Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Review Film The Intern (2026): Remake yang Fresh dari Karya Aslinya? [No Embargo]

5 min read
Review Film The Intern (2026): Remake yang Fresh dari Karya Aslinya? [No Embargo]
Still cut film The Intern (2026) (dok. Warner Bros./The Intern)
  • The Intern versi Korea mengisahkan seorang CEO muda Sun Woo dan Ki Ho, karyawan magang senior dengan pengalaman kerja 37 tahun, di tengah perbedaan generasi.

  • Han So Hee dan Choi Min Sik membangun chemistry natural; Ki Ho berkembang dari pemagang menjadi sosok pembimbing bagi Sun Woo yang menghadapi persoalan hidup.

  • Visual kantor modern cukup mendukung cerita, tetapi karakter pendukung minim eksplorasi. Alurnya mudah diikuti penonton baru, meski remake ini dinilai belum melampaui pesona film asli.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Sekarang, coba bayangkan kamu sedang bekerja di sebuah kantor dan harus membimbing anak magang. Namun, alih-alih seseorang yang lebih muda, karyawan magang tersebut justru berusia lebih tua darimu. Canggung mungkin menjadi kata yang bisa menggambarkan situasi tersebut. Nah, seperti itulah situasi yang dihadapi Han So Hee saat Choi Min Sik datang sebagai karyawan magangnya dalam film terbaru mereka, The Intern.

Disutradarai Kim Do Young, film ini sejatinya merupakan hasil remake dari film Hollywood berjudul sama yang dirilis pada 2015 silam. Versi Amerika yang disutradarai Nancy Meyers dan dibintangi Anne Hathaway-Robert De Niro kala itu mengangkat cerita tentang pekerja muda dan seorang pria yang menjadi karyawan magang senior dengan pengalaman hidup dan perjalanan karier yang panjang. Kini, kisah tersebut dihadirkan kembali dalam versi Korea Selatan dengan Han So Hee dan Choi Min Sik sebagai pemeran utamanya.

Lalu, seperti apa dinamika hubungan mereka yang tersaji dalam The Intern (2026)? Apakah film ini mampu memberikan sesuatu yang menarik dari cerita yang sudah dikenal penonton? Lebih lengkapnya, keep scroll buat tahu lebih dalam review film The Intern dari IDN Times!

  1. Sinopsis The Intern (2026)

    Hanya dalam tiga tahun, seorang CEO muda bernama Sun Woo berhasil mencatatkan pendapatan 10 miliar dan menjadikan brand fashion-nya, WOO22, menjadi kuda hitam di dunia mode. Keberhasilan itu pun gak lepas dari kerja keras yang selama ini Sun Woo lakukan untuk perusahaannya. Namun, di tengah kesibukan itu, ia bertemu dengan Ki Ho, seorang karyawan magang senior yang baru bergabung.

    Walau sudah memiliki pengalaman bekerja selama 37 tahun, Ki Ho tetap saja sempat merasa kesulitan untuk beradaptasi dengan lingkungan kerja digital dan budaya kantor yang santai di WOO22. Seiring berjalannya waktu, Sun Woo perlahan mulai membuka diri kepada Ki Ho. Mereka yang awalnya sangat bertolak belakang dalam segala hal, mulai saling berbagi sudut pandang dan pengalaman yang tidak dimiliki satu sama lain.

    The Intern
    2026
    3.3/5
    Directed by Kim Do Young
    Producer

    Jay Choi, Song Soon Ho

    Writer

    Kim Do Young, Wang Hye Ji

    Age Rating

    13+

    Genre

    Drama, Komedi

    Duration

    132 Minutes

    Release Date

    30-10-2026

    Theme

    office, workplace, remake, foreign language adaptation, based on movie, internship, co-workers, female ceo

    Production House

    Anthology Studios, Warner Bros. Korea

    Where to Watch

    Cinema XXI, CGV, Cinepolis

    Cast

    Choi Min Sik, Han So Hee, Kim Jun Han, Ryu Hye Young, Kim Kum Soon, Park Ye Ni, Kim Yo Han, Lim Sung Gyun, Yun Sang Jeong

  2. Trailer The Intern (2026)

    Cuplikan Film The Intern (2026)

  3. 1. Sebuah remake yang masih terlalu familier bagi penonton film aslinya

    Sebagai film remake, cerita The Intern versi Korea gak terlalu menyimpang dari film aslinya. Sepanjang film berjalan, ada beberapa bagian yang sangat mudah dikenali bagi penonton yang sudah nonton film versi Anne Hathaway sebelumnya. Walau begitu, bukan berarti bagian tersebut main copy-paste saja, karena ada penyesuaian yang membuat cerita The Intern garapan Kim Do Young tetap terasa relevan buat penonton.

    Sejak awal film, jujur saja saya agak sulit untuk mengesampingkan sejenak alur cerita The Intern-nya Nancy Meyers. Bahkan, saya merasa seperti 'pengawas' yang memeriksa setiap bagian yang tampak familier dengan kisah aslinya. Selama menonton, perhatian saya pun beberapa kali teralihkan untuk membandingkan bagian mana saja yang masih dipertahankan, dan apa yang diubah dalam versi Korea ini.

    Meski secara keseluruhan alur ceritanya agak mudah untuk ditebak, saya tetap dapat menikmati film The Intern versi Korea sebagai sebuah film yang utuh. Dinamika antara pekerja muda dan karyawan magang senior membuat saya lebih mudah mengikuti ceritanya, terlebih karena saya sudah mengenal film aslinya. Namun, kemiripan alur membuat saya lebih banyak menaruh perhatian pada perubahan yang dihadirkan daripada perkembangan ceritanya sendiri.

    Salah satu penyesuaian yang dihadirkan dalam film ini terlihat saat Ki Ho berusaha mempelajari bahasa gaul agar bisa berbaur dengan rekan kerja yang lebih muda. Adegan itu sempat memantik tawa, terutama karena Ki Ho sudah puluhan tahun berkecimpung di dunia kerja, tetapi kini harus kembali beradaptasi dengan lingkungan kantor yang didominasi anak muda. Selain itu, kehadiran AI (kecerdasan buatan) dalam lingkungan pekerjaan turut menjadi pembeda antara versi Korea dari film aslinya. Kehadiran AI membuat latar ceritanya terasa lebih dekat dengan dunia kerja sekarang, ketika teknologi tersebut mulai digunakan dalam berbagai aktivitas profesional.

    Meski demikian, penyesuaian tersebut belum sepenuhnya membuat The Intern versi Korea terasa berbeda. Buat saya, unsur baru yang dihadirkan lebih terasa sebagai penyesuaian terhadap perkembangan zaman, sementara alur cerita utamanya masih cukup familier bagi penonton yang sudah menyaksikan versi Amerika.

  4. 2. Perkembangan chemistry Han So Hee dan Choi Min Sik terasa natural

    Hal lain yang membedakan The Intern Korea terletak pada penggambaran karakter Ki Ho yang gak sepenuhnya mengikuti Ben Whittaker. Walau sama-sama digambarkan sebagai duda yang memiliki anak dan cucu, keduanya memiliki latar belakang pekerjaan yang berbeda. Bila Ben dalam film aslinya pernah bekerja di perusahaan buku telepon, Ki Ho justru diceritakan telah menghabiskan 37 tahun berkarier di industri penerbitan peta.

    Selain latar belakang pekerjaan, pembawaan keduanya juga terlihat berbeda. Ben tampil sebagai pria senior yang elegan dan berwibawa, sedangkan Ki Ho memiliki pembawaan yang lebih hangat. Choi Min Sik juga mampu memperlihatkan sisi kebapakan Ki Ho saat berinteraksi dengan Sun Woo. Ketika Sun Woo mencurahkan masalahnya, Ki Ho menanggapinya secara blak-blakan, tetapi tetap menunjukkan perhatian layaknya seorang ayah kepada anaknya.

    Sementara itu, Han So Hee juga mampu menghidupkan karakter Sun Woo dengan baik. Di balik sosoknya sebagai CEO muda yang sukses, Sun Woo memiliki sisi rentan karena harus menghadapi tekanan dari para investor serta persoalan pernikahan dengan suaminya. Hal ini membuat sosok karakter Sun Woo terasa manusiawi di mata penonton. Menurut saya, Han So Hee merupakan pilihan yang tepat untuk memerankan Sun Woo.

    Terlebih lagi, perkembangan chemistry antara Sun Woo dan Ki Ho terasa natural. Sun Woo yang awalnya sulit untuk bekerja sama dengan Ki Ho lambat laun mulai membuka diri, hingga interaksi keduanya terasa akrab. Ki Ho bahkan gak sekadar hadir sebagai karyawan magang senior, tetapi juga menjadi pembimbing yang membantu Sun Woo menghadapi persoalan hidupnya. Kedekatan tersebut menjadi bagian penting dalam cerita dan berhasil dibangun melalui penampilan Han So Hee dan Choi Min Sik.

  5. 3. Gak ada yang istimewa dari set dan sinematografi, tapi sudah cukup mendukung cerita

    Dari aspek visual, film The Intern versi Korea gak menawarkan sesuatu yang istimewa, baik dari segi penataan set maupun sinematografi. Visualisasi lingkungan perkantoran ditampilkan dengan suasana modern seperti situasi kebanyakan kantor saat ini sudah cukup mendukung cerita. Sementara itu, pengambilan gambarnya juga terasa oke-oke saja, tetapi tidak sampai mengganggu pengalaman menonton.

    Hanya saja kekurangan dari film ini terletak pada karakter pendukung yang kurang dieksplorasi. Saya gak memungkiri film The Intern remake ini lebih berfokus pada dua karakter utamanya, Ki Ho dan Sun Woo. Akan tetapi, menurut saya, para karakter pendukung sebenarnya masih bisa diberikan ruang lebih besar untuk memperkaya cerita. Sayangnya, kehadiran karakter pendukung terasa sebagai pelengkap alur, sehingga potensi mereka belum dimanfaatkan secara maksimal.

    Secara garis besar, film The Intern kali ini sebenarnya tetap dapat dinikmati penonton baru tanpa harus menonton film aslinya terlebih dahulu. Membawa alur cerita yang mudah diikuti jelas membuat penonton tetap bisa memahami kisah Ki Ho dan Sun Woo secara utuh. Film ini memang menghadirkan beberapa penyesuaian yang membuatnya terasa relevan dengan kehidupan masa kini. Namun, bagi saya, penyesuaian tersebut belum cukup untuk menghadirkan pesona kuat yang dapat mengungguli karya aslinya. The Intern tayang di bioskop Indonesia mulai 30 Oktober 2026.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More