Review Drakor Four Hands, Two Sonatas: Bromance, Musik, dan Ambisi

- Four Hands, Two Sonatas mengisahkan Kang Pio, pianis Korea Arts High School yang mengejar pengakuan kakeknya, lalu bertemu kembali dengan Choi Jeong Yo sebagai rival sekaligus sahabat.
- Daya tarik utama drama ini terletak pada bromance Song Kang dan Lee Jun Young, yang memerankan dua pianis berbakat dengan masa lalu pertemuan saat kecil.
- Episode pembuka menghadirkan permainan piano berdarah dan pelarian dari penculik di Praha, sementara cerita turut menyorot ambisi, pengorbanan, serta luka tiga tokohnya mengejar impian.
Kamu butuh asupan drakor bromance yang menghadirkan beragam dimensi? Four Hands, Two Sonatas (2026) bisa masuk ke dalam daftar tontonanmu, nih! Drama ini jadi ajang comeback Song Kang, Lee Jun Young, hingga Jang Gyu Ri di drakor bertema anak sekolahan.
Four Hands, Two Sonatas gak cuma menyajikan kisah persahabatan dan perjuangan menggapai cita-cita para jenius musik, tapi juga ambisi untuk menjadi nomor satu. Yuk, baca ulasan singkatnya sebelum menonton!
Peringatan: Artikel ini mengandung spoiler, ya!
Sinopsis drama Korea Four Hands, Two Sonatas
Four Hands, Two Sonatas (2026) berkisah tentang Kang Pio (Song Kang), pianis berbakat yang bersekolah di Korea Arts High School. Tujuan hidupnya hanya satu, yaitu mendapat pengakuan dari sang kakek, Kang Seung Woon (Jung Jin Young).
Suatu hari, muncul Choi Jeong Yo (Lee Jun Young), pianis jenius yang kemudian menjadi rival, sekaligus sahabatnya. Drakor ini juga akan menampilkan bagaimana hubungan persahabatan Kang Pio, Choi Jeong Yo, dan Hong Jae In (Jang Gyu Ri).
Four Hands, Two Sonatas20264.8/5Directed by Park Hyun SukProducer -
Writer Shin Yi Won
Age Rating 16+
Genre Music, Drama, Youth
Duration 60 - 70 Minutes
Release Date 29 Agustus 2026
Theme Manis Getir, Persahabatan, Ambisi,
Production House CJ Entertainment, Studio Dragon, Studio N, Namoo Actors
Where to Watch Netflix, tvN
Cast Song Kang, Lee Jun Young, Jang Gyu Ri
Trailer drama Korea Four Hands, Two Sonatas
Cuplikan drama Korea Four Hands, Two Sonatas
Review drama Korea Four Hands, Two Sonatas
1. Bromance Song Kang dan Lee Jun Young jadi salah satu daya tariknya
Hampir semua penonton mungkin setuju, kalau daya tarik utama Four Hands, Two Sonatas adalah bromance antara Song Kang dan Lee Jun Young. Apalagi, keduanya digambarkan sebagai pianis berbakat yang harus menjadi rival karena keadaan.
Sama seperti plot bromance drakor pada umumnya, mereka pernah bertemu saat kecil, tapi harus berpisah karena satu dan lain hal. Lalu saat beranjak dewasa, Kang Pio (Song Kang) dan Choi Jeong Yo (Lee Jun Young) bertemu lagi sebagai rival, tapi masih sahabat.
2. Adegan pembukanya cukup intens, jadi bikin penonton penasaran
Ekspektasimu mungkin akan berubah setelah menyaksikan menit-menit awal episode pertama. Adegan pertama menampilkan Kang Pio memainkan piano sampai berdarah-darah secara harfiah. Dentingan intens piano itu mengiringi momen Choi Jeong Yo yang kabur dari para penculik di tengah hutan Praha.
Adegan tersebut bikin kita yang menonton jadi penasaran dengan alur cerita tak terduga lain yang bakal muncul. Meski begitu, fokus utamanya masih tentang kisah anak sekolahan, musik, dan lika-likunya.
3. Gak cuma soal musik dan persahabatan, tapi juga ambisi
Setelah menyaksikan episode pertama, saya menyadari bahwa Four Hands, Two Sonatas bukan sekadar drama bertema musik biasa. Drakor ini juga menyuguhkan ambisi, pengorbanan, dan rasa sakit yang Kang Pio, Choi Jeong Yo, serta Hong Jae In hadapi untuk mencapai impian mereka.
Di beberapa adegan kamu bakal dibuat gemas, tersipu, atau tertawa saat menyaksikan interaksi mereka. Namun, itu hanya sebuah pembuka sebelum plot-plot menyedihkan dan menyakitkan muncul.
Four Hands, Two Sonatas berpotensi menjadi drakor yang ramai dibicarakan di paruh kedua 2026, karena alur cerita menarik, jajaran aktor populer, serta memadukan unsur musik, anak muda, dan ambisi. Bagaimana pendapatmu tentang episode pertama drakor ini?





















