3 Scene Penyadapan Ponsel di Drakor Designated Survivor: 60 Days

- Setelah pengeboman Majelis Nasional, Park Mu Jin memimpin penyelidikan yang menyoroti kerentanan komunikasi Blue House usai firewall ditembus dan rekaman internal rusak.
- Tim Blue House memulihkan arsip panggilan yang mengaitkan Cha Yeong Jin dengan pencabutan izin Jenderal Lee, sementara rekaman rahasia menyingkap agenda Oh Yeong Seok.
- Han Nagyeong dan Jeong Han Mo menyadap ponsel Jenderal Eun Hui Jeong, lalu menemukan percakapan tentang pengeboman dan sosok misterius bernama VIP.
Drakor Designated Survivor: 60 Days yang tayang 2019 lalu tidak hanya menggambarkan ketegangan politik setelah pengeboman Gedung Majelis Nasional Korea Selatan. Drama yang dibintangi Ji Jin Hee ini juga memperlihatkan bagaimana informasi rahasia di lingkungan pemerintahan bisa diakses melalui penyadapan perangkat komunikasi. Bahkan, peretasan sistem internal Blue House alias gedung kepresidenan.
Dalam ceritanya, Park Mu Jin (Ji Jin Hee) ditunjuk sebagai presiden sementara setelah serangan teroris menewaskan presiden dan sejumlah pejabat tinggi negara. Di tengah upaya mengungkap dalang pengeboman, sejumlah karakter berusaha mendapatkan informasi dari komunikasi para pejabat. Berikut tiga rangkaian adegan yang berkaitan dengan penyadapan dan akses terhadap informasi komunikasi di lingkungan kepresidenan!
1. Pemulihan rekaman komunikasi internal untuk menelusuri keterlibatan orang dalam

cuplikan drama Designated Survivor: 60 Days (dok. Netflix/Designated Survivor: 60 Days) Drama ini sejak awal memperlihatkan kerentanan sistem komunikasi di lingkungan Blue House. Pada episode 4, jaringan internal Blue House mengalami gangguan usai firewall mereka ditembus. Akibatnya, sistem internal pemerintahan mengalami kelumpuha. Permasalahan tersebut kembali menjadi bagian penting penyelidikan pada episode 10. Saat itu, Park Mu Jin mengetahui bahwa ada kemungkinan orang dalam Blue House terlibat dalam pengeboman. Ia kemudian meminta Jeong Su Jeong (Choi Yoon Young), sekretaris yang bertugas membantu penyelidikan, untuk mencari tahu siapa pejabat yang pernah memerintahkan pencabutan izin keamanan Jenderal Lee.
Su Jeong lantas meminta riwayat panggilan telepon dari lingkungan Blue House. Ia juga memastikan apakah percakapan Presiden Park dan komunikasi antara sekretaris dengan kementerian direkam serta disimpan. Bukan disadap, staf kemduian menjelaskan bahwa komunikasi tersebut memang disimpan untuk kepentingan keamanan.
Namun, rekaman suara yang tersimpan ternyata mengalami kerusakan akibat peretasan firewall yang terjadi di episode 4. Karena itu, Su Jeong meminta tim pengolahan data memulihkan rekaman tersebut secepat mungkin. Informasi ini menjadi penting karena riwayat komunikasi dapat membantu mengungkap siapa pejabat yang menggunakan kewenangannya untuk mengakses atau mengubah informasi rahasia.
2. Riwayat panggilan telepon di Blue House ditelusuri dan percakapan presiden sengaja diarsipkan

cuplikan drama Designated Survivor: 60 Days (dok. Netflix/Designated Survivor: 60 Days) Kelanjutan penyelidikan tersebut lalu terlihat pada episode 12. Setelah mengalami kerusakan akibat peretasan, rekaman komunikasi internal Blue House akhirnya berhasil dipulihkan oleh tim pengolahan data. Setelah data berhasil dipulihkan, Su Jeong menerima berkas rekaman tersebut untuk diperiksa lebih lanjut.
Dari rekaman itu, muncul percakapan yang melibatkan Cha Yeong Jin (Son Suk Ku), sekretaris utama Blue House. Dalam panggilan tersebut, Yeong Jin meminta pihak Kementerian Pertahanan mencabut izin keamanan Jenderal Lee untuk mengakses dokumen rahasia. Dokumen itu berisi simulasi pengeboman Gedung Majelis Nasional yang kemudian benar-benar terjadi. Karena itu, Yeong Jin dicurigai sebagai salah satu orang dalam yang membantu membocorkan informasi kepada para pelaku. Namun, saat diperiksa, Yeong Jin menjelaskan bahwa dirinya hanya meneruskan perintah dari Han Ju Seung, kepala sekretaris kepresidenan pada masa pemerintahan Presiden Yang Jin Man.
Setelah menemukan bahwa dokumen rahasia Operation Plan 5015-18 telah dimusnahkan atas perintah Presiden Yang Jin Man, Nagyeong bersama timnya lalu berusaha mencari informasi lain. Salah satu aksi yang mereka lakukan adalah diam-diam merekam percakapan mengenai perluasan pangkalan angkatan laut di Pulau Gasan oleh anggota independen Majelis Nasional Oh Yeong Seok (Lee Jun Hyuk).
Dalam percakapan tersebut, terungkap bahwa perluasan pangkalan itu bukan sekadar proyek militer. Jika pangkalan tersebut digunakan Amerika Serikat sebagai basis strategis di Asia Timur, Korea Utara dan China akan bereaksi sehingga Semenanjung Korea berpotensi kembali menjadi pusat konflik militer. Temuan ini juga mengungkapkan bahwa Oh Yeong Seok merupakan salah satu kunci yang terlibat dalam konspirasi besar di balik pengeboman tersebut dan memiliki agenda tersembunyi untuk merebut kekuasaan.
3. Menyadap komunikasi melalui perangkat telepon Jenderal Eun Hui Jeong

cuplikan drama Designated Survivor: 60 Days (dok. Netflix/Designated Survivor: 60 Days) Salah satu adegan penyadapan paling jelas muncul pada episode 13. Saat itu, Han Nagyeong dan Jeong Han Mo (Kim Joo Heon) tengah menyelidiki keterlibatan sejumlah pejabat dalam pengeboman Gedung Majelis Nasional. Keduanya mencurigai Jenderal Eun Hui Jeong (Lee Ki Young) yang punya hubungan dengan Oh Yeong Seok (Lee Joon Hyuk).
Untuk mendapatkan bukti, Nagyeong dan Han Mo lalu memasang alat penyadap pada ponsel sang jenderal. Mereka kemudian memantau komunikasi Eun dan berhasil mendengar percakapannya dengan Yeong Seok di dalam mobil. Dalam percakapan tersebut, Jendral Eun dan Yeong Seok membicarakan pengeboman Gedung Majelis Nasional serta sosok misterius yang mereka sebut sebagai 'VIP'. Informasi ini menjadi petunjuk penting bagi Nagyeong dan Han Mo untuk mengungkap siapa pihak yang berada di balik serangan tersebut.
Temuan petunjuk mengenai sosok misterius yang disebut sebagai VIP membantu mereka mencari hubungan antara para pejabat yang terlibat dan jaringan konspirasi yang merancang serangan terhadap Gedung Majelis Nasional. Pada akhirnya, rekaman komunikasi Blue House dan hasil penyadapan ponsel Jenderal Eun sama-sama jadi petunjuk penting dalam membongkar persekongkolan jahat yang bertujuan menggagalkan perdamaian di Semenanjung Korea.



















