersebut selamanya. Sebab itu, saat diintrogasi pihak kepolisian ia tak pernah merasa kalau sudah menghentikan hidup korbannya.

    Yu Seong Won tidak melihat para korbannya sebagai manusia yang memiliki hak hidup drakor Flex X Cop 2. Melainkan hanya sebagai objek atau kanvas seni untuk memuaskan hasrat egois dan delusi artistiknya yang kelam. Dengan mengemas pembunuhan tersebut sebagai sebuah mahakarya, Yu Seong Won berusaha merasionalisasi tindakan kejinya agar ia tetap merasa sebagai seorang seniman jenius, bukan seorang pembunuh berantai yang kejam.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More